Comscore Tracker

Apakah Seseorang Bisa Mengalami Alergi Kopi? Ini Fakta Menariknya

Bedakan alergi dan sensitivitas berlebihan terhadap kopi

Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Selain itu, sudah menjadi rahasia umum bahwa kandungan kafein pada kopi dapat membantu merangsang tubuh untuk tetap siaga dan terjaga selama menjalani rutinitas harian.

Namun, untuk beberapa orang, kopi bukanlah pilihan yang baik untuk dinikmati. Pasalnya, ada orang yang bisa sangat sensitif terhadap paparan kafein yang terkandung dalam kopi. Mereka bahkan bisa mengalami gejala khas reaksi kekebalan tubuh yang tidak normal.

Lewat artikel ini, kamu akan diajak untuk memahami alergi kopi, sekaligus membedakan antara alergi atau kepekaan berlebihan terhadap kopi agar tidak salah kaprah.

1. Debu dari biji kopi bisa memicu reaksi alergi

Apakah Seseorang Bisa Mengalami Alergi Kopi? Ini Fakta Menariknyailustrasi membuat kopi (pexels.com/cottonbro)

Reaksi alergi terhadap kopi terbilang jarang. Menurut penelitian dalam International Archives of Allergy and Immunology tahun 2012, debu dari biji kopi hijau dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang yang secara langsung terpapar olehnya. Temuan ini berkaitan dengan individu yang bekerja pada industri pembuatan kopi.

Sementara itu, reaksi alergi disebabkan oleh respons sistem kekebalan tubuh terhadap paparan benda asing. Senyawa kimia yang terkandung dalam biji atau serbuk kopi diidentifikasi oleh sistem imun sebagai sesuatu yang berbahaya.

2. Gejala

Apakah Seseorang Bisa Mengalami Alergi Kopi? Ini Fakta Menariknyailustrasi wanita sedang sakit (pexels.com/Pixabay)

Reaksi alergi terhadap konsumsi kopi dapat memengaruhi beberapa area tubuh dan bisa bertambah buruk jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Gejala yang ditunjukkan dapat mencakup:

  • Mual dan muntah.
  • Kesulitan bernapas dan menelan.
  • Batuk mengi.
  • Terjadi perubahan warna pada kulit dan ruam, seperti bercak merah atau gatal-gatal.
  • Kram, sakit perut, dan diare.
  • Pusing dan/atau pingsan.
  • Penurunan tekanan darah dan denyut nadi melemah.

Penting untuk digarisbawahi bahwa reaksi alergi yang tidak segera ditangani dan memburuk dapat menyebabkan anafilaksis. Anafilaksis adalah reaksi alergi parah yang berpotensi mengancam nyawa. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan tenggorokan dan mulut, menghalangi saluran udara, serta memengaruhi tekanan darah dan detak jantung.

Baca Juga: 5 Cara Menghentikan Alergi Musiman, Kamu Tak Harus Menderita Terus

3. Bedanya alergi kopi dan kepekaan berlebih terhadap kopi

Apakah Seseorang Bisa Mengalami Alergi Kopi? Ini Fakta Menariknyailustrasi secangkir kopi (pexels.com/Maksim Goncharenok)

Tidak jarang orang mengasosiasikan sensitivitas terhadap kopi dengan reaksi alergi. Meskipun keduanya sama-sama menunjukkan gejala, tetapi kasus sensitivitas terhadap kopi cenderung tidak membahayakan jiwa. Selain itu, gejala juga akan mereda atau hilang setelah individu yang bersangkutan berhenti minum kopi. 

Berikut ini adalah beberapa gejala yang mungkin ditunjukkan oleh orang-orang dengan kepekaan berlebih terhadap kopi, di antaranya adalah:

  • Mengembangkan sifat lekas marah.
  • Merasa gelisah, cemas, gugup, atau tidak nyaman.
  • Kesulitan tidur.
  • Kram, sakit perut, atau gangguan pencernaan lain.
  • Peningkatan tekanan darah atau detak jantung.
  • Mengalami kejang otot secara tiba-tiba.

4. Identifikasi penyebab potensial lain yang bisa menyebabkan reaksi alergi

Apakah Seseorang Bisa Mengalami Alergi Kopi? Ini Fakta Menariknyailustrasi tidak enak badan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Zat yang terkandung dalam biji kopi mungkin akan menyebabkan reaksi alergi yang berbeda pada masing-masing orang. Penelitian yang termaktub dalam Journal of Toxicology and Environmental Health Part A tahun 2017 mengungkap, berbagai sampel biji kopi hijau telah terkontaminasi mikotoksin dari jamur biji kopi tersebut. Faktanya, racun tersebut dapat bertahan meskipun telah melewati proses pencucian, pengeringan, bahkan sampai pemanggangan.

Para peneliti menekankan bahwa mikotoksin termasuk dalam persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih. Kendati demikian, masih diperlukan lagi studi lanjutan yang secara spesifik mengkaji tentang mikotoksin dalam biji kopi, terlebih cara membatasi paparan racun tersebut.

5. Kapan harus ke dokter?

Apakah Seseorang Bisa Mengalami Alergi Kopi? Ini Fakta Menariknyailustrasi konsultasi dokter (pexels.com/SHVETS production)

Setelah memahami gejala alergi kopi pada poin kedua, maka tahap lanjutan yang sebaiknya ditempuh adalah konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis akurat. Dokter mungkin akan mengupayakan sejumlah tes khusus disertai pemeriksaan faktor lain yang mungkin memengaruhi reaksi alergi pada pasiennya.

Dokter mungkin akan merekomendasikan diet eliminasi atau meminta pasien membuat jurnal terkait makanan dan minuman apa saja yang dikonsumsi. Selain itu, pasien dengan diagnosis alergi kopi mungkin juga akan dirujuk ke spesialis alergi untuk membantu menemukan cara meringankan gejala terhadap kopi.

Nah, itulah fakta menarik mengenai alergi kopi. Jika kamu merasa mengalami reaksi alergi kopi atau terhadap hal lainnya, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan akurat, ya.

Baca Juga: 10 Mitos Alergi Ini Perlu Diperhatikan, Cek Dulu Faktanya!

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Full-time learner, part-time writer and reader

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya