Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Manfaat Jantung Obat GLP-1 Bisa Menyusut Setelah Dihentikan
ilustrasi obat GLP-1 (IDN Times/Novaya Siantita)
  • Studi terhadap lebih dari 333 ribu veteran AS dengan diabetes tipe 2 menemukan bahwa manfaat kardiovaskular GLP-1 berkaitan dengan lama dan konsistensi penggunaan.

  • Dibandingkan pemakaian berkelanjutan, periode tanpa obat yang lebih panjang dikaitkan dengan risiko kejadian kardiovaskular yang lebih tinggi.

  • Studi ini mengamati rekam medis, bukan uji klinis acak. Hasilnya menunjukkan hubungan, tetapi tidak membuktikan bahwa penghentian obat menjadi penyebab langsung kenaikan risiko.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi sebagian pasien diabetes tipe 2, obat golongan GLP-1 dapat membantu mengendalikan penyakit sekaligus menurunkan risiko masalah jantung. Namun, manfaat tersebut mungkin berkurang jika pengobatan terhenti.

Sebuah studi dalam jurnal BMJ Medicine menelusuri apa yang terjadi pada risiko kardiovaskular ketika pasien melanjutkan, menghentikan, atau memberikan jeda penggunaan obat ini.

Peneliti menganalisis data kesehatan 333.687 veteran Amerika Serikat (AS) yang memiliki diabetes tipe 2. Sebanyak 132.551 orang mulai menggunakan obat GLP-1, sedangkan 201.136 orang menggunakan sulfonilurea, obat diabetes jenis lain. Mereka mengikuti kondisi peserta hingga 3 tahun dan menilai kejadian gabungan berupa serangan jantung, stroke, atau kematian dari sebab apa pun.

Manfaatnya berkaitan dengan penggunaan berkelanjutan

Dalam perbandingan dengan kelompok pengguna sulfonilurea, peserta yang menggunakan GLP-1 selama 3 tahun penuh memiliki risiko kejadian gabungan tersebut sekitar 18 persen lebih rendah. Secara absolut, perbedaannya setara dengan sekitar 4 kejadian lebih sedikit per 100 orang selama 3 tahun.

Sebaliknya, periode tanpa GLP-1 yang lebih panjang dikaitkan dengan risiko lebih tinggi dibandingkan penggunaan berkelanjutan. Dalam model penelitian, penghentian selama 6 bulan, 1 tahun, dan 2 tahun masing-masing berkaitan dengan kenaikan risiko relatif sekitar 4 persen, 14 persen, dan 22 persen.

Angka tersebut adalah perbandingan relatif dalam estimasi studi, bukan tambahan 22 poin persentase pada peluang setiap orang mengalami serangan jantung atau stroke.

Jeda pengobatan yang diikuti dengan penggunaan kembali juga dikaitkan dengan berkurangnya perlindungan kardiovaskular. Namun, bukan berarti bahwa satu kali dosis terlewat langsung memicu masalah jantung. Penelitian tersebut menghitung pola penggunaan dalam periode tertentu selama masa tindak lanjut.

Keterbatasan studi

ilustrasi seorang laki-laki menggunakan obat GLP-1 untuk menurunkan berat badan (IDN Times/NRF)

Penelitian ini menggunakan data rekam medis dan merancang analisis untuk meniru uji klinis. Peserta tidak diacak untuk berhenti atau melanjutkan obat, sehingga hasilnya menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa penghentian obat sendirilah yang menyebabkan risiko meningkat.

Faktor lain yang tak tercatat sepenuhnya juga mungkin berpengaruh.

Selain itu, peserta merupakan veteran AS yang sebagian besar berusia lebih tua dan laki-laki. Hasilnya belum tentu sama pada semua orang, misalnya pada pasien yang menggunakan obat GLP-1 untuk pengelolaan berat badan tanpa diabetes tipe 2.

Efek samping, biaya, dan kesulitan memperoleh obat dapat membuat beberapa orang menghentikan pengobatan. Jika obat terasa sulit dilanjutkan, langkah yang lebih aman adalah membicarakan pilihan dengan dokter yang meresepkannya sebelum menghentikan atau mengubah pemakaian.

Referensi

Yan Xie, Taeyoung Choi, and Ziyad Al-Aly, “Glucagon-like Peptide 1 Receptor Agonist Discontinuation and Risks of Major Adverse Cardiovascular Events in Adults with Type 2 Diabetes: Target Trial Emulation,” BMJ Medicine 5, no. 1 (2026): e002150, https://doi.org/10.1136/bmjmed-2025-002150.

WashU Medicine, “Stopping GLP-1 Drugs Can Quickly Erase Cardiovascular Benefits,” WashU Medicine, diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article