Comscore Tracker

7 Penemuan Besar Dunia Medis di 2019, Ada Obat untuk Ebola dan HIV! 

Banyak penemuan yang bermanfaat untuk penyembuhan

Tahun 2019 segera berlalu. Jika ditelusuri lagi, pasti ada banyak pengalaman dan pencapaian yang tak terlupakan sepanjang tahun ini. Ada yang mendapatkan pekerjaan baru, pasangan, gelar, atau bahkan jabatan baru. Seluruh perjalananmu itu pastilah membentuk dirimu yang siap menyambut 2020 ini.

Bukan untukmu saja, 2019 juga merupakan tahun yang besar bagi dunia medis. Ada banyak pencapaian yang belum pernah ditaklukkan sebelumnya. Tentu semua itu akan sangat berguna untuk kepentingan manusia di tahun-tahun selanjutnya. Mulai dari penemuan obat, metode penyembuhan, hingga teknologi medis baru.

Penasaran apa saja penemuan yang dimaksud? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Robot untuk mengatasi kesepian

7 Penemuan Besar Dunia Medis di 2019, Ada Obat untuk Ebola dan HIV! punchline-gloucester.com

Kesepian adalah masalah yang tampaknya tidak bisa disepelekan. Berangkat darinya, akan muncul masalah lain seperti depresi, penyakit kronis, atau bahkan bunuh diri. Melihat hal ini, Service Robotics Limited akhirnya menawarkan solusi untuk melawan kesepian, yaitu berupa robot pendamping.

Mereka menamakannya Genie Connect, robot yang bisa berperan sebagai teman di kala kesepian melanda, terutama untuk orang tua yang lebih rentan terhadapnya. Genie Connect dapat mengobrol, menjadi pengingat minum obat, dan bahkan menginisiasi video chat dengan anggota keluarga pemiliknya. 

2. Smart inhaler

7 Penemuan Besar Dunia Medis di 2019, Ada Obat untuk Ebola dan HIV! kenresearch.com

Inhaler adalah salah satu obat yang tidak boleh dilupakan oleh para penderita asma. Namun menurut riset dari Journal of Aerosol Medicine and Pulmonary Drug Delivery tahun 2017, sekitar 94 persen pasien tidak menggunakan alat tersebut dengan benar. 

Maka dari itu, untuk membantu penggunaan inhaler yang tepat sesuai dengan anjuran, badan bernama Allergy & Asthma Network menciptakan smart inhaler. Alat tersebut dapat memberikan instruksi, mencatat dosis, serta tanggal dan waktu penggunaan.

Semua data akan dikirimkan ke smartphone pengguna. Menurut percobaan yang dilakukan, gejala asma pada penggunanya terbukti berkurang.

3. Obat untuk penyakit cystic fibrosis

7 Penemuan Besar Dunia Medis di 2019, Ada Obat untuk Ebola dan HIV! newscientist.com

Cystic fibrosis adalah kondisi kesehatan akut yang menyerang paru-paru dan pencernaan. Tubuh tidak mampu untuk mengontrol produksi lendir yang kemudian akan menyumbat pernapasan pasien. Bukan hanya itu, penderita pun tidak boleh berdekatan dengan satu sama lain karena akan menyebabkan lendir semakin ganas.

Namun kabar baiknya, tahun ini studi dari New England Journal of Medicine dan The Lancet menemukan pengobatan untuk penyakit tersebut. Para peneliti menyebutnya terapi Trikafta, yaitu kombinasi antara elexcaftor, ivacaftor, dan tezacaftor

Pengobatan ini terbukti aman digunakan untuk puluhan ribu pasien cystic fibrosis di luar sana. Food and Drug Administration bahkan menyetujui Trikafta untuk segera diterapkan sebagai penyembuhan resmi cystic fibrosis. 

Baca Juga: 5 Terapi Non Medis Ini Bisa Bantu Penyembuhan Ragam Penyakit

4. MRI scan untuk mendeteksi demensia sejak dini

7 Penemuan Besar Dunia Medis di 2019, Ada Obat untuk Ebola dan HIV! frujusports.com.ng

Demensia adalah penyakit degeneratif otak yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Seperti deksripsi tersebut, penyakit ini banyak diderita oleh orang tua, terutama yang berusia di atas 50 tahun. Tak disangka demensia termasuk dalam salah satu penyakit penyebab kematian terbanyak.

Deteksi demensia adalah hal yang sulit dilakukan. Namun pada tahun ini, Oxford Brain Diagnotics berhasil mengembangkan teknologi MRI Scan untuk melakukannya. Mereka menyebutnya cortical disarray measurement (CDM). Metode tersebut akan mendeteksi perubahan pada otak manusia melalui struktur mikroskopis.

5. Keberhasilan WHO menyembuhkan pasien ebola

7 Penemuan Besar Dunia Medis di 2019, Ada Obat untuk Ebola dan HIV! nyt.com

Ebola adalah virus langka yang sangat berbahaya untuk manusia. Sekali menyerang, ia akan sangat mudah menular dan mewabah. Bahkan menurut data dari WebMD, virus ini dapat membunuh 90 persen dari penderitanya.

Tahun ini ebola sempat menjangkit warga di Kongo, Afrika. Peneliti World Health Organization (WHO) turun untuk menangani penyakit tersebut. Jalan mereka tidak mudah.

Namun untungnya, para peneliti tersebut berhasil menciptakan dua pengobatan untuk ebola, yaitu berupa vaksin dan injeksi antibodi bernama ZMapp. Tingkat keberhasilan metode tersebut pun mencapai 90 persen.

6. Bahaya dari vape terkuak

7 Penemuan Besar Dunia Medis di 2019, Ada Obat untuk Ebola dan HIV! techspot.com

Beberapa tahun belakangan, vape menjadi tren di dunia, terutama di kalangan anak muda. Sejak tren tersebut populer, muncul perdebatan mengenai bahaya dan manfaat dari vape. Ada yang mengatakan bahwa rokok elektrik tersebut bisa membantu perokok aktif untuk lepas dari kecanduannya. Ada pula yang menampik dan mengatakan bahwa vape sama berbahayanya dengan rokok biasa. 

Namun tahun ini, peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa vape telah membunuh 40 orang dan membuat 2.000 orang menderita penyakit paru-paru. Kandungan zat kimia vitamin E yang terdapat di dalamnya merupakan penyebab dari hal tersebut. Memang tidak seberbahaya rokok biasa, tapi vape tetap menyimpan dampak buruknya sendiri. 

7. Satu pasien HIV sembuh dari penyakit tersebut

7 Penemuan Besar Dunia Medis di 2019, Ada Obat untuk Ebola dan HIV! cloudfront.net

Selama bertahun-tahun, ilmuwan telah mencoba memerangi HIV, penyakit antibodi yang sangat sulit untuk disembuhkan. Tampaknya usaha tersebut menemukan jalan terang.

Dilansir dari New York Times, tahun ini, ada seorang pasien yang sembuh dari penyakit tersebut. Ini adalah kasus kedua yang terjadi setelah 12 tahun lalu.

Para ahli mengobatinya dengan metode transplantasi sumsum tulang. Tentunya ini bukanlah upaya yang mudah. Prosesnya sangat lambat dan membutuhkan waktu yang lama. Namun metode ini membukakan jalan terang untuk ribuan pasien HIV di luar sana. 

Wah, ternyata banyak juga ya pencapaian para peneliti dan ilmuwan di bidang medis! Semoga di tahun depan, semakin banyak lagi penemuan yang berguna untuk kemaslahatan orang banyak, ya!

Baca Juga: Sering Menatap Layar Gadget Terlalu Lama? Ini 7 Efeknya bagi Kesehatan

Topic:

  • Izza Namira
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya