Comscore Tracker

Kenali Prostatitis, Kondisi saat Kelenjar Prostat Mengalami Peradangan

Bisa menyebabkan disfungsi seksual, lo!

Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat. Kelenjar prostat adalah bagian dari sistem reproduksi laki-laki, yang merupakan kelenjar kira-kira seukuran kacang kenari, beratnya 30 gram, yang terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Letak prostat mengelilingi uretra, yaitu saluran di mana urine dan air mani keluar dari tubuh.

Fungsi utama kelenjar prostat adalah memproduksi cairan mani untuk mengangkut sperma melalui uretra. Karena lokasi dan fungsinya, masalah prostat bisa memengaruhi buang air kecil dan fungsi seksual. Namun, prostatitis bersifat jinak. Kondisi ini tidak meningkatkan risiko kanker prostat. Akan tetapi, peradangan dari prostatitis terkadang bisa meningkatkan tingkat antigen spesifik prostat (PSA) dalam darah, seperti halnya kanker prostat.

Setengah dari seluruh laki-laki memiliki gejala prostatitis dalam hidup mereka. Prostatitis menyerang segala usia, tetapi cenderung lebih sering terjadi pada usia 50 tahun atau lebih muda.

DilansirCleveland Clinic, prostatitis merupakan masalah saluran kemih yang paling umum pada laki-laki usia di bawah 50 tahun dan merupakan masalah saluran kemih ketiga paling umum pada usia di atas 50 tahun. Lebih dari juta laki-laki diperkirakan mengunjungi penyedia layanan kesehatan setiap tahunnya untuk gejala prostatitis.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut deretan fakta medis seputar prostatitis yang perlu kamu ketahui.

1. Memiliki riwayat infeksi saluran kemih dan berhubungan seks tanpa kondom bisa meningkatkan risiko prostatitis

Kenali Prostatitis, Kondisi saat Kelenjar Prostat Mengalami Peradanganilustrasi prostatitis (medicalnewstoday.com)

Menurut keterangan dari Canadian Cancer Society, prostatitis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Selain itu, prosedur pembedahan seperti biopsi prostat atau pemasangan kateter bisa membuat prostat atau uretra terkena infeksi.

Berhubungan seks tanpa kondom juga bisa membuat prostat terpapar infeksi atau penyakit menular seksual (IMS) yang bisa menyebabkan prostatitis. Perlu digarisbawahi, prostatitis itu sendiri tidak menular, tetapi IMS lah yang menular. 

Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko prostatitis termasuk:

  • Kejang otot kandung kemih atau dasar panggul
  • Penyumbatan (obstruksi) di kandung kemih atau saluran ejakulasi (jalur dari vesikula seminalis ke uretra untuk cairan yang membantu membuat air mani)
  • Riwayat infeksi saluran kemih
  • Trauma yang menyebabkan peradangan atau kerusakan saraf panggul

2. Jenis-jenis prostatitis

Kenali Prostatitis, Kondisi saat Kelenjar Prostat Mengalami Peradanganilustrasi prostatitis (rossmoskowitzmd.com)

Prostatitis bisa disebabkan oleh infeksi atau peradangan yang tidak berhubungan dengan infeksi. Menurut keterangan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), prostatitis diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu:

  • Prostatitis bakteri akut. Ini disebabkan oleh bakteri. Disebut akut karena gejalanya muncul tiba-tiba dan dapat menjadi parah. Prostatitis bakteri akut merupakan jenis prostatitis yang paling tidak umum, tetapi mudah untuk diobati.
  • Prostatitis bakteri kronis. Jenis ini terjadi dalam jangka panjang dan disebabkan oleh bakteri dan sering bertahan selama beberapa bulan. Gejalanya biasanya lebih ringan dibanding prostatitis bakteri akut, dan cenderung datang dan pergi. Jenis ini bisa menyebabkan gejala sensasi terbakar atau nyeri ketika buang kecil, tetapi tidak menyebabkan demam atau menggigil. Prostatitis jenis ini tampaknya lebih sering menyerang usia tua dengan hiperplasia prostat jinak.
  • Prostatitis non-bakteri kronis atau chronic prostatitis/chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS). CP/CPPS adalah jenis prostatitis yang paling umum. Ini merupakan kondisi kronis yang tidak disebabkan oleh bakteri. Jenis ini menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada panggul yang mungkin datang dan pergi.
  • Prostatitis inflamasi asimtomatik. Jenis ini tidak menimbulkan gejala apa pun dan tidak perlu diobati. Jenis ini sering didiagnosis ketika dokter melakukan tes untuk mencari kondisi lain seperti kanker prostat atau untuk menemukan penyebab infertilitas. Dokter mendiagnosis prostatitis inflamasi asimtomatik jika ada sel darah putih di prostat atau cairan prostat.

Baca Juga: Guys, Ini Gejala dari Jenis-jenis Infeksi Prostat yang Perlu Kamu Tahu

3. Tanda dan gejala prostatitis

Kenali Prostatitis, Kondisi saat Kelenjar Prostat Mengalami Peradanganilustrasi darah dalam urine atau hematuria (everydayhealth.com)

Gejala prostatitis bisa bervariasi tergantung dari penyebab kondisi ini. Selain itu, gejala bisa muncul perlahan atau datang dengan cepat, dan bisa membaik dengan cepat (tergantung pada penyebab dan pengobatan yang tersedia), atau juga bisa berlangsung selama beberapa bulan dan bisa terus berulang (prostatitis kronis).

Kecepatan dan keparahan onset (kemunculan gejala awal) biasanya paling menonjol pada prostatitis bakteri akut. Dilansir MedicineNet dan Canadian Cancer Society, tanda dan gejala prostatitis yang kemungkinan akan muncul antara lain:

  • Nyeri, sulit, dan/atau sering buang air kecil
  • Darah dalam urine (hematuria) atau air mani
  • Nyeri pangkal paha, nyeri rektal, nyeri perut dan/atau nyeri punggung bawah
  • Keluarnya cairan dari uretra
  • Ejakulasi yang sulit atau menyakitkan
  • Dorongan kuat untuk buang air kecil (disebut urgensi kemih)
  • Penurunan aliran urine
  • Demam, menggigil, dan nyeri otot
  • Infeksi saluran kemih berulang
  • Masalah seksual dan hilangnya gairah seks

4. Prostatitis bisa menyebabkan sepsis dan disfungsi seksual

Kenali Prostatitis, Kondisi saat Kelenjar Prostat Mengalami Peradanganilustrasi laki-laki dengan disfungsi seksual (freepik.com/jcomp)

Dilansir Cleveland Clinic, lelaki dengan prostatitis bakterial akut bisa mengalami sepsis. Peradangan yang meluas tersebut dapat mengancam jiwa, sehingga membutuhkan perawatan medis secepatnya.

Selain itu, antibiotik dapat menyebabkan sakit perut. Lelaki dengan prostatitis bakteri kronis kemungkinan membutuhkan banyak antibiotik untuk mengobati infeksi berulang. Akibatnya, beberapa orang kemungkinan akan mengembangkan resistansi antibiotik yang membuat pengobatan menjadi tidak efektif. Selain itu, prostatitis inflamasi asimtomatik bisa menurunkan jumlah sperma sehingga memengaruhi kesuburan.

Menurut NIDDK, prostatitis juga bisa menyebabkan komplikasi lainnya seperti:

  • Infeksi bakteri di aliran darah
  • Abses prostat, yaitu rongga berisi nanah di prostat
  • Disfungsi seksual
  • Radang organ reproduksi di dekat prostat

5. Diagnosis prostatitis

Kenali Prostatitis, Kondisi saat Kelenjar Prostat Mengalami Peradanganilustrasi konsultasi dokter (narayanahealth.org)

Bila mengalami gejala prostatitis, segeralah buat janji dengan dokter karena infeksi bakteri prostat bisa menyebar.

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien dan kemungkinan juga akan melakukan pemeriksaan rektal. Selama pemeriksaan rektal, dokter akan memasukkan jari ke dalam rektum pasien untuk memeriksa pembengkakan pada prostat. Dokter mungkin juga akan mencari tanda-tanda infeksi, seperti keluarnya cairan dari penis atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika dokter mencurigai masalahnya disebabkan oleh infeksi bakteri, maka kemungkinan pasien akan diresepkan antibiotik. Namun, jika gejala tidak membaik atau tidak ada tanda-tanda infeksi, dokter kemungkinan akan melakukan tes lain, seperti:

  • Urine, air mani, atau tes darah untuk mencari tanda-tanda infeksi atau masalah prostat lainnya
  • Biopsi prostat, di mana dokter akan menggunakan jarum untuk mengambil sampel kecil jaringan dari prostat untuk dianalisis
  • USG prostat atau uretra
  • Sistoskopi, di mana dokter akan menggunakan teropong kecil untuk melihat ke dalam kandung kemih atau uretra

6. Pengobatan prostatitis tergantung pada penyebab yang mendasarinya

Kenali Prostatitis, Kondisi saat Kelenjar Prostat Mengalami Peradanganilustrasi minum obat (healthline.com)

Dilansir Mayo Clinic, perawatan prostatitis tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Perawatan bisa mencakup:

  • Antibiotik. Ini merupakan pengobatan yang paling sering diresepkan oleh dokter untuk prostatitis. Dokter akan memilih obat berdasarkan jenis bakteri yang kemungkinan menyebabkan infeksi yang dialami pasien. Jika pasien mengalami gejala yang parah, ia kemungkinan membutuhkan antibiotik intravena (IV). Pasien mungkin perlu minum antibiotik oral selama 4-6 minggu, tetapi mungkin butuh perawatan lebih lama untuk prostatitis kronis atau berulang.
  • Alpha blocker. Obat-obatan ini membantu mengendurkan leher kandung kemih dan serat otot tempat prostat bergabung dengan kandung kemih. Perawatan ini mungkin meredakan gejala, seperti nyeri ketika buang air kecil.
  • Agen antiinflamasi: Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) kemungkinan membuat pasien lebih nyaman.

Itulah deretan fakta medis seputar prostatitis, peradangan pada kelenjar prostat. Jika memiliki tanda atau gejala yang mengarah pada kondisi ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, karena diagnosis dini dan perawatan yang tepat bisa meningkatkan peluang kesembuhannya.

Baca Juga: Wahai Para Pria, Ini 9 Gejala Kanker Prostat yang Perlu Kamu Ketahui!

Eliza ustman Photo Verified Writer Eliza ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya