ilustrasi dokter mata menjelaskan pada pasien (pexels.com/Antoni Shkraba)
Coba amati apakah kedipan berkaitan dengan layar, kurang tidur, kafein, lensa kontak, paparan debu, atau mata yang terasa gatal dan kering. Mengurangi pemicu selama beberapa hari dapat membantu pada keluhan ringan.
Temui dokter mata apabila:
Kedipan tidak membaik selama beberapa minggu.
Mata terasa nyeri, sangat merah, silau, atau terjadi perubahan pada penglihatan.
Kotoran mata banyak atau benda terasa tetap tersangkut.
Kelopak menutup sepenuhnya tanpa dapat dikendalikan.
Kedutan menjalar ke pipi atau mulut.
Anak juga menyipitkan mata, melihat terlalu dekat, atau posisi kedua matanya tidak sejajar.
Kedipan berlebihan paling sering merupakan cara mata merespons rasa tidak nyaman. Meski begitu, penyebabnya tidak dapat ditentukan hanya dari seberapa sering seseorang berkedip. Pola gejala, kondisi permukaan mata, ketajaman penglihatan, serta adanya gerakan pada wajah juga perlu dinilai.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Diagnosing Tic Disorders.” Diakses Juli 2026.
Chopade, Tripti R., Forshing Lui, dan Pradeep C. Bollu. “Hemifacial Spasm.” StatPearls. Diakses Juli 2026.
Coats, David K., Edward G. Paysse, Mary Ann Kim, dan Evelyn M. Simons. “Excessive Blinking in Childhood: A Prospective Evaluation of 99 Children.” Ophthalmology 108, no. 9 (2001): 1556–61. https://doi.org/10.1016/S0161-6420(01)00644-3.
Eberhardt, Markus, et al. “Blepharitis.” StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459305/.
Jung, H. Y., et al. “Tic Disorders in Children with Frequent Eye Blinking.” Journal of the Korean Academy of Child and Adolescent Psychiatry 15, no. 1 (2004): 75–81. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15088052/.
National Eye Institute (NEI). “Blepharospasm.” Diakses Juli 2026.
NEI. “Corneal Conditions.” Diakses Juli 2026.
NEI. “Dry Eye.” Diakses Juli 2026.
NEI. “Pink Eye.” Diakses Juli 2026.
Portello, Jennifer K., Mark Rosenfield, Yonatan Bababekova, Jennifer M. Estrada, dan Andrea Leon. “Blink Rate, Incomplete Blinks and Computer Vision Syndrome.” Optometry and Vision Science 90, no. 5 (2013): 482–87. https://doi.org/10.1097/OPX.0b013e31828f09a7.