Comscore Tracker

Alkaptonuria: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Kondisi ini menyebabkan urine dan keringat menggelap

Alkaptonuria adalah kelainan bawaan langka yang terjadi ketika tubuh tidak bisa menghasilkan cukup enzim homogentisic dioxygenase (HGD). Enzim ini digunakan untuk memecah zat beracun yang disebut dengan asam homogentisic.

Saat tubuh tidak menghasilkan HGD yang cukup, maka asam homogentisic akan menumpuk di tubuh. Penumpukan ini bisa menyebabkan tulang dan tulang rawan berubah warna dan rapuh. Selain itu, bisa juga terjadi osteoartritis, terutama di tulang belakang dan persendian besar. 

Alkaptonuria memengaruhi lelaki dan perempuan dalam jumlah yang sama. Menurut data dari National Institutes of Health (NIH), alkaptonuria memengaruhi sekitar 1 dari 250.000 hingga 1 juta orang di seluruh dunia.

Kelainan genetik langka ini lebih umum terjadi di Slovakia dan Republik Dominika, yaitu sekitar 1 dari 19.000 orang. Meski begitu, kasus kondisi medis ini juga telah dilaporkan pada berbagai kelompok etnis.

1. Penyebab alkaptonuria

Alkaptonuria: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi ochronosis pada pasien dengan alkaptonuria (escholarship.org)

Menurut keterangan dari National Organization for Rare Disorders (NORD), alkaptonuria disebabkan oleh mutasi gen homogentisate 1,2-dioxygenase (HGD).

HGD memberi instruksi untuk membuat (encoding) enzim homogentisate 1,2-dioxygenase. Enzim ini diperlukan untuk memecahkan asam homogentisic. Mutasi HGD hasil gen dalam tingkat kekurangan fungsional homogentisate 1,2-dioxygenase pada gilirannya bisa mengakibatkan kelebihan tingkat asam homogentisic. 

Meski bisa dengan cepat dibersihkan dari tubuh oleh ginjal, tetapi asam homogentisic secara perlahan bisa terakumulasi di berbagai jaringan tubuh, terutama di jaringan ikat seperti tulang rawan.

Seiring waktu, (jarang terjadi sebelum dewasa) akhirnya mengubah warna jaringan yang terkena menjadi biru atau hitam. Akumulasi asam homogentisic kronis dan jangka panjang akhirnya akan melemahkan dan merusak jaringan yang terkena, sehingga menyebabkan banyak gejala khas alkaptonuria. 

Alkaptonuria diturunkan sebagai sifat resesif autonom. Gangguan genetik resesif terjadi saat seseorang mewarisi gen abnormal yang sama untuk sifat yang sama dari kedua orang tuanya. Jika seseorang hanya menerima satu gen normal dan satu gen dari penyakit tersebut, maka ia hanya akan menjadi pembawa penyakit (carrier), dan biasanya tidak menunjukkan gejala. 

Risiko bagi dua orang tua carrier untuk meneruskan gen yang rusak pada anaknya yaitu 25 persen pada setiap kehamilan. Sementara itu, risiko memiliki anak yang menjadi carrier yaitu 50 persen pada setiap kehamilan. Kesempatan seorang untuk menerima gen normal dari kedua orang tuanya dan menjadi normal secara genetik untuk sifat tertentu yaitu 25 persen. Lelaki dan perempuan memiliki risiko yang sama.

2. Gejala alkaptonuria

Alkaptonuria: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan PengobatanUrine berwarna gelap merupakan gejala awal alkaptonuria. (researchgate.net)

Salah satu gejala awal alkaptonuria yaitu popok yang bernoda gelap karena asam homogentisic menyebabkan urine menggelap setelah terpapar udara dalam waktu lama. Perubahan warna tersebut dialami sejak lahir. Namun, karena perubahan ini sering makan waktu yang lama hingga beberapa jam, maka sering kali terlewatkan.

Jika gejala tersebut terlewat, maka kemungkinan kelainan genetik ini tidak terdeteksi hingga dewasa, karena biasanya tidak ada gejala lain yang akan muncul hingga penderita berusia akhir 20-an hingga awal 30-an.

Selama bertahun-tahun, asam homogentisic secara perlahan akan menumpuk di jaringan seluruh tubuh. Itu bisa menumpuk pada hampir semua area tubuh seperti tulang rawan, tendon, tulang, kuku, telinga, dan jantung. Ini menodai jaringan menjadi gelap dan menyebabkan berbagai masalah.

Saat penderita alkaptonuria berusia antara 20 dan 30 tahun, mungkin bisa terjadi masalah persendian. Biasanya akan mengalami rasa nyeri pada punggung bawah dan kekakuan, diikuti oleh nyeri lutut, pinggul, dan bahu, yang merupakan gejala awal osteoartritis.

Nantinya, tulang rawan bisa menjadi rapuh dan patah, serta menyebabkan kerusakan sendi dan tulang belakang. Operasi penggantian bersama sering kali diperlukan. Penyakit sendi pada alkaptonuria cenderung lebih awal dan berkembang lebih cepat pada lelaki.

Tanda yang jelas pada penderita alkaptonuria dewasa yaitu penebalan dan perubahan warna tulang rawan telinga menjadi biru kehitaman, yang disebut dengan ochronosis. Kotoran telinga kemungkinan juga akan berwarna hitam atau cokelat kemerahan.

Selain itu, banyak juga penderita alkaptonuria yang mengembangkan bintik-bintik cokelat atau abu-abu pada bagian putih matanya. Kondisi ini juga bisa menyebabkan keringat berubah warna menjadi gelap, sehingga menyebabkan noda pada pakaian.

Alkaptonuria juga mengakibatkan beberapa orang memiliki area kulit berbintik biru atau hitam. Kuku juga dapat berubah warna menjadi kebiruan. Perubahan warna kulit yang jelas akan terlihat pada area yang terkena paparan sinar matahari dan di mana kelenjar keringat ditemukan, seperti pipi, dahi, ketiak, dan area genital.

Baca Juga: Ataksia Friedreich: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

3. Komplikasi yang dapat terjadi

Alkaptonuria: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi pengukuran tekanan darah (freepik.com/rawpixel.com)

Gejala tambahan bisa terjadi pada alkaptonuria, meski lebih jarang dibanding gejala utamanya. Namun, gejala tambahan ini muncul dengan frekuensi yang lebih sering daripada yang diharapkan pada populasi umum.

Menurut keterangan dari NORD, gejala tambahan ini termasuk batu ginjal, yang berkembang pada sekitar 50 persen pasien di atas 64 tahun. Selain itu, laki-laki dengan alkaptonuria juga bisa mengembangkan batu prostat yang bisa sangat menyakitkan.

Dilansir Healthline, alkaptonuria juga bisa menyebabkan masalah jantung. Penumpukan asam homogentisic menyebabkan katup jantung mengeras. Ini bisa mencegahnya menutup dengan benar, yang mengakibatkan gangguan katup aorta dan mitral. Dalam kasus yang parah, penggantian katup jantung mungkin diperlukan.

Selain itu, penumpukan asam homogentisic juga bisa menyebabkan pembuluh darah mengeras, yang nantinya akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

4. Diagnosis alkaptonuria

Alkaptonuria: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi diagnosis alkaptonuria (cite.org.zw)

Dokter akan melakukan pengujian untuk alkaptonuria jika pasien menunjukkan gejala seperti urine yang berubah warna menjadi cokelat tua atau hitam saat terkena udara, serta mengembangkan osteoartritis onset dini.

Dokter akan menggunakan tes yang disebut dengan kromatografi gas untuk mencari jejak asam homogentisic dalam urine pasien. 

Selain itu, dokter mungkin juga akan menggunakan tes DNA untuk memeriksa gen HGD yang bermutasi.

Selain kedua tes tersebut, riwayat keluarga juga sangat berguna dalam menegakkan diagnosis. Namun, tidak banyak orang yang tahu jika ia membawa gen tersebut.

5. Pengobatan alkaptonuria

Alkaptonuria: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Tidak ada pengobatan khusus untuk alkaptonuria. Pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter bertujuan untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi.

Pengobatan akan difokuskan pada gejala spesifik yang dialami penderitanya. Pasien sering diresepkan obat antiinflamasi untuk mengobati nyeri sendi.

Berdasarkan keterangan dari NORD, pemberian narkotika mungkin akan direkomendasikan oleh dokter bila nyeri sendi yang dialami dalam tahap parah. Namun, manajemen nyeri disesuaikan dengan kasus spesifik masing-masing pasien, serta perlu tindak lanjut dan penyesuaian jangka panjang.

Beberapa pasien juga akan mendapat terapi fisik dan okupasi yang bisa membantu menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot dan persendian. Konseling genetik mungkin juga bermanfaat bagi pasien dan keluarganya.

Selain itu, beberapa pasien juga butuh prosedur pembedahan. Sekitar setengah dari seluruh penderita alkaptunoria akan memerlukan penggantian sendi pinggul, lutut, atau bahu. Sering kali ini dibutuhkan pasien yang berusia 50-60 tahun.

Pasien juga kadang butuh operasi tulang belakang, termasuk fusi dan pengangkatan cakram kayu. Selain itu, pembedahan untuk mengganti katup aorta atau mitral kemungkinan juga dibutuhkan.

Dalam beberapa kasus, batu ginjal atau batu prostat kronis dan menyakitkan, kemungkinan membutuhkan intervensi bedah atau terapi pencegahan (profilaksis).

Pada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa, vitamin C dosis tinggi juga digunakan untuk mengobati alkaptunoria, karena bisa menghambat akumulasi dan pengendapan asam homogentisic.

Namun, penggunaan vitamin C jangka panjang umumnya terbukti tidak efektif dan studi klinis yang pasti tentang kemanjurannya juga masih kurang. Bahkan, NIH telah memperingatkan bahwa penggunaan vitamin C dalam jangka panjang kadang bisa meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Selain itu, aktivitas yang memberikan tekanan fisik yang signifikan pada tulang belakang dan persendian seperti olahraga benturan keras atau pekerjaan berat harus dihindari.

Itulah fakta medis seputar alkaptunoria, kelainan genetik langka yang bisa menyebabkan urine dan keringat berwarna gelap. Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala-gejalanya. Makin cepat penyakit terdeteksi, maka penanganan bisa segera diberikan.

Baca Juga: Selain Genetik, Ini 10 Penyebab Unik Ada Lingkaran Hitam di Bawah Mata

Eliza Ustman Photo Verified Writer Eliza Ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya