Agar pola tidur tidak makin terpotong-potong selama Ramadan, pendekatan yang dianjurkan adalah menjaga konsistensi ritme sirkadian dan meminimalkan gangguan metabolik pada malam hari, yakni dengan cara:
Usahakan tetap memiliki jam tidur dan bangun yang teratur, meskipun harus bangun untuk sahur. Jika tidur malam terpotong, lakukan tidur siang singkat (power nap 20–30 menit) untuk membantu mengurangi "utang tidur" tanpa mengganggu tidur malam berikutnya.
Berikan jeda sekitar 2–3 jam antara makan besar dan waktu tidur untuk mengurangi risiko refluks dan gangguan pencernaan. Pilih makanan sahur yang seimbang yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat agar energi lebih stabil dan tidak memicu gangguan lambung.
Kafein punya waktu paruh sekitar 4–6 jam, artinya butuh waktu berjam‑jam agar efeknya berkurang setengahnya; efek stimulannya bisa menunda waktu tidur dan menurunkan kualitas tidur.
Paparan cahaya terang pada pagi hari membantu mengatur ulang ritme biologis, sementara mengurangi cahaya terang dan paparan layar gawai menjelang tidur dapat mendukung produksi melatonin.
Tidur yang dilakukan dalam satu waktu penuh tanpa sering terbangun biasanya membuat tubuh terasa lebih segar dibanding tidur yang terpotong-potong, walaupun total jam tidurnya sebenarnya sama.
Perubahan pola tidur selama Ramadan merupakan respons fisiologis terhadap pergeseran jadwal makan, aktivitas malam, dan ritme biologis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur dapat berubah, terutama ketika tidur menjadi terpotong-potong. Meski demikian, dengan pengaturan jadwal yang lebih konsisten dan strategi sederhana sleep hygiene, gangguan ini dapat diminimalkan.
Referensi
BaHammam, Ahmed S., Khalid Almushailhi, Seithikurippu R. Pandi‐Perumal, and Munir M. Sharif. “Intermittent Fasting During Ramadan: Does It Affect Sleep?” Journal of Sleep Research 23, no. 1 (August 12, 2013): 35–43.
Bahammam, A. “Does Ramadan Fasting Affect Sleep?” International Journal of Clinical Practice 60, no. 12 (May 2, 2006): 1631–37.
Khan, Saadat Ali, Muhammad Zaheer, Saadia Aiza, and M. A Hafeez. “SLEEP AND WAKEFULNESS DURING HOLY MONTH OF RAMADAN.” Pjp.Pps.Org.Pk, December 31, 2006.
Ahmed, Darya Rostam, Mohammad Al Diab Al Azzawi, Jaafar O. Ahmed, Amr Elzahaby, Ayham Mohammad Hussein, and Reinhard Heun. “Systematic Review Reveals Mental Health Benefits of Ramadan Fasting With Mixed Effects on Sleep Quality and Cognitive Functioning.” Discover Psychology 6, no. 1 (December 27, 2025).