ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)
Sebagian besar kasus keracunan makanan dapat membaik dengan istirahat dan mencukupi kebutuhan cairan. Namun, diare dan muntah yang terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan perlu mendapat perhatian, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Segera cari pertolongan medis jika muncul diare berdarah, nyeri perut yang berat, demam tinggi, muntah terus-menerus, tanda-tanda dehidrasi, atau gejala yang tidak kunjung membaik.
Jadi, satu orang bisa keracunan makanan sementara orang lain yang menyantap menu sama tetap sehat karena respons tubuh terhadap paparan tidak selalu sama.
Jumlah kontaminan dalam porsi makanan, banyaknya makanan yang dikonsumsi, asam lambung, mikrobioma usus, sistem imun, usia, kondisi kesehatan, hingga obat yang digunakan dapat memengaruhi hasil akhirnya.
Referensi
BBC. Diakses pada September 2026. "Why do Some People Get Food Poisoning More Easily than Others?"
Huffpost. Diakses pada September 2026. "So That's Why Some People Get Food Poisoning And Others Don't."
Liv Hospital. Diakses pada September 2026. "Why Does Only One Person Get Food Poisoning From the Same Meal?"
Michigan State University. Diakses pada September 2026. "Why did My Friend Get Sick When I didn’t and We Ate the Same Food?"