- Jadikan minuman bersoda sebagai sumber energi tambahan ketika tubuh mulai kehabisan tenaga, bukan sebagai minuman utama selama berlari
- Jangan mencobanya pertama kali saat lomba. Pastikan sudah mengujinya terlebih dahulu saat sesi latihan untuk mengetahui bagaimana respons tubuh terhadap gula, kafein, dan karbonasinya
- Tetap utamakan air putih dan minuman elektrolit. Minuman bersoda tidak mampu menggantikan kebutuhan cairan dan elektrolit yang hilang selama berlari, sehingga tetap perlu diimbangi dengan hidrasi yang cukup
- Jika memungkinkan, kombinasikan dengan makanan atau minuman bernutrisi agar kebutuhan energi dan zat gizi tetap terpenuhi
- Kurangi karbonasi sebelum diminum. Sebagian pelari memilih menghilangkan gelembung karbonasi terlebih dahulu (degassing) untuk mengurangi risiko perut kembung atau tidak nyaman saat berlari
Kenapa Pelari Konsumsi Minuman Bersoda Saat Race? Ini Alasannya

- Pelari jarak jauh kadang minum soda karena kandungan gula dan kafein dapat memberi energi cepat serta membantu fokus di fase akhir lomba.
- Meski bermanfaat, soda berisiko mengganggu hidrasi, menyebabkan gangguan pencernaan, dan tidak menggantikan elektrolit yang hilang saat berlari.
- Agar aman, pelari disarankan mencoba soda saat latihan dulu, tetap utamakan air dan elektrolit, serta kurangi karbonasi sebelum diminum.
Bagi sebagian orang, melihat pelari mengonsumsi minuman bersoda pada tengah perlombaan mungkin terdengar tidak biasa. Pasalnya, minuman bersoda selama ini lebih sering dikaitkan dengan gaya hidup kurang sehat dibandingkan dengan aktivitas olahraga. Namun, faktanya kebiasaan ini cukup umum ditemukan pada beberapa pelari, terutama saat mengikuti lomba jarak jauh.
Lantas, kenapa pelari konsumsi minuman bersoda saat lomba? Ada beberapa alasan yang berkaitan dengan kebutuhan energi, kandungan kafein, hingga strategi nutrisi selama perlombaan. Untuk mengetahui penjelasan ilmiahnya, yuk, simak ulasan berikut!
Table of Content
1. Kenapa pelari konsumsi minuman bersoda?
Beberapa pelari, terutama yang mengikuti lomba jarak jauh, seperti maraton atau ultramaraton, terkadang mengonsumsi minuman bersoda pada tengah atau menjelang akhir perlombaan. Alasannya, minuman bersoda seperti Cola mengandung gula sederhana yang dapat diserap tubuh dengan cepat.
Saat cadangan energi (glikogen) mulai menipis setelah berlari dalam waktu lama, gula tersebut dapat membantu menyediakan energi instan. Dengan begitu, pelari tetap mampu mempertahankan performanya.
Selain menjadi sumber energi cepat, minuman bersoda jenis Cola juga mengandung kafein. Kandungan ini dapat membantu meningkatkan fokus, mengurangi rasa lelah, dan membuat pelari merasa lebih bertenaga pada fase akhir perlombaan.
Meski begitu, efek kafein bisa berbeda pada setiap orang. Jika dikonsumsi berlebihan, kafein justru dapat menimbulkan efek samping seperti jantung berdebar atau gangguan pencernaan.
2. Risiko minum soda saat berlari

Meski dapat memberikan tambahan energi dengan cepat, minuman bersoda juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Kandungan gulanya yang tinggi dapat memperlambat penyerapan cairan sehingga kurang ideal untuk menjaga hidrasi selama berlari.
Selain itu, minuman bersoda tidak mengandung elektrolit yang cukup untuk menggantikan mineral yang hilang melalui keringat. Jadi, kamu tetap perlu diimbangi dengan air putih atau minuman elektrolit.
Lebih lanjut, minuman bersoda juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena dapat memicu gangguan lambung, terutama jika diminum di awal perlombaan. Kandungan gulanya yang tinggi juga berisiko merusak kesehatan gigi dan kurang dianjurkan bagi orang dengan diabetes atau tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, jika ingin mengonsumsinya saat lari, jadikan minuman bersoda sebagai pelengkap strategi nutrisi, bukan sumber hidrasi utama.
3. Tips aman mengonsumsi minuman bersoda saat lari
Jika ingin mengonsumsi minuman bersoda saat berlari, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar manfaatnya lebih optimal dan risikonya dapat diminimalkan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Itulah alasan kenapa pelari konsumsi minuman bersoda saat race beserta manfaat dan risikonya. Jika kamu ingin mencobanya, pastikan tetap dikonsumsi secara bijak dan sesuai kebutuhan, ya.
FAQ seputar kenapa pelari konsumsi minuman bersoda
| Kenapa pelari minum minuman bersoda saat lomba? | Karena kandungan gula sederhana di dalamnya dapat memberikan energi cepat, sementara kafeinnya membantu mengurangi rasa lelah dan meningkatkan fokus. |
| Kapan waktu yang tepat minum minuman bersoda saat lari? | Umumnya saat tubuh mulai kehabisan energi, misalnya pada pertengahan hingga akhir lomba lari jarak jauh. |
| Apakah minum minuman bersoda saat lari memiliki risiko? | Ya. Konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan lambung, menghambat penyerapan cairan, serta tidak cukup menggantikan elektrolit yang hilang selama berolahraga. |
Referensi
"What a Sports Dietitian Says About Coca-Cola". Dietitian Approved. Diakses Juli 2026.
"Why Do So Many Marathon Runners Drink Coca-Cola?". Renewed Running. Diakses Juli 2026.



![[QUIZ] Dari Kebiasaan Saat Lari, Kami Bisa Ungkap Risiko Cederamu](https://image.idntimes.com/post/20260504/chander-r-z4wh11fmfiq-unsplash_d88e76be-ec98-4166-a17b-68a5597d98b0.jpg)
![[QUIZ] Dari Kondisi Kulitmu, Ini Mungkin Nutrisi yang Kamu Butuhkan](https://image.idntimes.com/post/20250729/2148255249_4db38cce-2be7-434d-850f-91b76e856241.jpg)




![[QUIZ] Kami Bisa Tahu Kondisi kesehatanmu dari Cara Kamu Scroll HP sebelum Tidur](https://image.idntimes.com/post/20250509/pexels-eren-li-7241536-5c4ec660248908e4a47ec88518a7b4c9-e241475abc521b5045bad70c3f225f5c.jpg)







![[QUIZ] Dari Aktivitas Seksual Kamu, Ini Risiko Penyakit yang Mengintai Kamu](https://image.idntimes.com/post/20230116/screenshot-2023-01-16-174323-3f2914419b430dcad30e8bc97a275dcd.png)



