Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Mi Instan Pasti Mengandung Pengawet?

Apakah Mi Instan Pasti Mengandung Pengawet?
ilustrasi mi instan di toko (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Mi instan tidak selalu menggunakan bahan pengawet karena proses pengeringan sudah cukup untuk memperpanjang masa simpan.

  • Metode seperti penggorengan cepat atau pengeringan udara panas menurunkan kadar air sehingga mikroorganisme sulit berkembang.

  • Daya tahan mi instan lebih banyak dipengaruhi oleh proses produksi dan kemasan kedap udara, bukan semata karena bahan pengawet.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selain enak, mi instan disukai karena mudah dibuat dan masa simpan yang cukup lama, bahkan bisa mencapai lebih dari satu tahun. Karenanya, banyak orang menganggap mi instan pasti mengandung bahan pengawet dalam jumlah besar. Anggapan ini cukup umum, tetapi tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, banyak produk mi instan tahan lama bukan karena pengawet, melainkan karena proses produksi yang dirancang untuk mengurangi kadar air dalam produk.

Pengurangan kadar air merupakan salah satu metode pengawetan pangan paling efektif karena mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang. Dengan kadar air yang sangat rendah, makanan dapat disimpan lebih lama tanpa harus selalu menggunakan bahan pengawet kimia.

Table of Content

1. Proses pengeringan pada mi instan

1. Proses pengeringan pada mi instan

Kunci utama daya tahan mi instan terletak pada proses pengeringan setelah adonan mi dibentuk dan dimasak.

Sebagian besar mi instan diproduksi melalui proses berikut:

  1. Adonan tepung dibentuk menjadi lembaran mi.
  2. Mi kemudian dikukus untuk mematangkan pati.
  3. Setelah itu mi dikeringkan melalui penggorengan cepat dalam minyak panas atau melalui pengeringan udara panas.

Penelitian menjelaskan bahwa proses penggorengan cepat pada mi instan menurunkan kadar air hingga sekitar 3–8 persen, jauh lebih rendah dibandingkan mi segar.

Dengan kadar air yang sangat rendah, mikroorganisme seperti bakteri dan jamur sulit berkembang, sehingga mi dapat disimpan lebih lama tanpa cepat rusak.

2. Kenapa makanan kering lebih awet?

Seorang laki-laki membeli mi instan.
ilustrasi membeli mi instan (pexels.com/かわい サムライ)

Daya tahan mi instan berkaitan erat dengan konsep aktivitas air (water activity) dalam ilmu pangan. Aktivitas air menggambarkan jumlah air yang tersedia bagi mikroorganisme untuk tumbuh.

Menurut penelitian, sebagian besar bakteri membutuhkan aktivitas air di atas 0,90 untuk berkembang, sedangkan makanan kering seperti mi instan memiliki nilai yang jauh lebih rendah.

Ketika aktivitas air rendah, pertumbuhan mikroorganisme menjadi sangat terbatas. Inilah alasan mengapa makanan kering seperti mi instan, biskuit, atau susu bubuk dapat disimpan dalam waktu lama.

3. Apakah artinya mi instan sama sekali tidak mengandung pengawet?

Walaupun proses pengeringan sudah cukup untuk menjaga daya tahan produk, tetapi beberapa produk mi instan tetap dapat mengandung bahan tambahan makanan. Namun, bahan tambahan ini tidak selalu berfungsi sebagai pengawet. Banyak di antaranya digunakan untuk tujuan lain, seperti:

  • Meningkatkan rasa.
  • Menjaga tekstur.
  • Mencegah oksidasi minyak.

Penggunaan bahan tambahan makanan diatur secara ketat untuk memastikan keamanan pangan. Sebagai contoh, antioksidan kadang ditambahkan untuk mencegah minyak dalam mi menjadi tengik selama penyimpanan. Hal ini berbeda dengan pengawet yang secara khusus bertujuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

4. Peran kemasan dalam masa simpan mi instan

Ilustrasi kemasan mi instan.
ilustrasi kemasan mi instan (unsplash.com/bich tran)

Selain proses pengeringan, kemasan juga berperan penting dalam menjaga kualitas mi instan. Produk mi instan biasanya dikemas dalam plastik atau wadah kedap udara yang dirancang untuk melindungi produk dari kelembapan, oksigen, dan kontaminasi mikroba.

Penelitian menunjukkan bahwa kemasan yang baik dapat memperlambat proses oksidasi dan menjaga stabilitas produk pangan kering selama penyimpanan.

Tanpa perlindungan kemasan yang baik, mi instan dapat menyerap kelembapan dari lingkungan dan menjadi lebih cepat rusak.

Mi instan sering dianggap tahan lama karena mengandung pengawet. Namun nyatanya, daya tahan produk ini terutama berasal dari proses pengeringan yang menurunkan kadar air secara drastis.

Kadar air yang rendah membuat mikroorganisme sulit berkembang, sehingga mi instan dapat disimpan dalam waktu lama meskipun tidak selalu menggunakan bahan pengawet.

Selain itu, kemasan yang kedap udara juga berperan penting dalam menjaga kualitas dan keamanan produk.

Referensi

Food and Agriculture Organization of the United Nations. “Food Preservation Methods.” Diakses Maret 2026.

Bin Xiao Fu, “Asian Noodles: History, Classification, Raw Materials, and Processing,” Food Research International 41, no. 9 (December 5, 2007): 888–902, https://doi.org/10.1016/j.foodres.2007.11.007.

Neelam Gulia, Vandana Dhaka, and B. S. Khatkar, “Instant Noodles: Processing, Quality, and Nutritional Aspects,” Critical Reviews in Food Science and Nutrition 54, no. 10 (May 14, 2013): 1386–99, https://doi.org/10.1080/10408398.2011.638227.

Beuchat, Larry R. “Water Activity and Food Safety.” Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety.
https://ift.onlinelibrary.wiley.com

World Health Organization & Codex Alimentarius Commission. “Food Additives and Food Safety.” Diakses Maret 2026.

Gordon L. Robertson, Food Packaging and Shelf Life, 2009, https://doi.org/10.1201/9781420078459.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More