Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Penyebab Flu Tak Kunjung Sembuh, Bisa Jadi Ada Komplikasi

3 min read
5 Penyebab Flu Tak Kunjung Sembuh, Bisa Jadi Ada Komplikasi
ilustrasi flu (pexels.com/Edward Jenner)
  • Gejala utama influenza biasanya membaik dalam 3–7 hari atau sekitar satu minggu, tetapi batuk dan rasa lemas dapat bertahan lebih lama.

  • Keluhan berkepanjangan bisa berupa batuk sisa infeksi, penyakit lain yang terasa seperti flu, komplikasi, atau memburuknya penyakit penyerta.

  • Sesak napas, nyeri dada, kebingungan, jarang buang air kecil, atau demam/batuk yang membaik lalu kembali memburuk perlu segera diperiksa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Demam sudah turun dan nyeri badan mulai mereda, tetapi batuk masih mengganggu tidur, sementara tenaga belum pulih. Situasi ini dapat terasa seperti flu tak kunjung sembuh.

Pada influenza tanpa komplikasi, kebanyakan gejala membaik dalam 3–7 hari; batuk dan rasa lemas kadang bertahan lebih dari dua minggu.

Dalam percakapan sehari-hari, istilah flu kerap dipakai untuk menyebut pilek atau berbagai infeksi saluran napas. Jadi, keluhan yang lama tidak selalu berarti virus influenza masih aktif. Berikut lima kemungkinan yang bisa menjelaskannya.

  1. 1. Batuk dan lemas masih menjadi bagian dari pemulihan

    Setelah demam dan nyeri mereda, saluran napas bisa tetap sensitif sehingga batuk belum langsung hilang. Batuk sisa infeksi tidak otomatis berarti infeksi masih aktif atau seseorang masih mengalami influenza yang sama.

    Artikel klinis dalam jurnal CMAJ pada 2024 menyebut batuk pascainfeksi dialami sekitar 11–25 persen orang dewasa setelah infeksi saluran napas. Batuk ini didefinisikan berlangsung 3–8 minggu. Angka tersebut mencakup infeksi saluran napas secara umum, bukan cuma influenza.

  2. 2. Penyakitnya mungkin bukan influenza

    COVID-19, rhinovirus penyebab pilek, RSV, parainfluenza, dan adenovirus dapat menimbulkan gejala mirip influenza. Gejalanya sulit dibedakan hanya dari keluhan yang dirasakan. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

    Karena itu, jika keluhan tak kunjung membaik, dokter dapat menilai kembali kemungkinan penyebabnya.

  3. 3. Muncul komplikasi, seperti pneumonia atau infeksi sinus

    Ilustrasi medis mengenai pneumonia, infeksi pada paru-paru yang dapat mengganggu sistem pernapasan manusia.
    ilustrasi gejala pneumonia (magnific.com/magnific)

    Influenza dapat diikuti infeksi telinga atau sinus. Komplikasi yang lebih serius adalah pneumonia, yang dapat disebabkan virus influenza sendiri atau infeksi virus dan bakteri secara bersamaan.

    Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah demam atau batuk yang sempat membaik, lalu kembali atau memburuk. Sesak napas dan nyeri atau tekanan menetap di dada juga termasuk tanda bahaya.

  4. 4. Influenza memperburuk penyakit yang sudah ada

    Infeksi influenza dapat memicu kambuh atau memburuknya kondisi seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), diabetes, dan penyakit jantung. Dalam keadaan ini, keluhan yang terasa berkepanjangan bisa berkaitan dengan penyakit penyerta yang ikut memburuk.

  5. 5. Kondisi tertentu meningkatkan risiko flu berat

    Anak di bawah 5 tahun—terutama di bawah 2 tahun—orang berusia 65 tahun ke atas, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

    Jika termasuk kelompok ini dan mengalami gejala flu, atau merasa sakit berat, hubungi tenaga kesehatan sejak awal. Antivirus dapat bermanfaat bagi pasien tertentu; manfaatnya paling besar jika pengobatan dimulai dalam dua hari pertama.

  6. Kapan harus segera mencari pertolongan?

    Ilustrasi seorang pasien berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan dalam sesi pemeriksaan di ruang medis.
    ilustrasi konsultasi dokter (pexels.com/cottonbro studio)

    Cari pertolongan medis segera jika muncul sesak atau kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan menetap di dada, kebingungan, kejang, tidak buang air kecil, kelemahan berat, atau gejala yang membaik lalu kembali memburuk.

    Pada anak, napas cepat atau sulit, bibir kebiruan, tanda dehidrasi, atau sulit dibangunkan juga memerlukan penanganan segera.

    Jika gejalanya ringan dan berangsur membaik, istirahat dan cukup minum dapat membantu perawatan di rumah. Namun, kondisi yang memburuk, tidak menunjukkan perbaikan, atau terjadi pada orang berisiko tinggi sebaiknya dinilai oleh dokter.

    Referensi

    Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Signs and Symptoms of Influenza,” diakses September 2026.

    World Health Organization, “Influenza (Seasonal),” diakses September 2026.

    Kevin Liang, Philip Hui, and Samantha Green, “Postinfectious Cough in Adults,” CMAJ 196, no. 5 (2024): E157, https://doi.org/10.1503/cmaj.231523.

    World Health Organization, “Influenza (Seasonal),” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Signs and Symptoms of Flu,” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Signs and Symptoms of Influenza,” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Flu: What To Do If You Get Sick,” diakses September 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Signs and Symptoms of Flu,” diakses September 2026.

    World Health Organization, “Influenza (Seasonal),” diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More