Sleep apnea juga dapat terjadi pada anak. Dengkur yang rutin, jeda napas, tidur gelisah, atau masalah perhatian dan perilaku di sekolah patut dibicarakan dengan dokter anak.
Pada anak, masalah amandel atau adenoid yang membesar dapat ikut mempersempit saluran napas.
Buat janji temu dengan dokter jika dengkuran keras terjadi secara rutin, terlebih jika disertai jeda napas, terbangun sambil tersengal, kantuk berat pada siang hari, atau tekanan darah tinggi.
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, lalu dapat menyarankan pemeriksaan tidur untuk mengetahui apakah ada sleep apnea dan seberapa berat kondisinya.
Pemeriksaan dapat dilakukan di laboratorium tidur atau, pada pasien dewasa tertentu, di rumah dengan alat yang direkomendasikan tenaga kesehatan. Diagnosis tetap perlu ditegakkan oleh dokter.
Referensi
Mayo Clinic, “Snoring: Symptoms and Causes,” diakses Oktober 2026.
National Heart, Lung, and Blood Institute, “Sleep Apnea Symptoms,” diakses Oktober 2026.
Vishesh K. Kapur et al., “Clinical Practice Guideline for Diagnostic Testing for Adult Obstructive Sleep Apnea,” Journal of Clinical Sleep Medicine 13, no. 3 (2017): 479–504, https://doi.org/10.5664/jcsm.6506.
Swati Thareja et al., “Impact of Obstructive Sleep Apnea on Cardiovascular Health: A Systematic Review,” Cureus 16, no. 10 (October 20, 2024): e71940, https://doi.org/10.7759/cureus.71940.
National Heart, Lung, and Blood Institute, “Sleep Apnea Diagnosis,” diakses Oktober 2026.
American Academy of Sleep Medicine, “Clinical Use of a Home Sleep Apnea Test: An Updated American Academy of Sleep Medicine Position Statement,”diakses Oktober 2026.