Comscore Tracker

Cara Menghadapi Seseorang dengan Borderline Personality Disorder

Tetap tenang dan jangan mudah terpancing emosi

Borderline personality disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang adalah sebuah kondisi kejiwaan yang memengaruhi suasana hati (mood) dan perilaku. Ciri khasnya adalah sensitif berlebihan saat mengalami hal yang sebetulnya sepele, lalu menanggapinya dengan perilaku ekstrem seperti marah, histeris, depresi, bahkan kecenderungan untuk melukai diri. Lantas, bagaimana cara menghadapi mereka?

Kesulitan dalam mengontrol perasaan atau emosi inilah yang kemudian mengakibatkan mereka tidak bisa beraktivitas secara fungsional, sekaligus kesulitan dalam menjaga relasi dengan orang lain.

Memiliki anggota keluarga atau sahabat dengan BPD memang butuh penyesuaian dan kesabaran. Akan tetapi, ini bukan alasan bagi kita untuk merasa malu dan menutupi kenyataan. Kita yang tidak memiliki masalah kesehatan mental bisa menjadi penyemangat dan pendukung bagi orang-orang dengan BPD untuk tetap berjuang.

Mengutip dari laman National Alliance on Mental Illness (NAMI), kestabilan emosi yang kita miliki disertai dengan kemampuan kita dalam menenangkan seseorang dengan BPD mempunyai pengaruh penting dalam kesembuhan orang tersebut. 

Lalu bagaimana caranya supaya kita dapat membantu orang dengan BPD? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Jangan mudah terpancing emosi

Cara Menghadapi Seseorang dengan Borderline Personality Disorderpixabay.com/Ashish_Choudhary

Apabila memiliki teman atau keluarga yang mengidap BPD, kamu harus bisa mengimbangi naik turunnya emosi yang ditunjukkan oleh orang tersebut.

Berdasarkan keterangan dari laman Borderline in the Act, saat seseorang dengan BPD sedang marah, jangan terburu-buru untuk terpancing emosi dan ikut marah. Sebaliknya, kamu perlu tenang dan mendengarkan luapan kekesalan yang dilontarkan oleh orang tersebut. Karena, di balik perilaku marah atau histeris tersebut, sebenarnya ada sesuatu yang ingin diungkapkan oleh orang dengan BPD.

Dengan menunjukkan perilaku tenang, orang dengan BPD akan tahu kalau kamu mendengarkan dan peduli dengan kondisinya.

2. Mendampingi sewaktu jadwal terapi atau kontrol

Cara Menghadapi Seseorang dengan Borderline Personality Disorderpixabay.com/RyanMcGuire

Karakteristik lain yang dimiliki oleh seseorang dengan BPD adalah ketakutan akan ditinggalkan. Usahakan untuk meluangkan waktu untuk mengantar dan/atau menemaninya saat terapi atau konsultasi dengan psikiater.

Bila berhalangan, kita bisa memberi tahu kalau akan datang terlambat atau mungkin cuma bisa menemani sebentar. Dengan memberi tahu perihal ini, kita juga memberi tahu psikiater supaya nanti saat terapi atau konsultasi bisa diklarifikasi juga oleh psikiater.

Sikap terburu-buru mengelak untuk menemani atau tidak peduli akan mengakibatkan seseorang dengan BPD menjadi salah paham dan kemudian masuk ke siklus emosional turmoil, seperti merasa dikucilkan, sedih, lalu menyalahkan diri sendiri.

NAMI juga menyebutkan bahwa seseorang dengan BPD bahkan bisa cenderung melukai diri karena kesalahpahaman ini. Mereka kurang bisa memahami konsep bahwa tidak bisa melakukan sesuatu bukan berarti tidak sayang atau peduli.

Baca Juga: 9 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Borderline Personality Disorder

3. Mengikutsertakan sahabat atau rekan kerja untuk mengenal BPD lebih dalam

Cara Menghadapi Seseorang dengan Borderline Personality Disorderpexels.com/cottonbro

Sebagai anggota keluarga atau sahabat dari seseorang dengan BPD, kita tentu sudah lebih banyak tahu akan kondisi mental tersebut. Akan tetapi, orang-orang yang tidak mengenal BPD bisa salah mengartikan perilaku orang dengan BPD, apalagi jika sedang dalam kondisi labil.

Untuk mencegah perundungan (bullying), kita bisa mengajak sahabat atau rekan kerja untuk ikut webinar, diskusi, atau membaca brosur atau sumber lainnya tetang BPD. Aktivitas ini disebut psychoeducation

Dengan mengetahui kesulitan yang dialami oleh seseorang dengan BPD, mereka bisa mengurangi peluang terjadinya emosional turmoil pada orang dengan BPD.

Berdasarkan buku Practice Guideline for the Treatment of Patients with Borderline Personality Disorder, para pakar juga menyebutkan bahwa partisipasi dalam psychoeducational grup memiliki dampak positif di diri pasien dan keluarga.  

4. Memahami kesulitan tapi tetap memberi batasan

Cara Menghadapi Seseorang dengan Borderline Personality DisorderPixabay.com/geralt

Mendengarkan dan memahami kesulitan yang dihadapi oleh seseorang dengan BPD bukan berarti kita langsung menyetujui semua keinginan atau membiarkan mereka bersikap sesuka hati.

Melansir Psychology Today, Imi Lo, seorang psikoterapis memberi contoh tentang bagaimana cara kita memberi batasan kepada seseorang dengan BPD: 

"Saya memahami perasaan kamu yang sedang _________. Saya akan melakukan _______ untuk kamu, akan tetapi saya tidak mengizinkan kamu melakukan _________."

Melalui kalimat seperti itu, kita menunjukkan kepedulian sekaligus memberitahu perilaku mana yang baik.

American Psychiatric Association juga menekankan akan pentingnya untuk memberikan batasan akan perilaku mana yang dapat ditoleransi atau tidak sama sekali, sebagai upaya kita untuk melindungi perasaan kita agar tidak terluka.

Melansir Behavioral Health Florida, contoh peraturan lain yang dapat kita berikan kepada seseorang dengan BPD adalah dengan:

  • Menjauh dari percakapan apabila seseorang dengan BPD mulai memaki-maki atau berbicara kasar.
  • Memberi tahu dari awal bahwa tidak menerima telepon di jam tidur malam.

5. Mengajak orang dengan BPD untuk tetap aktif menjaga kesehatan

Cara Menghadapi Seseorang dengan Borderline Personality Disorderpixabay.com/Ataner007

Selain rutin menghadiri terapi dan konsultasi, kita juga perlu untuk mengingatkan orang yang memiliki BPD untuk membiasakan hidup sehat seperti berolahraga, menerapkan pola makan bergizi seimbang, dan melakukan aktivitas yang punya efek relaksasi.

Melansir Verywell Mind, dengan menjaga kesehatan jiwa dan raga, seseorang yang memiliki BPD dapat mengurangi emosi yang tidak stabil.

Itulah beberapa cara untuk menghadapi seseorang dengan borderline personality disorder. Meski berinteraksi dengan orang dengan BPD sering kali menyulitkan, tetapi dengan kesabaran dan mengetahui pemicu dari amarah tersebut, kita dapat membantu mereka untuk menjadi lebih baik, sehingga dapat beraktivitas di komunitas.

Yang terakhir, jangan lupa untuk menyimpan nomor telepon psikiater dan klinik yang menangani keluarga atau sahabat kita yang memiliki BPD, supaya apabila terjadi sesuatu, kita dapat dibantu.

Baca Juga: 10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mental

MW S Photo Verified Writer MW S

"Less is More" Ludwig Mies Van der Rohe. I post pictures of travel destinations and random things on Instagram @m.w.s.34

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya