ilustrasi pembedahan untuk mengangkat tumor (unsplash.com/National Cancer Institute)
Prosedur bedah proktokolektomi dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung seberapa banyak melibatkan pengangkatan usus besar dan rektum. Di antaranya adalah:
Jenis proktokolektomi yang menggambarkan pengangkatan usus besar dan rektum secara keseluruhan (total). Dalam hal ini, tidak ada usus yang tersisa di antara usus kecil dan anus sehingga dokter akan membuat jalur baru untuk pembuangan limbah
- Proktokolektomi total dengan ileostomi
Yaitu prosedur proktokolektomi dengan menghubungkan ujung usus kecil (ileum) dengan lubang kecil di perut (stoma). Kemudian, ini akan dihubungkan ke kantong eksternal (ostomi) untuk pembuangan limbah.
Pada beberapa kasus, ileostomi mungkin diperlukan secara permanen (ileostomi akhir). Beberapa lainnya, ileostomi mungkin diperlukan sementara, di mana ileum dapat dihubungkan ke saluran anus di lain waktu.
- Proktokolektomi restorative dengan kantong ileal-anal
Prosedur proktokolektomi dengan pembuatan kantong pada ileum berupa kantong J, kantong S, atau kantong W. Kantong ini akan berperan sebagai usus besar yang dapat menampung kotoran sebelum dikeluarkan.
Dalam prosesnya, kantong ini kemudian akan dihubungkan ke anus. Jadi, ia dapat mendukung proses pembuangan tinja secara normal atau seperti cara biasa yang dilakukan tubuh.
Prosedur proktokolektomi yang melibatkan pengangkatan sebagian kecil usus besar atau rektum. Prosedur ini biasanya dilakukan jika masih terdapat beberapa bagian dari usus besar dan rektum yang sehat.
Proktokolektomi subtotal akan mengangkat beberapa bagian atau seluruh usus besar bersama sebagian atau seluruh rektum yang sakit. Kemudian akan menghubungkan bagian usus besar yang tersisa dengan rektum atau anus.