Vaksin human papillomavirus (HPV) merupakan vaksin yang dapat mencegah dari beberapa jenis kanker, terutama kanker serviks. Vaksin ini sudah bisa diberikan sejak anak-anak memasuki usia remaja hingga usia dewasa.
Vaksinasi HPV termasuk ke dalam serangkaian imunisasi rutin wajib di Indonesia. Vaksin ini diwajibkan untuk anak perempuan kelas 5-6 SD (usia 11 dan 12 tahun) dan dilaksanakan setiap tahun pada bulan Agustus dalam program kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Pemberian vaksin HPV secara gratis ini untuk membantu melindungi anak perempuan yang memenuhi kriteria dari kanker serviks atau kanker leher rahim yang berkaitan dengan HPV. Bagi sebagian besar orang, HPV umumnya dapat hilang dengan sendirinya. Namun, infeksi berkepanjangan dari tipe HPV tertentu dapat menyebabkan beberapa jenis kanker.
Kanker leher rahim (serviks) merupakan jenis kanker penyebab kematian tertinggi nomor dua dan salah satu beban pembiayaan kesehatan terbesar di Indonesia. Tahun 2021 (data Globocan), terdapat 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia dengan angka kematian yang terus meningkat.
Penyebabnya beragam, tetapi sebagian besar disebabkan oleh infeksi HPV, yaitu sekitar 95 persen. Walaupun memiliki risiko kematian yang tinggi, tetapi kanker serviks dapat dicegah. Salah satunya upaya pencegahan terbaik yaitu melalui pemberian vaksinasi HPV.
Mungkin sebagian orang ingin tahu alasan mengapa vaksin HPV diberikan pada usia anak-anak, padahal usia tersebut masih belum aktif secara seksual. Supaya lebih paham, mari baca bersama penjelasannya di bawah ini.
