Comscore Tracker

5 Jenis Obat untuk Mengobati Human Papillomavirus (HPV)

Untuk pengobatan kutil dan kanker akibat HPV

Human papillomavirus (HPV) terdiri dari lebih dari 100 jenis dan virus ini mengakibatkan munculnya kutil (wart) hingga kanker pada orang yang terinfeksi. Contoh kanker yang disebabkan oleh HPV antara lain kanker serviks, kanker anal, kanker vulva, dan kanker penis.

Perlindungan utama untuk melindungi tubuh dari HPV adalah dengan mendapatkan vaksin. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kita masih dapat terinfeksi oleh HPV karena vaksin HPV hanya melindungi tubuh dari sembilan jenis HPV. Jadi, apabila kamu terekspos oleh jenis virus yang tidak termasuk di dalam vaksin, maka kamu dapat tertular.

Sejauh ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan HPV secara total. Namun, ada beberapa obat yang digunakan oleh dokter untuk mengobati kondisi ringan seperti kutil dan obat pendamping untuk orang-orang yang mengembangkan kanker akibat HPV. Apa saja obat-obatan tersebut? Simak informasinya berikut ini.

1. Aldara

5 Jenis Obat untuk Mengobati Human Papillomavirus (HPV)ilustrasi pemberian salep di kulit (pexels.com/Moose Photos)

Imiquimod, dengan nama dagang Aldara, adalah krim topikal untuk mengobati kutil di permukaan luar alat kelamin dan permukaan kulit di sekitar rektal. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan respons imun lokal.

Mengutip Verywell Health, obat ini umumnya digunakan setiap malam selama maksimal 16 minggu. Obat ini mempunyai dosis yang berbeda-beda, tergantung kondisi penyakit sehingga pasien wajib mengikuti instruksi dari dokter.

Menambahkan dari MedlinePlus, penggunaan Aldara untuk mengobati kutil kelamin sebaiknya dibiarkan selama 6-10 jam. Saat menggunakan obat ini, sangat direkomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas seks karena krim bisa mengurangi efektivitas kondom dan alat kontrasepsi diafragma.

Efek samping yang bisa muncul dari penggunaan Aldara antara lain kulit kemerahan, ruam, melepuh, dan badan terasa nyeri atau sakit.

Obat ini tidak boleh dioleskan di kutil yang lokasinya ada di bagian atau lapisan dalam vagina, penis, atau rektal.

2. Podofilox

5 Jenis Obat untuk Mengobati Human Papillomavirus (HPV)ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Podofilox, dengan salah satu nama dagangnya adalah Condylox, adalah obat berbentuk cair yang digunakan untuk mengobati permukaan kulit alat kelamin. Obat ini mencegah kutil untuk berkembang dan membuat kutil mengelupas dengan sendirinya.

Merujuk laman MedicineNet, Condylox tidak dianjurkan untuk diberikan di bagian anus dan lapisan vagina, rektum, atau uretra. Pemberian obat ini biasanya dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan malam, setiap 12 jam dan selama tiga hari berturut-turut. Setelah itu obat tidak digunakan selama empat hari.

Apabila kutil belum terkelupas, maka dapat mengulangi urutan tujuh hari (tiga hari pemberian obat dan empat hari tanpa obat). Pasien yang diresepkan obat ini oleh dokter harus menggunakannya sesuai petunjuk mengenai cara pemberian obat dan durasi penggunaannya.

Efek samping yang dapat muncul dari penggunaan Condylox dapat termasuk sensasi terbakar, gatal, kemerahan, dan sakit. Dilansir WebMD, pasien disarankan untuk membilas area yang terdampak dengan air dan sabun apabila kondisi terkait efek samping memburuk dan segera hubungi dokter.

Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Vaksin HPV Penting Dilakukan

3. Sinecatechins

5 Jenis Obat untuk Mengobati Human Papillomavirus (HPV)ilustrasi obat salep (netdoctor.co.uk)

Sama seperti poin sebelumnya, sinecatechins, dengan merek dagang Veregen, adalah obat yang dipakai untuk mengobati kulit pada alat kelamin. Namun, berbeda dari Condylox, Veregen dapat diberikan di permukaan anus yang terdapat kutil.

Dilansir WebMD, sinecatechins adalah senyawa alami yang ditemukan dalam beberapa daun teh hijau. Obat ini tidak dapat menyembuhkan kutil secara total, hanya menghilangkan infeksi, sehingga ada peluang kutil muncul kembali.

Pasien yang menggunakan obat ini tidak direkomendasikan untuk berhubungan seks karena dapat menurunkan efektivitas kondom dan alat kontrasepsi diafragma.

Veregen berbentuk salep yang biasanya dioleskan tiga kali dalam sehari selama maksimal 16 minggu, atau sesuai anjuran dari dokter. Penting bagi pasien untuk mengikuti petunjuk pemakaian sesuai instruksi dokter agar memperoleh hasil yang optimal.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi yaitu gatal, sensasi terbakar, dan fimosis (kulit kepala penis yang menempel erat di kepala penis). Kondisi fimosis dapat terjadi pada pasien laki-laki yang belum disunat.

4. Cidofovir

5 Jenis Obat untuk Mengobati Human Papillomavirus (HPV)ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Cidofovir, dengan merek dagang Vistide, termasuk antiviral yang biasanya dipakai untuk mengobati retinitis sitomegalovirus atau retinitis CMV pada pasien dengan HIV. Retinitis CMV adalah infeksi pada bagian retina mata. Akan tetapi, dilansir DermNet NZ, cidofovir juga bisa diresepkan kepada pasien yang memiliki kutil kelamin sebagai akibat dari HPV, dan sebelumnya sudah mencoba obat lain namun kondisinya tidak membaik.

Menurut sebuah laporan dalam Dermatology Online Journal tahun 2019, obat topikal 1% cidofovir terbukti dapat menghilangkan kutil di tangan pada anak kecil. Dosis pemberian obat adalah setiap hari selama 8 minggu.

Efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaan obat ini adalah rasa sakit, kemerahan, dan gatal di area yang dioleskan obat.

5. Cisplatin dan fluorouracil (5-FU)

5 Jenis Obat untuk Mengobati Human Papillomavirus (HPV)ilustrasi obat yang diberikan secara intravena (pharmapproach.com)

Baik cisplatin maupun fluorouracil merupakan obat untuk pasien kanker. Cisplatin diberikan melalui infus. Jenis kanker yang bisa diberikan obat ini adalah kanker kepala dan leher akibat HPV.

Mengutip Cancer Research UK, dosis dan frekuensi pemberian cisplatin disesuaikan dengan kanker. Efek samping yang dirasakan juga berbeda-beda, tetapi beberapa efek samping yang sering dilaporkan antara lain:

  • Infeksi yang biasanya diawali dengan otot terasa nyeri, menggigil, dan sakit kepala.
  • Wajah menjadi pucat dan susah untuk bernapas.
  • Hidung berdarah, lebam di bagian tubuh, dan gusi berdarah.
  • Mudah merasa lelah.
  • Merasa tidak enak badan. 

Sementara itu, fluorouracil, seperti dilansir MedlinePlus, adalah obat berupa krim atau larutan yang digunakan untuk mengobati kulit bersisik akibat terekspos oleh sinar matahari terlalu lama, serta untuk pengobatan kanker kulit. Fluorouracil bekerja dengan cara membunuh sel berbahaya dengan cepat di dalam tubuh.

Sebuah studi dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology tahun 2014 mendapati bahwa 5 persen fluorouracil (5-FU) dapat digunakan sebagai perawatan off-label (merupakan obat yang diresepkan tetapi tidak sesuai dengan informasi resmi obat seperti indikasi obat yang tidak sesuai dengan yang dinyatakan oleh izin edar serta dosis, umur pasien, dan rute pemberian yang tidak sesuai) untuk neoplasia intraepitelial serviks, yang mana penyakit ini disebabkan oleh HPV.

Itulah jenis obat yang bisa digunakan untuk mengobati kutil yang disebabkan oleh HPV serta untuk pengobatan kanker yang berkaitan dengan HPV. Semoga pemahamanmu bertambah, ya.

Baca Juga: 7 Mitos Umum tentang HPV, Tak Hanya Menyerang Perempuan

MW S Photo Verified Writer MW S

"Less is More" Ludwig Mies Van der Rohe.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya