Comscore Tracker

Imunosupresi: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannya

Salah satu penyebabnya adalah konsumsi obat-obatan 

Sistem imun merupakan bentuk pertahanan tubuh terhadap substansi asing, seperti debu, virus, bakteri, jamur, dan juga substansi lain yang dianggap sebagai ancaman. Dengan adanya sistem ini, tubuh bisa terhindar dari penyakit dan infeksi.

Manusia sudah memiliki sistem imun sejak masih kecil yang kemudian akan berkembang seiring dengan bertambahnya usia. Akan tetapi, pada kondisi tertentu, imunitas seseorang bisa saja mengalami kelainan yang justru dapat menimbulkan penyakit-penyakit lain.

Salah satu kondisi yang bisa dialami seseorang adalah imunosupresi. Dilansir Verywell Health dan News Medical & Life Sciences, berikut informasi seputar imunosupresi yang perlu kamu ketahui.

1. Apa itu imunosupresi?

Imunosupresi: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannyailustrasi perempuan yang mengalami penurunan sistem imun (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Imunosupresi merupakan suatu kondisi di mana sistem imun tidak bisa menangkal penyakit atau infeksi dengan baik. Fungsi yang tidak sempurna ini menyebabkan tubuh semakin rentan mengalami masalah atau gangguan kesehatan.

Kondisi ini hampir sama dengan defisiensi imun sekunder, yaitu kondisi melemahnya imun karena adanya faktor tertentu. Apabila dibiarkan tanpa penanganan, maka ada kemungkinan imunosupresi yang dialami akan semakin parah.

2. Penyebab

Imunosupresi: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannyailustrasi mengalami gejala hiperglikemia (unsplash.com/Bermix Studio)

Terjadinya imunosupresi sering kali diakibatkan oleh munculnya penyakit tertentu yang melemahkan respons sistem imun. Terkadang, kondisi ini dapat terjadi sementara saja, sebab semua bergantung pada imunitas orang yang bersangkutan dan kondisi penyakit yang sedang dialami.

Beberapa pemicu terjadinya imunosupresi, antara lain:

  • Flu
  • Diabetes
  • Gagal ginjal
  • Infeksi sistem saraf
  • HIV/AIDS
  • Rheumatoid artritis
  • Asplenia
  • Defisiensi imun

Selain karena penyakit, kondisi ini juga bisa diakibatkan oleh pengobatan tertentu. Contohnya seperti konsumsi obat-obatan kemoterapi, imunosupresan, antimetabolit, dan juga steroid.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Dapat Menular dari Kucing ke Manusia

3. Tanda dan gejala

Imunosupresi: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannyailustrasi perempuan yang sedang sakit (freepik.com/bearfotos)

Seiring dengan melemahnya sistem imun, secara umum kondisi kesehatan orang yang mengalami imunosupresi akan cenderung menurun. Selain itu, risiko tubuh menjadi sakit akibat adanya virus atau bakteri juga semakin tinggi.

Keadaan yang kian memburuk juga mungkin terjadi, terutama ketika orang yang bersangkutan tidak mendapatkan sokongan pengobatan dari luar. Sebab, tak seperti kondisi normal, imun yang lemah akan kesulitan melawan patogen penyebab penyakit.

4. Diagnosis

Imunosupresi: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannyailustrasi pemeriksaan kesehatan (freepik.com/pressfoto)

Mengetahui dengan pasti kondisi imunosupresi hanya dari gejalanya saja tentu akan sulit. Oleh karena itu, diperlukan pengecekan medis untuk memastikannya.

Normal atau tidaknya fungsi kerja imun dan aktivitas sel dapat diketahui melalui serangkaian tes. Tes darah dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi sel darah putih, yaitu sel yang berperan dalam melawan patogen penyebab penyakit yang masuk ke tubuh.

Lebih lanjut, tes lain seperti penggunaan serum immunoglobulin, B-cell quantitation, dan tes kuantitatif antibodi spesifik juga bisa diterapkan untuk memastiikan apakah terdapat masalah pada kerja sistem imun.

5. Penanganan

Imunosupresi: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannyailustrasi minum obat (pexels.com/JESHOOTS.com)

Saat mengalami imunosupresi, upaya melawan bakteri penyebab penyakit dapat dibantu dengan konsumsi antibiotik. Selain untuk memperkuat pertahanan sistem imun, antibiotik juga berguna untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih parah. Tentunya, langkah ini harus diambil berdasarkan anjuran dan resep dari dokter, ya.

Tak hanya itu, upaya stimulasi imun juga bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu contohnya adalah dengan terapi menggunakan antibodi protein yang berperan dalam menstimulasi perlawanan tubuh terhadap patogen.

Sistem imun merupakan bentuk pertahanan yang sangat penting bagi tubuh. Apabila kondisi tubuh dirasa semakin lemah, baik itu karena adanya suatu penyakit ataupun sedang menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya langsung periksakan diri ke dokter. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan imun booster atau pengobatan lain yang lebih tepat.

Baca Juga: 10 Manfaat Minum Air Putih saat Perut Kosong, Bisa Dukung Imun!

Halifa Ghaisani Photo Verified Writer Halifa Ghaisani

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya