Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Makan Terlalu Sedikit Bisa Memengaruhi Daya Tahan Tubuh?

6 min read
Mengapa Makan Terlalu Sedikit Bisa Memengaruhi Daya Tahan Tubuh?
ilustrasi makan terlalu sedikit (pexels.com/Ivan S)
  • Asupan terlalu sedikit dapat melemahkan sistem imun karena tubuh kekurangan energi, protein, vitamin, dan mineral untuk membentuk sel kekebalan, antibodi, serta respons terhadap infeksi.

  • Kekurangan energi berkepanjangan membuat tubuh memprioritaskan organ vital dan dapat menekan respons imun; perubahan hormon juga memengaruhi cara tubuh mempertahankan diri.

  • Nutrisi yang kurang meningkatkan risiko infeksi, sementara sakit dapat memperburuk kekurangan asupan; makan teratur dan beragam membantu memenuhi kebutuhan imunitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makan terlalu sedikit bukan hanya membuat tubuh kekurangan energi untuk beraktivitas. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat melemahkan sistem imun. Pasalnya, sel-sel kekebalan membutuhkan energi, protein, vitamin, dan mineral untuk bekerja dengan baik.

Saat tubuh terpapar virus atau bakteri, sistem imun harus bekerja ekstra untuk mengenali dan melawan kuman penyebab penyakit. Jika asupan nutrisi tidak mencukupi, kemampuan pertahanan tubuh pun bisa menurun.

  1. 1. Sistem imun membutuhkan energi untuk bekerja

    Melawan infeksi membutuhkan banyak energi. Saat virus atau bakteri masuk ke tubuh, sistem imun harus mengaktifkan berbagai sel kekebalan, memproduksi antibodi, dan menjalankan beragam mekanisme pertahanan untuk melawan kuman penyebab penyakit.

    Semua proses tersebut memerlukan energi serta berbagai zat gizi yang diperoleh dari makanan. Jika asupan makanan terus-menerus terlalu sedikit, tubuh dapat kekurangan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung kerja sistem imun secara optimal.

    Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan energi dan nutrisi yang berat dapat mengganggu fungsi sistem imun, baik pertahanan bawaan maupun sistem imun adaptif. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan proses pemulihan bisa berlangsung lebih lama.

  2. 2. Kekurangan protein juga bisa mengganggu imun

    Protein adalah salah satu zat gizi yang sangat penting bagi sistem imun. Antibodi, reseptor pada sel imun, dan berbagai molekul yang membantu sel-sel kekebalan berkomunikasi sebagian besar tersusun dari protein.

    Ketika asupan makanan terlalu sedikit, terutama jika kekurangan sumber protein, tubuh dapat kekurangan asam amino yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Pada kondisi kekurangan gizi yang berat, produksi dan fungsi beberapa jenis sel darah putih juga dapat menurun.

    Karena itu, pola makan yang sangat ketat, sering melewatkan waktu makan, atau kondisi yang membuat seseorang sulit memenuhi kebutuhan gizinya dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

  3. 3. Kekurangan mikronutrien juga perlu diperhatikan

    Ilustrasi diet dengan elemen makanan sehat dan pengaturan pola makan untuk mendukung penurunan berat badan.
    ilustrasi diet (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

    Makan terlalu sedikit bukan hanya membuat tubuh kekurangan kalori. Jika porsi dan variasi makanan berkurang, asupan vitamin serta mineral penting untuk sistem imun juga bisa ikut tidak terpenuhi. Beberapa mikronutrien yang berperan dalam menjaga fungsi kekebalan tubuh antara lain:

    • Zink membantu perkembangan dan fungsi sel imun serta mendukung respons tubuh terhadap infeksi virus. Kekurangan zink dapat mengganggu kerja sel seperti fagosit dan limfosit.
    • Vitamin A membantu menjaga lapisan pelindung tubuh, termasuk kulit dan selaput lendir yang menjadi salah satu pertahanan pertama terhadap kuman.
    • Vitamin C berperan dalam fungsi berbagai sel kekebalan sekaligus membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.
    • Vitamin D ikut mengatur respons sistem imun sehingga pertahanan tubuh dapat bekerja secara terkontrol saat menghadapi ancaman.
    • Selenium dan vitamin E membantu sistem antioksidan tubuh yang berfungsi melindungi sel, termasuk sel imun, dari kerusakan akibat stres oksidatif.

  4. 4. Tubuh akan menghemat energi saat asupan terlalu rendah

    Tubuh memiliki mekanisme untuk bertahan ketika energi yang masuk tidak mencukupi. Fungsi yang dianggap paling penting, seperti menjaga suhu tubuh, sirkulasi darah, aktivitas otak, dan kerja organ vital akan tetap diprioritaskan.

    Sementara itu, beberapa proses lain dapat ditekan agar penggunaan energi menjadi lebih hemat. Respons imun termasuk salah satu fungsi yang dapat terpengaruh ketika tubuh mengalami kekurangan energi dalam waktu lama.

    Perubahan hormon juga ikut berperan. Rendahnya ketersediaan energi dapat memengaruhi sinyal leptin dan hormon stres yang berkaitan dengan pengaturan sistem imun. Jadi, tubuh yang terus-menerus kekurangan asupan bukan sekadar merasa lapar, tetapi juga dapat mengalami perubahan dalam cara mempertahankan dirinya.

  5. 5. Kekurangan nutrisi dan infeksi bisa menjadi siklus

    Hubungan antara nutrisi dan infeksi berjalan dua arah. Ketika asupan makanan tidak mencukupi, pertahanan tubuh dapat melemah sehingga risiko mengalami infeksi meningkat.

    Sebaliknya, saat sedang sakit, kebutuhan energi dan nutrisi tubuh dapat meningkat. Nafsu makan juga sering menurun, sementara beberapa infeksi dapat menyebabkan muntah, diare, atau gangguan penyerapan nutrisi.

    Akibatnya, seseorang yang sudah kekurangan nutrisi bisa semakin sulit memenuhi kebutuhannya ketika mengalami infeksi. Siklus ini terutama perlu diperhatikan pada anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit kronis yang lebih rentan mengalami masalah nutrisi.

  6. 6. Tanda tubuh kekurangan asupan

    Ilustrasi kekurangan asupan makanan yang menggambarkan kondisi tubuh saat kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi.
    ilustrasi kekurangan asupan makan (magnific.com/stockking)

    Makan terlalu sedikit tidak selalu langsung terlihat dari penurunan berat badan yang drastis. Tubuh bisa menunjukkan beberapa tanda ketika kebutuhan energi dan nutrisinya tidak terpenuhi, seperti:

    • Lebih sering mengalami flu atau infeksi, karena sistem imun tidak bekerja secara optimal.
    • Membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih saat sakit.
    • Luka lebih lama sembuh, karena tubuh membutuhkan energi dan protein untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
    • Sering merasa lelah atau lemas, terutama jika kekurangan energi berlangsung terus-menerus.
    • Rambut menipis atau kuku mudah rapuh, yang dapat terjadi ketika asupan zat gizi tertentu tidak mencukupi.
    • Sering merasa kedinginan, karena tubuh mengurangi penggunaan energi untuk mempertahankan fungsi yang dianggap lebih penting.
    • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur, terutama ketika tubuh mengalami kekurangan energi yang cukup berat.
    • Sulit berkonsentrasi atau suasana hati menurun, yang juga dapat dipengaruhi oleh kurangnya energi dan nutrisi.

  7. 7. Penuhi kebutuhan nutrisi untuk mendukung imunitas

    Tidak ada satu makanan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh secara instan. Yang lebih penting adalah memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi secara konsisten melalui pola makan yang beragam.

    Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan antara lain:

    • Makan secara teratur, daripada membiarkan tubuh terlalu lama tanpa asupan makanan.
    • Sertakan sumber protein dalam sebagian besar waktu makan, seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, susu, kacang-kacangan, atau lentil.
    • Perbanyak buah dan sayuran, yang menyediakan vitamin, mineral, serat, serta berbagai senyawa alami yang dibutuhkan tubuh.
    • Lengkapi makanan dengan biji-bijian utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, dan lemak sehat untuk membantu memenuhi kebutuhan energi serta zat gizi penting.
    • Cari bantuan dokter atau ahli gizi jika berat badan terus turun, pola makan semakin terbatas, atau seseorang sering mengalami sakit.

    Jadi, sistem imun tidak hanya bergantung pada suplemen atau makanan tertentu. Tubuh membutuhkan asupan yang cukup dan beragam agar sistem pertahanannya memiliki energi serta bahan yang diperlukan untuk bekerja dengan baik.

    Referensi

    Arneth, B. (2025). Interactions among nutrition, metabolism and the immune system in the context of starvation and nutrition-stimulated obesity. Nutrition & Diabetes, 15(1), 26. https://doi.org/10.1038/s41387-025-00383-w.

    Calder, P. C. (2013). Feeding the immune system. Proceedings of the Nutrition Society, 72(3), 299–309. https://doi.org/10.1017/S0029665113001286.

    Cymbiotika. Diakses pada Oktober 2026. "Can Not Eating Enough Weaken Your Immune System?"

    Equip. Diakses pada Oktober 2026. "What Happens If You Don’t Eat Enough? 9 Ways Undereating Affects Your Body and Mind."

    The Nutrition Source. Diakses pada Oktober 2026. "Nutrition and Immunity."

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More