Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Kanker Payudara Selalu Ditandai Benjolan? Ini Faktanya

4 min read
Apakah Kanker Payudara Selalu Ditandai Benjolan? Ini Faktanya
gambar seorang ibu dan anak perempuannya berbaring di rumput (unsplash.com/Bence Halmosi)
  • Kanker payudara tidak selalu ditandai benjolan; pada tahap awal bisa tanpa gejala. Benjolan juga dapat berasal dari kondisi lain seperti fibroadenoma atau tumor filodes, sehingga perlu pemeriksaan medis.

  • Tanda yang perlu diwaspadai mencakup penebalan jaringan, puting masuk ke dalam, perubahan warna, bentuk atau ukuran payudara, kulit seperti jeruk atau berlekuk, serta pengelupasan.

  • Skrining mammografi dianjurkan rutin: usia 40–44 tahun dapat mulai, 45–54 tahun setiap tahun, di atas 55 tahun tiap dua tahun; kelompok berisiko tinggi dapat mulai usia 30 tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kanker payudara masih menjadi mimpi buruk bagi banyak perempuan, mengingat 99% kasus kanker payudara terjadi pada perempuan. Kanker payudara terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di luar kendali dan akhirnya membentuk tumor ganas. Jika tidak ditangani, tumor akan menyebar ke bagian tubuh lain dan berakibat fatal. 

Sayangnya sama seperti kanker lain, para peneliti juga belum mengetahui penyebab pasti terjadinya pertumbuhan sel ini. Membahas soal kanker payudara, penyakit ini identik dengan benjolan sebagai salah satu gejalanya. Namun apakah kanker payudara selalu ditandai dengan benjolan? Apakah ada gejala lainnya? Berikut penjelasannya!

  1. 1. Kanker payudara tidak selalu menimbulkan benjolan

    Seorang perempuan berdiri dengan berbagai pose
    gambar seorang perempuan berdiri dengan berbagai pose (unsplash.com/Maya Alexa G. Romero)

    Gak dipungkiri, munculnya benjolan menjadi salah satu gejala kanker payudara. Dilansir Breast Cancer Research Foundation, benjolan kanker payudara cenderung keras, tidak nyeri, dengan bentuk yang tidak beraturan. Namun gejala kanker pada setiap orang bisa berbeda satu sama lain. Nyatanya terkadang tahap awal kanker payudara justru gak menunjukkan gejala apapun. Gejala baru muncul setelah kanker memasuki stadium lanjut.

    Di sisi lain, keberadaan benjolan juga gak selalu berarti kanker. Pasalnya selain kanker, terdapat beberapa kondisi medis lain yang juga bisa menyebabkan munculnya benjolan di payudara. Misalnya fibroadenoma, tumor payudara jinak yang biasanya menimpa perempuan berusia 20-30 tahun. Benjolan fibroadenoma biasanya berukuran kecil yakni sekitar 1-2 cm.

    Kondisi lainnya yang bisa menyebabkan munculnya benjolan adalah tumor filodes, tumor yang berkembang di jaringan ikat payudara dan seringkali menimpa perempuan berusia 40 tahunan. Tumor filodes biasanya bersifat jinak, tetapi dalam beberapa kasus bisa juga berubah ganas. Meski begitu terlepas dari kanker atau bukan, hal ini hanya bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan medis.

  2. 2. Perubahan pada payudara yang perlu diwaspadai

    Buah jeruk segar
    gambar buah jeruk segar (unsplash.com/Evie Fjord)

    Benjolan pada payudara bukan satu-satunya gejala kanker payudara yang perlu kamu waspadai. Biasanya ketika seseorang terkena kanker jenis ini, payudara akan mengalami sejumlah perubahan. Dilansir Mayo Clinic, gejala kanker payudara sendiri meliputi:

    • Benjolan pada payudara atau area kulit yang menebal dan terasa berbeda dari jaringan kulit disekitarnya.
    • Puting terlihat rata atau masuk ke dalam.
    • Perubahan warna kulit payudara. Pada orang yang berwarna putih, payudara tampak berwarna merah muda, atau merah. Sedangkan pada orang yang berkulit gelap, kulit akan tampak lebih gelap atau berwarna lebih merah ketimbang area sekitarnya.
    • Terdapat perubahan bentuk, ukuran, atau penampilan pada payudara.
    • Perubahan pada kulit di atas payudara, di mana kulit tampak seperti kulit jeruk atau adanya lekukan seperti lesung pipi.
    • Terjadinya pengelupasan, sisik, kerak, pada kulit payudara.

  3. 3. Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

    Seorang perempuan berusia 50 tahunan berkonsultasi dengan dokter
    gambar seorang perempuan berkonsultasi dengan dokter (unsplash.com/National Cancer Institute)

    Banyak orang salah kaprah dan beranggapan bahwa pemeriksaan kanker payudara baru bisa dilakukan setelah timbulnya gejala. Padahal seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kanker payudara sendiri kadang gak menunjukkan gejala apapun di awal kemunculannya. Alih-alih menunggu munculnya gejala, para ahli kesehatan justru menyarankan kita untuk memeriksakan diri dan melakukan skrining kanker payudara secara rutin.

    Dilansir American Cancer Society, pemeriksaan mammografi bisa dilakukan sejak usia 40-44 tahun. Sedangkan perempuan yang berusia 45-54 tahun disarankan melakukan mamografi setiap tahun. Perempuan yang berusia di atas 55 tahun, dapat melakukan pemeriksaan mammografi setiap dua tahun sekali. Sedangkan untuk perempuan yang memiliki risiko tinggi, dapat memulai pemeriksaan mammografi secara rutin setiap tahunnya begitu menginjak usia 30 tahun.

    Kanker payudara memang merupakan penyakit yang mengancam nyawa. Namun kabar baiknya, kanker ini juga memiliki harapan hidup yang cukup tinggi, bahkan bisa disembuhkan jika diobati sejak stadium awal. Jadi jangan ragu untuk memeriksakan diri ke rumah sakit, terutama jika kamu mengalami gejala yang gak biasa atau justru termasuk dalam golongan orang yang berisiko tinggi terkena kanker payudara. 

    Referensi

    “Breast Cancer - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Oktober 2026.

    “Breast Cancer: Symptoms, Causes, Treatment & Types.” Cleveland Clinic. Diakses Oktober 2026.

    “Signs of Breast Cancer.” Breast Cancer Research Foundation (BCRF). Diakses Oktober 2026.

    “Understanding Breast Cancer: The Basics.” WebMD. Diakses Oktober 2026.

    “American Cancer Society Recommendations for the Early Detection of Breast Cancer.” American Cancer Society (ACS). Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More