Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ketahui Risiko Red 40, Pewarna Merah pada Makanan

3 min read
Ketahui Risiko Red 40, Pewarna Merah pada Makanan
ilustrasi permen berwarna merah (pexels.com/Ray Suarez)
  • Red 40 atau Allura Red AC adalah pewarna sintetis pada berbagai makanan, dengan nama label seperti FD&C Red No. 40 dan INS 129.

  • Studi menunjukkan sebagian anak mungkin sensitif terhadap pewarna sintetis, tetapi bukti belum membuktikan Red 40 sendiri menyebabkan ADHD; dampak usus pada manusia juga belum pasti.

  • Regulator belum menemukan bukti Red 40 pada kadar diizinkan menyebabkan kanker pada manusia; BPOM mengatur batas penggunaan berdasarkan kategori pangan dan konsumen dapat memeriksa label.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Warna merah cerah pada permen, minuman, sereal, atau kue dapat berasal dari Red 40, pewarna sintetis yang juga dikenal sebagai Allura Red AC. Di label, namanya bisa berbeda-beda, misalnya FD&C Red No. 40 atau INS 129.

Red 40 kerap dibahas karena dugaan kaitannya dengan hiperaktivitas pada anak, gangguan usus, bahkan kanker. Bagaimana bukti-bukti yang ada?

  1. 1. Perilaku anak

    Sebuah pengujian pada anak meneliti campuran beberapa pewarna makanan, termasuk Allura Red, bersama natrium benzoat. Karena yang diberikan adalah campuran, hasilnya tidak bisa memastikan bahwa Red 40 sendirilah yang memengaruhi perilaku.

    Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) juga menilai hasil penelitian tersebut memiliki sejumlah keterbatasan dan belum cukup untuk mengubah batas asupan yang berlaku.

    Tinjauan penelitian pada anak pada 2022 menemukan sinyal perubahan aktivitas atau perhatian dalam sebagian studi tentang pewarna sintetis secara umum. Namun, temuan itu tidak membuktikan Red 40 menyebabkan ADHD.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa kebanyakan anak tidak mengalami dampak buruk dari pewarna makanan, meski sebagian anak mungkin lebih sensitif.

  2. 2. Peradangan usus

    Studi dalam jurnal Nature Communications pada 2022 menemukan bahwa paparan Red 40 secara terus-menerus memperburuk peradangan dalam model kolitis pada tikus. Namun, paparan berkala—yang oleh peneliti dianggap lebih menyerupai pola konsumsi manusia—tidak meningkatkan kerentanan tikus terhadap kolitis dalam percobaan tersebut.

    Para peneliti menegaskan bahwa belum diketahui apakah efek serupa terjadi pada manusia.

  3. 3. Kanker

    Aneka permen warna-warni berbentuk bulat dan lonjong tersusun rapat sebagai ilustrasi camilan manis berwarna cerah.
    ilustrasi permen warna-warni (pexels.com/www.kaboompics.com)

    EFSA melaporkan bahwa Allura Red tidak menunjukkan efek genotoksik dalam uji laboratorium tertentu maupun efek karsinogenik dalam studi jangka panjang pada hewan yang ditinjau.

    Komite Ahli Gabungan FAO/WHO untuk Bahan Tambahan Pangan (JECFA) menetapkan asupan harian yang dapat diterima sebesar 0–7 miligram per kilogram berat badan. Batas ini adalah tolok ukur paparan harian jangka panjang.

    Bukti yang dievaluasi regulator saat ini belum menetapkan bahwa konsumsi Red 40 pada kadar yang diizinkan menyebabkan kanker pada manusia.

  4. 4. Perhatikan label jika ingin membatasi konsumsinya

    BPOM mencatat Merah Allura CI No. 16035 (Allura Red AC) sebagai pewarna pangan INS 129 dan menetapkan batas penggunaan berbeda menurut kategori makanan. Artinya, aturan penggunaan bergantung pada jenis pangan.

    Jika ingin mengurangi paparan, periksa daftar komposisi dan cari nama seperti Allura Red AC, Red 40, FD&C Red No. 40, atau INS 129.

    Untuk anak yang diduga sensitif terhadap pewarna, diskusikan kekhawatiran dan gejalanya dengan dokter. Bukti yang ada belum mendukung kesimpulan bahwa semua anak perlu menghindari Red 40.

    Referensi

    U.S. Food and Drug Administration, “Color Additives Questions and Answers for Consumers,” diakses 4 Oktober 2026.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, “Pencarian Global Bahan Tambahan Pangan,” diakses 4 Oktober 2026.

    EFSA Panel on Food Additives and Nutrient Sources Added to Food, “Scientific Opinion on the Re-evaluation of Allura Red AC (E 129) as a Food Additive,” EFSA Journal 7, no. 11 (2009): 1327, https://doi.org/10.2903/j.efsa.2009.1327.

    European Food Safety Authority, “EFSA Evaluates Southampton Study on Food Additives and Child Behaviour,” diakses 4 Oktober 2026.

    Mark D. Miller et al., “Potential Impacts of Synthetic Food Dyes on Activity and Attention in Children: A Review of the Human and Animal Evidence,” Environmental Health 21 (2022): 45, https://doi.org/10.1186/s12940-022-00849-9.

    U.S. Food and Drug Administration, “Color Additives Questions and Answers for Consumers,” diakses 4 Oktober 2026.

    Yun Han Kwon et al., “Chronic Exposure to Synthetic Food Colorant Allura Red AC Promotes Susceptibility to Experimental Colitis via Intestinal Serotonin in Mice,” Nature Communications 13 (2022): 7617, https://doi.org/10.1038/s41467-022-35309-y.

    Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives, “Allura Red AC,” JECFA Database, diakses 4 Oktober 2026.

    World Health Organization, “Food Additives,” diakses 4 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More