Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Setelah Pulih, Apakah Seseorang Bisa Terkena Influenza Lagi?
ilustrasi infeksi saluran pernapasan seperti flu dan pilek (IDN Times/NRF)
  • Kamu dapat terkena influenza lagi setelah pulih karena kekebalan dari infeksi sebelumnya tidak berlangsung seumur hidup dan virus terus mengalami perubahan.

  • Influenza A dan B, termasuk subtipe seperti H1N1 serta H3N2, berbeda-beda; infeksi satu jenis tidak otomatis melindungi dari jenis atau varian lain.

  • Batuk dan lemas dapat menetap setelah flu, tetapi demam atau batuk yang kembali memburuk, terutama disertai sesak napas atau nyeri dada, perlu diperiksa oleh dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gejala influenza membaik, lalu beberapa waktu kemudian demam, batuk, atau nyeri badan muncul lagi. Jika mengalaminya, kamu mungkin bertanya-tanya apakah flu yang sama kambuh, atau kamu tertular influenza lagi.

Faktanya, kamu bisa mengalami influenza lebih dari sekali. Infeksi sebelumnya dapat membentuk kekebalan, tetapi tidak menjadi jaminan perlindungan seumur hidup. Di wilayah tropis seperti Indonesia, influenza juga dapat beredar sepanjang tahun.

1. Infeksi sebelumnya tidak membuat tubuh kebal selamanya

Setelah terinfeksi, tubuh membentuk respons kekebalan terhadap virus yang dikenali. Respons ini dapat membantu melindungi dari virus yang serupa, tetapi tingkat perlindungannya bisa berbeda pada setiap orang.

Virus influenza juga terus berubah. Perubahan kecil pada bagian virus yang dikenali sistem kekebalan dapat membuat antibodi lebih sulit mengenalinya. Akibatnya, kamu bisa kembali rentan terhadap virus influenza yang berubah.

2. Ada beragam tipe dan varian virus influenza

Influenza disebabkan oleh beberapa jenis virus. Influenza A dan B, misalnya, dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Influenza A juga memiliki subtipe seperti H1N1 dan H3N2.

Karena virus-virus ini tidak sama, pernah terinfeksi satu jenis influenza tidak berarti kamu terlindungi dari semua jenis lainnya. Perubahan virus dari waktu ke waktu juga dapat memengaruhi seberapa baik kekebalan yang terbentuk sebelumnya mengenali virus yang beredar.

3. Studi mencatat kasus influenza berulang

ilustrasi virus influenza A dilihat dari mikroskop (unsplash.com/CDC)

Sebuah studi tahun 2025 menganalisis laporan influenza di Chongqing, China, selama 2010–2023. Dari 489.526 orang yang datanya masuk dalam analisis, 29.923 orang tercatat mengalami lebih dari satu episode influenza. Jarak median antara episode adalah 9,4 bulan.

Dalam penelitian tersebut, episode berikutnya dihitung sebagai infeksi ulang jika dilaporkan lebih dari 14 hari setelah laporan sebelumnya. Sebagian besar peserta penelitian adalah anak-anak dan remaja, sehingga angkanya tidak bisa dianggap sebagai perkiraan risiko bagi semua orang.

4. Gejala yang tersisa belum tentu infeksi baru

Tidak semua batuk atau rasa lemas setelah flu berarti kamu tertular lagi. Gejala influenza tanpa komplikasi biasanya membaik dalam 3–7 hari, tetapi batuk dan rasa lemas dapat bertahan lebih dari dua minggu.

Infeksi ulang adalah salah satu kemungkinan jika gejala muncul kembali, tetapi penyebabnya tidak bisa dipastikan cuma dari gejala. Batuk atau demam yang membaik lalu kembali atau memburuk juga termasuk tanda yang perlu diperiksa oleh dokter.

5. Perhatikan jika kondisi memburuk setelah sempat membaik

Hubungi dokter jika demam atau batuk kembali setelah membaik, terutama jika disertai sesak napas, nyeri dada, kebingungan, atau kelemahan berat. Kondisi seperti ini dapat menandakan komplikasi setelah influenza dan perlu diperiksa.

Jadi, kamu memang bisa tertular influenza lagi setelah pulih. Infeksi sebelumnya tidak menjamin kekebalan terhadap semua tipe dan varian virus. Namun, gejala yang menetap atau kembali juga bisa memiliki penyebab lain, sehingga pemeriksaan diperlukan apabila kondisi memburuk.

Referensi

World Health Organization, “Influenza (Seasonal),” diakses 29 September 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “How Flu Viruses Can Change: ‘Drift’ and ‘Shift,’” diakses 29 September 2026.

Ju Wang, Yu Xiong, Baisong Li, Jule Yang, Dayong Xiao, Xiaoqing Fu, Jiang Long, and Li Qi, “A 14-Year Influenza Reinfection Surveillance in Chongqing, China: A Retrospective Analysis,” Human Vaccines & Immunotherapeutics 21, no. 1 (2025): 2497576, https://doi.org/10.1080/21645515.2025.2497576.

Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Signs and Symptoms of Influenza,” diakses 29 September 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “Caring for Someone Sick,” diakses 29 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article