Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Merawat Anak yang Terkena ISPA agar Lebih Nyaman

5 min read
5 Tips Merawat Anak yang Terkena ISPA agar Lebih Nyaman
ilustrasi anak sakit (magnific.com/peoplecreations)
  • Perawatan ISPA di rumah berfokus pada istirahat cukup, lingkungan nyaman, serta pemberian cairan sedikit-sedikit tetapi sering untuk mencegah dehidrasi.
  • Hidung tersumbat dapat dibantu dengan larutan saline dan penyedot lendir bayi secara lembut; makanan bergizi diberikan dalam porsi kecil tanpa memaksa anak.
  • Orang tua perlu memantau perburukan gejala, termasuk sesak napas, bibir kebiruan, lemas, demam menetap, atau demam 38°C pada bayi di bawah tiga bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat anak mulai batuk, pilek, atau demam, orang tua pasti ingin segera membuatnya merasa lebih nyaman. Apalagi kalau si kecil jadi rewel, susah tidur, atau kehilangan nafsu makan karena tubuhnya sedang gak fit. Kalau kondisi ini disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), lantas apa yang bisa dilakukan orang tua di rumah untuk membantu anak melewati masa pemulihan?

Nah, merawat anak yang terkena ISPA bukan berarti harus memberikan banyak obat, lho. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu meredakan keluhan, mulai dari memastikan kebutuhan cairannya terpenuhi hingga membuat anak cukup beristirahat. Yuk, simak lima tips merawat anak yang terkena ISPA agar lebih nyaman, sekaligus kenali tanda-tanda kapan si kecil perlu diperiksa dokter!

  1. 1. Pastikan anak cukup istirahat selama sakit

    ilustrasi anka sakit
    ilustrasi anak sakit (magnific.com/peoplecreations)

    Ketika mengalami ISPA, anak biasanya menjadi lebih cepat lelah, rewel, atau kurang aktif dari biasanya. Kalauu biasanya anak suka berlarian dan bermain aktif kesana kemari, kali ini dia mungkin lebih memilih untuk berbaring atau meminta ditemani orang tua. Oleh karena itu, izinkan anak untuk beristirahat sesuai kebutuhan agar tubuhnya memiliki kesempatan untuk sembuh.

    Gak perlu memaksa anak untuk tidur sepanjang waktu jika dia masih ingin bermain ringan, ya. Cukup ciptakan lingkungan yang tenang, nyaman, dan gak terlalu ramai agar anak bisa tidur lebih nyenyak. Kalau si kecil belum mau tidur orang tua bisa menemaninya membaca buku atau melakukan kegiatan santai lainnya di rumah.

  2. 2. Berikan cairan yang cukup agar anak gak dehidrasi

    ilustrasi minum air putih
    ilustrasi minum air putih (magnific.com/stockking)

    Ketika demam atau pilek, anak kadang-kadang kurang ingin minum, terutama jika tenggorokannya terasa gak nyaman. Namun, asupan cairan tetap harus dipenuhi agar tubuhnya terhindar dari dehidrasi selama sakit. Oleh karena itu, coba tawarkan air putih sedikit-sedikit tetapi lebih sering, sesuai usia dan kebutuhan anak.

    Kalau anak masih mendapatkan ASI, teruslah memberikan ASI atau susu sesuai kebutuhannya. Orang tua juga dapat menawarkan minuman yang sesuai dengan rentang usia anak agar dia lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Selain itu, perhatikan tanda dehidrasi, seperti mulut kering, frekuensi buang air kecil yang lebih jarang, atau tampak sangat lemas.

  3. 3. Bantu legakan hidung tersumbat dengan cara yang tepat

    ilustrasi anak yang sakit saluran pernapasan
    ilustrasi anak yang sakit saluran pernapasan (magnific.com/prostooleh)

    Hidung yang tersumbat dapat menyebabkan anak kesulitan bernapas lewat hidung, rewel, bahkan terbangun beberapa kali saat tidur. Keadaan ini sering kali bikin waktu istirahat anak jadi kurang nyaman, terutama saat pilek cukup mengganggu. Untuk membantu meredakan hidung, orang tua bisa memanfaatkan tetes atau semprotan larutan saline sesuai dengan petunjuk pemakaian.

    Pada bayi, lendir yang sudah lebih encer bisa dikeluarkan dengan menggunakan alat penyedot lendir khusus bayi dengan lembut jika diperlukan. Hindari memasukkan benda ke dalam hidung atau menggunakan minyak esensial serta bahan beraroma kuat yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Kalau hidung yang tersumbat sampai membuat anak kesulitan bernapas atau minum, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter, ya.

  4. 4. Tetap berikan makanan bergizi tanpa memaksa anak makan

    ilustrasi seorang anak yang sedang makan
    ilustrasi seorang anak yang sedang makan (magnific.com/magnific)

    Ketika sakit, nafsu makan anak biasanya menurun, sehingga makanan favoritnya tidak selalu habis seperti biasa. Alih-alih memaksanya makan dalam porsi besar, tawarkanlah makanan dalam porsi kecil namun lebih sering, sesuai selera dan usianya. Pilihlah makanan yang mudah ditelan dan masih mengandung nutrisi, seperti sup hangat, bubur, atau telur yang dimasak matang jika sesuai dengan usia anak.

    Kalau si kecil menolak untuk makan, berikan jeda sejenak lalu tawarkan kembali ketika dia merasa lebih nyaman. Yang juga tidak kalah penting, pastikan anak tetap mendapatkan cukup cairan karena kebutuhan hidrasi perlu diperhatikan selama masa pemulihan. Jika anak terus menerus menolak minum, mengalami muntah berulang, atau terlihat semakin lemas, segera cari bantuan medis.

  5. 5. Pantau gejala dan kenali kapan anak perlu ke dokter

    ilustrasi mengecek suhu pada anak
    ilustrasi mengecek suhu pada anak (magnific.com/jcomp)

    Merawat anak di rumah bukan berarti orang tua cukup menunggu sampai batuk dan pileknya hilang sendiri. Perhatikan apakah demam mulai mereda, anak kembali aktif, dan pola makan serta minumnya berangsur membaik. Jika gejalanya semakin berat, demam menetap, atau anak sempat membaik lalu kembali sakit, sebaiknya periksakan kondisinya ke dokter.

    Orang tua juga perlu waspada kalau anak terlihat kesulitan bernapas, napasnya jauh lebih cepat dari biasanya, bibirnya tampak kebiruan, atau sulit dibangunkan. Khusus bayi berusia di bawah tiga bulan, demam dengan suhu 38°C atau lebih perlu segera diperiksakan ke dokter, ya. Jadi, meski ISPA bisa dirawat di rumah pada kondisi tertentu, jangan ragu mencari bantuan medis kalau kondisi si kecil terlihat makin mengkhawatirkan.

    Merawat anak yang terkena ISPA di rumah bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memastikan si kecil cukup istirahat, minum, dan mendapat makanan bergizi sesuai kebutuhannya. Selama masa pemulihan, perhatikan juga perubahan gejalanya agar orang tua tahu apakah kondisi anak mulai membaik atau justru memburuk. Kalau keluhan gak kunjung mereda atau muncul tanda bahaya, segera bawa anak ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat, ya.

    Referensi

    “Nasal Irrigation With Saline Solution for Pediatric Acute Upper Respiratory Infections: A Systematic Review.” Cureus. Diakses Oktober 2026.

    “Saline nasal irrigation for acute upper respiratory tract infections.” Cochrane Database of Systematic Reviews. Diakses Oktober 2026.

    “Predicting poor outcomes in children aged 1–12 with respiratory tract infections: A systematic review.” BMJ Open. Diakses Oktober 2026.

    “Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) set of distance learning modules.” World Health Organization. Diakses Oktober 2026.

    “Integrated Management of Childhood Illness: Caring for Newborns and Children in the Community.” World Health Organization. Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More