"Malnutrition." World Health Organization. Diakses Januari 2026.
T. Cederholm et al., “ESPEN Guidelines on Definitions and Terminology of Clinical Nutrition,” Clinical Nutrition 36, no. 1 (September 15, 2016): 49–64, https://doi.org/10.1016/j.clnu.2016.09.004.
Dorothee Volkert et al., “ESPEN Practical Guideline: Clinical Nutrition and Hydration in Geriatrics,” Clinical Nutrition 41, no. 4 (March 4, 2022): 958–89, https://doi.org/10.1016/j.clnu.2022.01.024.
"Dietary Supplements Fact Sheets." National Institutes of Health (NIH). Diakses Januari 2026.
"Risk of Malnutrition and Nutritional Considerations for Patients on Surgically and Medically Prescribed Weight Loss Therapies." American Society for Parenteral and Enteral Nutrition. Diakses Januari 2026.
8 Gejala Malnutrisi pada Orang Dewasa, Apakah Kamu Mengalaminya?

Penurunan berat badan tanpa disadari adalah tanda klasik malnutrisi pada orang dewasa, sering disertai rasa lemas dan penurunan fungsi fisik.
Rasa lelah yang menetap, massa otot menyusut, dan tubuh terasa lebih lemah bisa menjadi tanda kekurangan energi dan zat gizi penting.
Rambut rontok, kulit kering, luka sulit sembuh, gangguan konsentrasi, sistem imun melemah, serta nafsu makan menurun juga merupakan gejala malnutrisi pada orang dewasa.
Malnutrisi adalah kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, seimbang, atau sesuai kebutuhan. Kekurangan ini bisa menyangkut energi, protein, vitamin, mineral, atau kombinasi semuanya.
Malnutrisi tidak selalu identik dengan tubuh sangat kurus. Seseorang dengan berat badan normal bahkan berlebih tetap bisa mengalaminya.
Pada orang dewasa, malnutrisi sering berkembang perlahan. Pola makan yang tampak “cukup” secara kuantitas belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi mikro. Kondisi ini kerap luput dikenali karena gejalanya samar, tidak dramatis, dan sering dianggap bagian dari stres, penuaan, atau kelelahan biasa.
Malnutrisi pada orang dewasa merupakan masalah kesehatan global, terutama pada lansia, pasien penyakit kronis, serta individu dengan perubahan pola makan ekstrem, termasuk akibat penggunaan obat penekan nafsu makan terbaru.
Berikut ini gejala malnutrisi pada orang dewasa yang perlu kamu ketahui.
1. Berat badan turun tanpa disadari
Penurunan berat badan yang tidak direncanakan adalah salah satu tanda paling klasik dari malnutrisi. Penurunan lebih dari 5 persen berat badan dalam 3–6 bulan tanpa usaha khusus sudah dianggap sebagai sinyal peringatan.
Pada orang dewasa, kondisi ini sering terjadi perlahan. Porsi makan mengecil, frekuensi makan berkurang, atau makanan yang dikonsumsi kurang padat nutrisi. Tanpa disadari, tubuh mulai memecah cadangan lemak dan otot untuk memenuhi kebutuhan energi.
Penurunan berat badan akibat malnutrisi sering disertai rasa lemas, mudah sakit, dan penurunan fungsi fisik. Inilah yang membedakannya dari penurunan berat badan yang sehat.
2. Mudah lelah dan kehilangan energi

Rasa lelah yang menetap meski cukup tidur bisa menjadi tanda tubuh kekurangan energi dan zat gizi penting. Kekurangan zat besi, vitamin B12, folat, atau kalori secara umum dapat mengganggu produksi energi sel.
Pada tahap awal, kelelahan ini sering dianggap akibat stres kerja atau kurang istirahat. Namun seiring waktu, aktivitas sederhana seperti berjalan jauh atau naik tangga terasa makin berat.
Penelitian menunjukkan bahwa malnutrisi memengaruhi fungsi mitokondria—“pembangkit listrik” sel—sehingga tubuh kehilangan efisiensi dalam menghasilkan energi.
3. Massa otot menyusut dan tubuh terasa lebih lemah
Malnutrisi protein-energi dapat menyebabkan penurunan massa otot, kondisi yang dikenal sebagai sarkopenia. Ini tidak hanya terjadi pada lansia, tetapi juga pada orang dewasa muda dengan asupan protein tidak memadai.
Gejalanya sering terasa sebagai kekuatan yang menurun, seperti genggaman tangan melemah, mudah pegal, atau sulit mempertahankan stamina. Secara kasatmata, tubuh mungkin tampak “mengecil” meski berat badan tidak banyak berubah.
Kehilangan otot berdampak besar pada metabolisme, keseimbangan, dan risiko cedera. Penurunan massa otot adalah indikator penting malnutrisi pada dewasa.
4. Rambut rontok dan kulit menjadi lebih kering

Rambut dan kulit termasuk jaringan yang cepat menunjukkan kekurangan nutrisi. Kekurangan protein, zink, biotin, atau asam lemak esensial dapat menyebabkan rambut rontok berlebihan dan kulit kering bersisik.
Pada kondisi malnutrisi, tubuh memprioritaskan organ vital seperti jantung dan otak. Akibatnya, suplai nutrisi ke rambut dan kulit dikurangi, sehingga kualitasnya menurun.
Perubahan ini sering disalahartikan sebagai efek usia atau hormon, padahal bisa menjadi sinyal awal gangguan nutrisi.
5. Luka sulit sembuh dan mudah memar
Proses penyembuhan luka memerlukan protein, vitamin C, zink, dan energi yang cukup. Ketika tubuh kekurangan nutrisi tersebut, luka kecil pun dapat sembuh lebih lama dari biasanya.
Mudah memar juga bisa terjadi akibat kekurangan vitamin C atau K, yang berperan dalam kesehatan pembuluh darah dan pembekuan darah.
Dalam konteks klinis, luka yang sulit sembuh sering menjadi petunjuk penting adanya malnutrisi, terutama pada pasien dewasa dengan penyakit kronis.
6. Gangguan konsentrasi dan perubahan suasana hati

Otak sangat sensitif terhadap kekurangan nutrisi. Defisiensi vitamin B kompleks, zat besi, dan asam lemak omega-3 dapat memengaruhi fungsi kognitif dan suasana hati.
Orang dewasa dengan malnutrisi sering melaporkan sulit fokus, mudah lupa, atau merasa “foggy”. Secara emosional, mereka bisa menjadi lebih mudah cemas atau murung.
Penelitian menunjukkan hubungan erat antara status gizi yang buruk dengan peningkatan risiko depresi dan penurunan kualitas hidup.
7. Sistem imun melemah dan mudah sakit
Malnutrisi melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi. Kekurangan protein, zink, vitamin A, C, dan D berperan besar dalam gangguan imun.
Gejalanya bisa berupa sering flu, infeksi yang berulang, atau durasi sakit yang lebih lama dari biasanya. Pada orang dewasa, hal ini sering dianggap “daya tahan tubuh turun” tanpa tahu akar masalahnya.
Malnutrisi dan infeksi saling memperburuk satu sama lain dalam sebuah lingkaran yang berbahaya.
8. Nafsu makan menurun atau cepat kenyang

Penurunan nafsu makan bisa menjadi penyebab sekaligus gejala malnutrisi. Pada sebagian orang dewasa, rasa kenyang datang terlalu cepat, sehingga asupan nutrisi tidak tercukupi.
Fenomena ini kini makin relevan dengan meningkatnya penggunaan obat agonis GLP-1 untuk diabetes dan penurunan berat badan. Obat ini bekerja dengan menekan nafsu makan dan memperlambat pengosongan lambung.
Tanpa pemantauan nutrisi yang tepat, pengguna GLP-1 berisiko mengalami defisit protein dan mikronutrien, meski berat badan turun.
Penyebab dan faktor risiko malnutrisi pada orang dewasa
Malnutrisi pada dewasa bersifat multifaktorial. Penyakit kronis (diabetes, kanker, penyakit pencernaan), gangguan penyerapan, masalah gigi, dan kesehatan mental berperan besar.
Faktor gaya hidup modern juga berkontribusi. Contohnya diet ekstrem, pola makan tidak teratur, terlalu sering mengonsumsi makanan ultraproses, serta penggunaan obat tertentu. GLP-1 receptor agonists, diuretika, dan obat penekan asam lambung telah dikaitkan dengan perubahan asupan dan absorpsi nutrisi.
Lansia, individu dengan kondisi sosial ekonomi rentan, serta mereka yang hidup sendiri memiliki risiko lebih tinggi.
Cara mencegah malnutrisi pada orang dewasa

Pencegahan dimulai dari kesadaran bahwa kebutuhan nutrisi berubah seiring usia dan kondisi kesehatan. Pola makan seimbang dengan protein cukup, sayur, buah, dan lemak sehat menjadi fondasi utama.
Pemantauan berat badan, massa otot, dan nafsu makan penting dilakukan, terutama saat menjalani pengobatan yang memengaruhi pola makan. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dianjurkan sebelum dan selama penggunaan obat penurun berat badan.
Pada kelompok berisiko tinggi, skrining malnutrisi secara berkala dan suplementasi yang tepat dapat mencegah komplikasi jangka panjang.
Malnutrisi pada orang dewasa sering hadir secara diam-diam, tanpa tanda yang mencolok. Sinyal dari tubuh seperti kelelahan hingga perubahan pada kulit dan rambut kerap diabaikan atau disalahartikan. Dengan memahami gejala dan faktor risikonya, termasuk pengaruh obat modern, malnutrisi dapat dicegah.
Referensi





![[QUIZ] Dari Genre Musik Ini, Kami Tahu Seberapa Tinggi Tingkat Stresmu](https://image.idntimes.com/post/20240203/photo-1487180144351-b8472da7d491-a0a51f7a58669ba98ac0be589946151c-f0c59367cceff26b5baee28bb42de4ca.jpeg)








![[QUIZ] Pilih Menu Ayam Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20260107/1000018277_1d2d966e-cff4-4b91-a355-ee3394d3e0c0.jpg)




