- Perubahan pola buang air kecil yang menetap.
- Darah dalam urine atau air mani.
- Nyeri panggul atau punggung yang tidak hilang.
- Kesulitan kencing yang semakin memburuk.
6 Gejala Kanker Prostat, Ada yang Sering Diabaikan Pria

- Kanker prostat sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga deteksi dini sangat penting.
- Gejala kanker prostat dapat termasuk darah dalam urine, kesulitan buang air kecil, dan sering buang air kecil.
- Gejala yang kurang umum dapat meliputi darah dalam air mani, buang air terasa menyakitkan, hingga disfungsi ereksi.
Perubahan kecil dalam kebiasaan buang air kecil sering dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, pada sebagian pria, perubahan ini bisa menjadi sinyal awal dari masalah pada kelenjar prostat.
Kanker prostat merupakan salah satu kanker paling umum pada pria di seluruh dunia. Banyak kasus baru terdeteksi ketika penyakit sudah berkembang, karena gejala awalnya cenderung tidak spesifik atau bahkan tidak muncul sama sekali.
Penting bagi pria untuk mengenali gejala kanker prostat dan melakukan skrining untuk deteksi dini.
Table of Content
1. Gangguan buang air kecil
Gejala paling sering terkait kanker prostat adalah perubahan pada pola buang air kecil. Ini termasuk aliran urine yang lemah, sulit memulai kencing, atau perasaan tidak tuntas setelah buang air kecil.
Pembesaran atau perubahan pada prostat dapat menekan uretra, sehingga mengganggu aliran urine.
Penelitian menunjukkan bahwa gejala saluran kemih bawah (lower urinary tract symptoms/LUTS) sering menjadi alasan pertama pasien mencari pertolongan medis, meskipun tidak selalu langsung mengarah ke diagnosis kanker.
Meski demikian, gejala ini juga bisa disebabkan oleh kondisi lain seperti pembesaran prostat jinak (BPH). Karena itu, evaluasi medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
2. Sering buang air kecil, terutama malam hari
Frekuensi buang air kecil yang meningkat, terutama pada malam hari (nokturia), sering menjadi tanda awal yang mengganggu kualitas hidup. Kebutuhan untuk sering buang air kecil bisa menjadi indikasi adanya tekanan pada kandung kemih akibat pembesaran prostat.
Studi menunjukkan bahwa nokturia merupakan salah satu gejala yang paling sering dilaporkan pada pasien dengan gangguan prostat, termasuk kanker.
Gejala ini sering dianggap sepele atau dikaitkan dengan usia. Namun, perubahan yang konsisten dan makin memburuk perlu diperhatikan.
3. Nyeri atau sensasi tidak nyaman saat kencing

Rasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil bisa menjadi tanda adanya iritasi atau peradangan pada saluran kemih.
Weskipun tidak selalu khas untuk kanker prostat, tetapi nyeri saat kencing dapat muncul ketika jaringan prostat mengalami perubahan atau peradangan. Menurut studi, gejala nyeri lebih sering muncul pada tahap lanjut, tetapi tetap bisa menjadi bagian dari spektrum gejala awal.
Karena gejala ini juga umum pada infeksi saluran kemih, penting untuk tidak langsung menyimpulkan, tetapi tetap memeriksakannya ke dokter.
4. Darah dalam urine atau air mani
Munculnya darah dalam urine (hematuria) atau air mani (hematospermia) adalah tanda yang lebih serius dan tidak boleh diabaikan.
Meskipun tidak selalu disebabkan oleh kanker, tetapi keberadaan darah dapat menjadi indikator adanya gangguan pada prostat atau saluran kemih.
Hematuria dapat menjadi gejala yang mengarah pada evaluasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kanker prostat. Gejala ini sering menimbulkan kecemasan, dan memang seharusnya begitu karena membutuhkan evaluasi medis segera.
5. Nyeri panggul, punggung, atau tulang
Pada tahap lanjut, kanker prostat dapat menyebar ke tulang, menyebabkan nyeri yang menetap di area panggul, punggung bawah, atau pinggul. Nyeri tulang adalah salah satu tanda bahwa kanker mungkin telah menyebar (metastasis).
Metastasis tulang merupakan komplikasi umum pada kanker prostat stadium lanjut dan berhubungan dengan penurunan kualitas hidup.
Gejala ini biasanya tidak muncul di awal, tetapi menjadi indikator penting bahwa kondisi sudah berkembang.
6. Disfungsi ereksi

Kesulitan mempertahankan ereksi juga dapat menjadi salah satu gejala yang berkaitan dengan kanker prostat. Perubahan fungsi seksual dapat terjadi akibat gangguan pada prostat atau saraf di sekitarnya.
Penelitian menunjukkan, disfungsi ereksi dapat menjadi bagian dari gejala yang dialami pasien dengan kanker prostat, terutama pada stadium tertentu. Akan tetapi, disfungsi ereksi memiliki banyak penyebab lain, sehingga perlu evaluasi menyeluruh oleh dokter.
Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?
Tidak semua gejala di atas berarti kanker prostat. Namun, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan.
Segera periksakan diri jika mengalami:
Deteksi dini melalui evaluasi medis dapat membantu menemukan kanker pada tahap lebih awal, yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan pengobatan yang lebih tinggi.
Kanker prostat sering berkembang diam-diam. Gejala yang muncul kerap dianggap sebagai bagian normal dari penuaan, sehingga banyak kasus terlambat dideteksi.
Memperhatikan perubahan kecil dalam tubuh adalah langkah awal yang penting. Ketika gejala terasa tidak biasa atau menetap, memeriksakan diri ke dokter merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan jangka panjang.
Referensi
World Health Organization. “Prostate Cancer.” Diakses April 2026.
American Cancer Society. “Signs and Symptoms of Prostate Cancer.” Diakses April 2026.
National Health Service. “Prostate Cancer Symptoms.” Diakses April 2026.
Mayo Clinic. “Prostate Cancer.” Diakses April 2026.
National Cancer Institute. “Prostate Cancer.” Diakses April 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Prostate Cancer Symptoms.” Diakses April 2026.
Benjamin A. Gartrell et al., “Metastatic Prostate Cancer and the Bone: Significance and Therapeutic Options,” European Urology 68, no. 5 (July 5, 2015): 850–58, https://doi.org/10.1016/j.eururo.2015.06.039.
Vincent J. Gnanapragasam, David Greenberg, and Neil Burnet, “Urinary Symptoms and Prostate Cancer—the Misconception That May Be Preventing Earlier Presentation and Better Survival Outcomes,” BMC Medicine 20, no. 1 (August 4, 2022): 264, https://doi.org/10.1186/s12916-022-02453-7.
Jasmine Just, Fiona Osgun, and Claire Knight, “Lower Urinary Tract Symptoms and Prostate Cancer: Is PSA Testing in Men With Symptoms Wise?,” British Journal of General Practice 68, no. 676 (October 25, 2018): 541–42, https://doi.org/10.3399/bjgp18x699689.
![[QUIZ] Dari Aktivitas Seksual Kamu, Ini Risiko Penyakit yang Mengintai Kamu](https://image.idntimes.com/post/20230116/screenshot-2023-01-16-174323-3f2914419b430dcad30e8bc97a275dcd.png)



![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Cara Kamu Hadapi Stres](https://image.idntimes.com/post/20260425/screenshot_20260425-133639_youtube_80dfc36e-03ac-4bc9-aff7-132b1a0b2dfc.jpeg)







![[QUIZ] Kenali Tanda-Tanda NPD Dalam Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20250316/af5a53bb-312a-4641-b065-06d2a9672492-1b0ff41e9a8a4649da2e26c7a193b2b1-26a21f9272a3347bc3b2430766f4ec1d.jpeg)



![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Risiko Penyakit dari Cara Kamu Makan Mi Instan](https://image.idntimes.com/post/20250905/menu-kekinian-yang-sering-dijumpai-di-acara-pernikahan-gen-z-mie-instan_9fbc0e88-bc32-4c7d-aa54-6d2d485c6fb5.jpg)


