Comscore Tracker

Mengenal Hiponatremia, yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan Natrium

Jika diabaikan, akibatnya bisa fatal 

Natrium (sodium) adalah salah satu elektrolit penting yang berperan dalam pengaturan kadar air dan zat lain dalam tubuh. Fungsi penting lainnya adalah menjaga kestabilan fungsi otot, fungsi saraf, dan membantu menjaga tingkat tekanan darah.

Namun, bagaimana bila kadar natrium dalam darah kurang? Itu merupakan kondisi hiponatremia.

Normalnya, kadar natrium dalam darah berkisar antara 135-145 miliequivalent per liter (mEq/L). Seseorang dikatakan mengalami hiponatremia bila kadar natriumnya di bawah 135 mEq/L.

1. Gejala hiponatremia bervariasi pada setiap orang

Mengenal Hiponatremia, yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan NatriumPixabay.com/RobinHiggins

Melansir Medical News Today, hiponatremia merupakan gangguan elektrolit paling umum. Sementara itu, menurut studi di Amerika Serikat dalam jurnal BMC Cancer tahun 2016, angka kejadian hiponatremia diperkirakan terjadi sekitar 1,7 persen dan lebih umum dialami oleh pasien kanker di Amerika Serikat.

Apabila kadar natrium mengalami penurunan secara bertahap, kemungkinan gejala yang timbul tidak signifikan. Beda halnya jika kadar natrium turun dengan cepat, gejala yang muncul umumnya lebih parah.

Melansir berbagai sumber, gejala umum hiponatremia meliputi:

  • Kelelahan atau energi terkuras;
  • Rasa lemah;
  • Mual;
  • Sakit kepala;
  • Muntah;
  • Kram atau kejang otot;
  • Kebingungan;
  • Lekas marah.

Melansir Medscape, gejala hiponatremia diketahui lebih mungkin terjadi pada perempuan daripada laki-laki.

2. Banyak faktor yang bisa menyebabkan hiponatremia

Mengenal Hiponatremia, yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan Natriumpixabay.com/Engin_Akyurt

Hiponatremia bisa menjadi indikasi dari gejala kondisi medis tertentu. Penyebab hiponatremia beragam, di antaranya dapat disebabkan oleh:

  • Konsumsi obat tertentu (antidepresan, obat pereda nyeri, atau obat diuretik);
  • Dehidrasi;
  • Diare atau muntah parah;
  • Hipotiroidisme;
  • Diabetes insipidus;
  • Penyakit ginjal (glomerulonefritis);
  • Penyakit hati;
  • Masalah jantung;
  • Gangguan kelenjar adrenal (penyakit Addison);
  • Polidipsia primer;
  • Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH);
  • Sindrom Cushing (jarang terjadi);
  • Minum terlalu banyak air (polidipsia).

Sementara itu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hiponatremia. Faktor tersebut meliputi:

  • Lanjut usia;
  • Atlet berperforma tinggi;
  • Pengguna obat diuretik atau antidepresan;
  • Mengonsumsi makanan yang rendah natrium;
  • Tinggal di iklim yang lebih hangat;
  • Mengalami kondisi medis tertentu (gagal jantung, penyakit ginjal, SIADH, atau kondisi lain).

Baca Juga: Tinggi Sodium, 5 Makanan Ini Harus Dihindari Penderita Darah Tinggi

3. Diagnosis hiponatremia

Mengenal Hiponatremia, yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan Natriumpixabay.com/jashina

Dalam menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan serangkaian prosedur medis seperti tes darah untuk memeriksa kadar natrium dalam darah.

Jika pasien tidak menunjukkan gejala hiponatremia, kemungkinan dokter akan melakukan pemeriksaan dengan panel metabolik dasar.

Selain itu, tes urine mungkin juga akan diterapkan untuk mengetahui kadar natrium yang ada dalam urine.

4. Pengobatan dan perawatan bagi penderita hiponatremia

Mengenal Hiponatremia, yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan NatriumPexels.com/Anna Shvets

Pada dasarnya,pengobatan dan perawatan untuk memulihkan pasien dengan diagnosis hiponatremia tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Opsi pengobatan dan perawatan dapat disarankan dokter, yang meliputi pengurangan asupan cairan, mengobati kondisi yang mendasari, penyesuaian dosis obat diuretik, konsumsi obat untuk mengatasi gejala tertentu (sakit kepala, mual, atau kejang), serta pemberian larutan natrium secara intravena.

5. Bagaimana cara mencegah hiponatremia

Mengenal Hiponatremia, yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan NatriumUnsplash.com/Maria Di Lorenzo

Penting untuk dicatat bahwa menjaga keseimbangan kadar air dan elektrolit dapat membantu mencegah terjadinya hiponatremia. Jika kamu seorang atlet atau pribadi yang aktif secara fisik, kamu disarankan untuk menjaga pasokan air minum dalam jumlah cukup ketika berolahraga.

Sementara, pada hari-hari biasa disarankan minum air sebanyak 2,2 liter pada perempuan, sedangkan pada laki-laki sebanyak 3 liter per hari, terlebih jika cuaca panas, tengah berada di ketinggian, sedang hamil atau menyusui, mengalami muntah atau diare, dan demam.

Melansir Mayo Clinic, komplikasi hiponatremia dapat menyebabkan efek yang berpotensi bahaya seperti pembengkakan otak yang cepat, koma, hingga kematian.

Mengingat adanya konsekuensi serius hiponatremia bagi kesehatan, maka penting untuk memastikan konsentrasi natrium dalam darah seimbang. Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter berkaitan dengan gejala-gejala yang dirasa menjadi indikasi hiponatremia.

Baca Juga: Bukan Hanya Garam, 7 Makanan Ini Tinggi Kandungan Yodium

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Riset, data, dan kepenulisan ilmiah adalah hal yang menyenangkan untuk ditelisik. Kecintaan terhadap dunia kepenulisan ditorehkannya melalui bait-bait alinea. Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya