- Batuk darah, penurunan berat badan yang tidak dijelaskan, atau perubahan buang air besar yang menetap atau berlangsung lama.
- Kesulitan kencing, darah dalam urine, atau nyeri perut yang menetap.
- Benjolan atau massa yang tumbuh, kelelahan ekstrem, atau demam terus-menerus.
- Riwayat keluarga kanker tertentu (misalnya prostat atau kolorektal) sebaiknya mulai diskusi screening lebih awal.
7 Jenis Kanker yang Banyak Menyerang Laki-laki

- Data global terbaru menunjukkan bahwa kanker paru masih menjadi yang paling umum pada laki-laki, diikuti oleh kanker prostat dan kolorektal.
- Beberapa kanker, seperti prostat dan kolorektal, memiliki hubungan kuat dengan usia, gaya hidup, dan genetika, sementara yang lain seperti hati dapat dipengaruhi oleh infeksi virus.
- Deteksi dini, pemeriksaan medis teratur, dan perubahan pola hidup adalah pilar penting untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kanker pada pria.
Kanker merupakan salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Data dari International Agency for Research on Cancer (IARC) menunjukkan bahwa pada 2022 terdapat sekitar 10,3 juta kasus kanker pada pria di seluruh dunia, mencerminkan beban kesehatan yang signifikan di berbagai negara dan kelompok usia.
Penyakit ini tidak mengenal batas usia atau latar belakang, tetapi beberapa jenis kanker cenderung lebih sering muncul pada laki-laki. Entah karena faktor biologis, gaya hidup, atau risiko lingkungan. Memahami jenis-jenis kanker yang paling sering menyerang laki-laki dapat membantu kamu mengambil langkah pencegahan sejak dini serta mengenali gejala yang perlu ditindaklanjuti.
Terus baca untuk mengetahui jenis-jenis kanker yang paling umum pada laki-laki.
1. Kanker paru-paru
Kanker paru adalah jenis kanker paling umum di antara laki-laki secara global, dengan lebih dari 1,5 juta kasus baru pada tahun 2022. Ini juga merupakan salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi pada laki-laki di banyak negara.
Faktor risiko utama kanker paru termasuk merokok tembakau, paparan asap rokok pasif, polusi udara, dan paparan profesional terhadap bahan karsinogenik seperti asbes dan radon. Efek merokok terhadap paru sangat kuat. Sekitar 80 persen kasus kanker paru pada laki-laki di banyak negara dikaitkan dengan tembakau.
Gejala awal sering tidak spesifik, seperti batuk yang tidak kunjung sembuh, nyeri dada, atau penurunan berat badan. Sayangnya, banyak kasus baru terdiagnosis pada stadium lanjut, sehingga deteksi dini melalui skrining dan penghentian merokok sangat penting.
2. Kanker prostat

Prostat adalah kelenjar kecil yang hanya dimiliki laki-laki, dan kanker prostat adalah jenis kanker yang paling sering didiagnosis pada laki-laki di banyak negara—lebih sering daripada semua kanker selain paru jika dilihat di sebagian besar wilayah dunia.
Kanker ini biasanya berkembang lambat dan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Ketika timbul, gejala bisa berupa gangguan kencing, nyeri pinggul atau tulang, hingga darah dalam urine. Faktor risiko termasuk usia lanjut, riwayat keluarga, dan faktor hormon.
Karena sering berkembang tanpa gejala, banyak dokter menyarankan pemeriksaan PSA (prostate-specific antigen) secara berkala terutama pada laki-laki yang berusia lebih dari 50 tahun atau yang memiliki riwayat keluarga. Deteksi dini masih menjadi kunci untuk peningkatan hasil pengobatan.
3. Kanker kolorektal (usus besar dan rektum)
Kanker kolorektal juga termasuk dalam tiga kanker paling umum yang menyerang laki-laki di dunia, dengan lebih dari satu juta kasus baru tercatat.
Kanker ini berkembang di usus besar atau rektum dan sering memiliki hubungan kuat dengan pola makan tinggi lemak jenuh, rendah serat, obesitas, dan gaya hidup kurang aktif. Faktor genetik seperti riwayat keluarga juga berperan.
Gejala bisa termasuk perubahan kebiasaan buang air besar, darah dalam tinja, dan nyeri perut. Skrining seperti kolonoskopi sangat efektif mendeteksi kanker ini pada tahap awal atau bahkan menemukan polip yang bisa diangkat sebelum menjadi kanker.
4. Kanker lambung

Kanker lambung atau kanker perut menduduki peringkat keempat di antara kanker yang paling banyak menyerang laki-laki secara global, dengan ratusan ribu kasus baru setiap tahunnya.
Faktor risiko termasuk infeksi Helicobacter pylori, pola makan tinggi garam atau makanan diawetkan, merokok, dan riwayat keluarga. Banyak kasus baru muncul pada usia paruh baya atau lebih tua.
Gejala sering kali tidak spesifik hingga stadium lanjut, seperti nyeri perut, mual terus-menerus, dan kehilangan nafsu makan. Mengurangi paparan faktor risiko dan skrining pada kelompok berisiko tinggi dapat meningkatkan peluang deteksi lebih awal.
5. Kanker hati
Kanker hati termasuk salah satu kanker umum pada laki-laki dengan angka kejadian tinggi di banyak bagian dunia.
Infeksi kronis virus hepatitis B atau C, peminum alkohol berat, serta kondisi seperti sirosis hati merupakan faktor risiko yang signifikan. Paparan aflatoksin (racun jamur yang ditemukan dalam pangan yang disimpan dengan buruk) juga bisa berkontribusi di beberapa wilayah.
Pencegahan termasuk vaksinasi hepatitis B, pengendalian hepatitis C, dan pengurangan konsumsi alkohol. Deteksi dini melalui pemeriksaan USG dan marker darah pada pasien berisiko tinggi dapat memperbaiki hasil kesehatan.
6. Kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih berada di posisi tinggi dalam daftar kanker laki-laki secara global, dengan ratusan ribu kasus baru per tahun.
Faktor risiko utama termasuk merokok tembakau, paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja (seperti di industri pewarna dan tekstil), serta iritasi kronis pada kandung kemih.
Gejala sering berupa darah dalam urine, nyeri saat buang air kecil, atau sering ingin kencing. Diagnosis melalui cystoscopy dan biopsi membantu memastikan jenis kanker dan menentukan pengobatan terbaik.
7. Kanker esofagus
Kanker esofagus atau kanker kerongkongan juga termasuk di antara kanker yang lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan, dengan ratusan ribu kasus baru setiap tahun.
Faktor risiko termasuk merokok, konsumsi alkohol berlebihan, refluks kronis, dan obesitas. Jenis tumor bisa berbeda antar wilayah, misalnya tipe sel skuamosa yang berhubungan dengan merokok di banyak negara Asia dan tipe adenokarsinoma yang berhubungan dengan refluks di negara Barat.
Gejala mencakup kesulitan menelan, nyeri dada, atau penurunan berat badan. Diagnosis dini dengan endoskopi dan biopsi sangat penting untuk pengelolaan yang efektif.
Kapan perlu periksa ke dokter?

Laki-laki dianjurkan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami tanda atau gejala berikut:
Pemeriksaan dini sering meningkatkan peluang pengobatan yang berhasil dan mengurangi komplikasi.
Cara mencegah kanker
Mengurangi risiko kanker melibatkan kombinasi pola hidup sehat, skrining teratur, dan faktor lingkungan:
- Berhenti merokok dan menghindari asap rokok.
- Menjaga berat badan sehat melalui diet bergizi dan rutin berolahraga.
- Membatasi konsumsi alkohol, atau lebih baik lagi tidak minum alkohol sama sekali.
- Pemantauan kesehatan berkala, termasuk skrining kolorektal dan pemeriksaan prostat sesuai usia dan riwayat keluarga.
- Mengurangi paparan polusi lingkungan dan bahan karsinogen di tempat kerja.
Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa berdampak besar pada risiko jangka panjang.
Kanker tetap menjadi tantangan kesehatan global, tetapi data menunjukkan bahwa sebagian besar kasus yang sering terjadi pada laki-laki dapat dikenali lebih awal atau dihindari melalui pencegahan dan skrining yang tepat.
Dengan memahami jenis kanker yang paling sering menyerang laki-laki dan menerapkan gaya hidup sehat serta pemeriksaan rutin, laki-laki dapat mengambil langkah konkret untuk melindungi kesehatan di masa depan.
Referensi
"Worldwide Cancer Data (2022)." World Cancer Research Fund International. Diakses Februari 2026.
"Cancer in Men: Prostate Cancer Is #1 for 118 Countries Globally." American Cancer Society. Diakses Februari 2026.
"Global cancer burden growing, amidst mounting need for services." World Health Organization. Diakses Februari 2026.
Freddie Bray et al., “Global Cancer Statistics 2022: GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality Worldwide for 36 Cancers in 185 Countries,” CA a Cancer Journal for Clinicians 74, no. 3 (April 4, 2024): 229–63, https://doi.org/10.3322/caac.21834.



















