ilustrasi mammografi (unsplash.com/National Cancer Institute)
Pemeriksaan payudara tetap dapat dilakukan selama ibu menyusui. Jenis pemeriksaan ditentukan berdasarkan usia, keluhan, hasil pemeriksaan fisik, dan faktor risiko. USG menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran jaringan payudara dan sering menjadi pemeriksaan awal bagi perempuan berusia di bawah 30 tahun yang mengalami benjolan. Pada perempuan berusia 30 tahun ke atas, USG dan mammografi diagnostik dapat dipertimbangkan sesuai kondisi.
Sementara itu, mammografi menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambaran jaringan payudara. Pemeriksaan ini dapat membantu menemukan kelainan yang tidak selalu terlihat melalui pemeriksaan fisik saja. Ibu yang sedang menyusui tetap dapat menjalani mammografi apabila dokter menilainya perlu. Menyusui atau memerah ASI sebelum pemeriksaan dapat membantu mengurangi kepenuhan payudara dan membuat proses pemeriksaan lebih nyaman.
Jika hasil pencitraan menunjukkan kelainan yang mencurigakan, dokter dapat merekomendasikan biopsi. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium sehingga sifat kelainan dapat diketahui dengan lebih pasti. Tidak semua benjolan membutuhkan biopsi, karena keputusan tersebut bergantung pada hasil evaluasi dan tingkat kecurigaan terhadap kelainan yang ditemukan.
American College of Radiology menyatakan bahwa pemeriksaan yang diperlukan untuk mengevaluasi keluhan payudara sebaiknya tidak ditunda hanya karena pasien sedang menyusui. Prosedur pemeriksaan dan persiapannya dapat didiskusikan dengan dokter agar ibu memahami manfaat serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama masa laktasi. Dengan demikian, kekhawatiran mengenai pemberian ASI tidak menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan yang memang diperlukan.
Memang gejala kanker payudara saat menyusui sulit dikenali, tetapi tetap dapat ditangani sesuai jenis dan tingkat perkembangannya. Oleh karena itu, pemeriksaaan sejak awal berperan penting dalam membantu dokter menentukan langkah penanganan yang tepat. Ibu juga tidak perlu langsung menghentikan pemberian ASI hanya karena menjalani pemeriksaan, sebab keputusan terkait menyusui akan disesuaikan dengan kondisi dan jenis penanganan yang dibutuhkan. Semoga informasi ini membantu para ibu lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan payudara selama menyusui dan tidak ragu mencari bantuan medis ketika diperlukan.
Referensi
"Breast cancer in lactating mothers: A case series of delayed diagnosis." International Journal of Surgery Case Reports. Diakses pada Oktober 2026.
"Breastfeeding and Breast Cancer Risk." Breastcancer. Diakses pada Oktober 2026.
"Breast Ultrasound." American Cancer Society. Diakses pada Oktober 2026.
"ACR Appropriateness Criteria® Breast Imaging During Lactation." American College of Radiology. Diakses pada Oktober 2026.
"Breastfeeding Challenges." American College of Obstetricians and Gynecologists’ Breastfeeding Expert Work Group. Diakses pada Oktober 2026.