Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tren Silent Walking, Kenapa Warga Kota mulai Menyukainya?

Tren Silent Walking, Kenapa Warga Kota mulai Menyukainya?
ilustrasi silent walking (pexels.com/Cara Denison)
Intinya Sih
  • Silent walking jadi tren baru di kota besar karena menawarkan momen tenang tanpa gangguan digital, membuat pikiran lebih rileks dari banjir informasi sehari-hari.
  • Kebiasaan ini membantu orang lebih peka terhadap suasana kota dan detail kecil di sekitar yang sering terlewat saat berjalan dengan earphone.
  • Selain mudah dilakukan, silent walking membantu memisahkan waktu kerja dan pribadi serta mengajarkan pentingnya menikmati diam tanpa merasa harus selalu produktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belakangan ini, silent walking semakin sering dibicarakan di media sosial dan mulai dicoba oleh banyak orang, terutama mereka yang tinggal di kota besar. Sesuai namanya, silent walking adalah kebiasaan berjalan kaki tanpa ditemani musik, podcast, panggilan telepon, atau suara lain dari earphone. Selama berjalan, seseorang hanya membiarkan dirinya menikmati langkah kaki dan suasana di sekitarnya tanpa gangguan dari layar maupun perangkat digital.

Sekilas, kebiasaan ini mungkin terdengar membosankan. Di tengah kehidupan yang hampir selalu ditemani notifikasi dan berbagai bentuk hiburan, berjalan kaki tanpa mendengarkan apa pun justru terasa tidak biasa. Namun, semakin banyak orang mengaku sengaja melakukannya dan menjadikannya bagian dari rutinitas. Lalu, apa yang membuat silent walking terasa begitu menarik, terutama bagi warga kota?

1. Memberi ruang untuk berhenti sejenak dari banjir informasi

ilustrasi silent walking
ilustrasi silent walking (pexels.com/David Kanigan)

Sejak bangun tidur, banyak orang sudah langsung berhadapan dengan berbagai informasi. Pesan tentang pekerjaan, obrolan grup, berita, video pendek, sampai iklan terus muncul hampir sepanjang hari. Tanpa disadari, hal ini bisa membuat pikiran terasa penuh meski tubuh tidak banyak bergerak.

Saat melakukan silent walking, seseorang tidak perlu terus mengikuti hal baru yang muncul dari layar atau earphone. Pikiran bisa lebih santai menikmati perjalanan tanpa harus berpindah-pindah fokus dari satu informasi ke informasi lain. Waktu singkat seperti ini sering membuat kepala terasa lebih lega setelah selesai berjalan.

2. Kota punya suasana yang jarang benar-benar diperhatikan

ilustrasi silent walking
ilustrasi silent walking (pexels.com/David Kanigan)

Sebagian besar orang berjalan dengan tujuan tertentu, entah mengejar transportasi umum, menuju kantor, atau pulang secepat mungkin. Perhatian biasanya hanya tertuju pada arah dan waktu, sehingga banyak hal kecil di sekitar akhirnya terlewat. Padahal, suasana kota selalu berubah dan punya banyak detail menarik yang sering tidak disadari.

Saat berjalan tanpa gangguan, seseorang jadi lebih mudah memperhatikan hal-hal sederhana di sekitarnya. Misalnya aroma roti dari toko yang baru buka, pepohonan di sepanjang trotoar, atau kebiasaan orang-orang yang ditemui di jalan. Hal-hal kecil tersebut bisa membuat rute yang sama terasa lebih hidup dibandingkan biasanya.

3. Mengingatkan bahwa tidak semua waktu harus diisi dengan aktivitas

ilustrasi silent walking
ilustrasi silent walking (pexels.com/David Kanigan)

Banyak orang kini terbiasa mengisi setiap waktu kosong dengan sesuatu. Saat menunggu kereta, ada yang membuka email, ketika berjalan mendengarkan podcast, dan saat duduk sebentar langsung mengecek media sosial. Lama-kelamaan, diam tanpa melakukan apa pun justru terasa aneh karena terbiasa selalu mencari hiburan atau informasi baru.

Silent walking mengajak seseorang menikmati waktu tanpa harus merasa bersalah karena tidak sedang melakukan sesuatu yang produktif. Berjalan menjadi aktivitas utama, bukan sekadar waktu kosong yang harus diisi dengan hal lain. Dari kebiasaan sederhana ini, banyak orang mulai memahami bahwa beristirahat sejenak juga punya nilai penting.

4. Membantu memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi

ilustrasi silent walking
ilustrasi silent walking (pexels.com/Kaia D)

Kesibukan di kota sering membuat pikiran tetap sibuk meski pekerjaan sudah selesai. Banyak orang masih memikirkan rapat, tugas yang belum beres, atau rencana pekerjaan berikutnya saat perjalanan pulang. Akibatnya, tubuh memang sudah meninggalkan tempat kerja, tetapi pikiran masih terbawa suasana kantor.

Berjalan tanpa musik atau podcast bisa menjadi cara sederhana untuk memberi jarak antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Suasana sekitar dan langkah kaki yang berulang membantu pikiran perlahan menjadi lebih tenang. Saat tiba di rumah, seseorang bisa merasa lebih siap menikmati waktu istirahat tanpa terus membawa beban pekerjaan.

5. Mudah dilakukan tanpa perlu mengubah rutinitas

ilustrasi silent walking
ilustrasi silent walking (pexels.com/Cara Denison)

Banyak tren gaya hidup sulit dijalani dalam jangka panjang karena membutuhkan biaya, alat khusus, atau waktu tambahan. Silent walking justru bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana tanpa persiapan rumit. Kebiasaan ini bisa dicoba saat berjalan ke halte, membeli sesuatu di dekat rumah, atau sekadar berkeliling lingkungan sekitar.

Hal tersebut membuat silent walking terasa lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada aturan khusus tentang berapa lama harus berjalan atau seberapa jauh jaraknya. Karena tidak terasa seperti kewajiban, kebiasaan kecil ini lebih mudah dipertahankan oleh banyak orang.

Di tengah kehidupan kota yang hampir selalu dipenuhi notifikasi dan kesibukan, silent walking menghadirkan cara sederhana untuk menikmati perjalanan dengan suasana yang lebih tenang. Kebiasaan ini mungkin terlihat biasa saja, tetapi justru kesederhanaannya membuat banyak orang merasa lebih mudah hadir sepenuhnya pada momen yang sedang dijalani. Tidak heran jika silent walking perlahan berubah dari sekadar tren media sosial menjadi kebiasaan yang mulai disukai banyak warga kota.

Referensi

"What is silent walking? The latest viral workout trend has some intriguing benefits." Today. Diakses pada Juli 2026.

"Silent Walking." Forest Stillness. Diakses pada Juli 2026.

"Does the Silent Walking Trend Offer Any Health Benefits?" Verywell Health. Diakses pada Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More