Referensi
Elaine Monteiro Matsuda, Luana Portes Ozório Coelho, Victor Figueiredo Pimentel, Humberto Barjud Onias, dan Luís Fernando de Macedo Brigido, “An HIV-1 Transmission Case Possibly Associated with Manicure Care,” AIDS Research and Human Retroviruses 30, no. 11 (November 2014): 1150–53, https://doi.org/10.1089/aid.2014.0264.
Anna M. Stadelman-Behar et al., “Investigation of Presumptive HIV Transmission Associated with Receipt of Platelet-Rich Plasma Microneedling Facials at a Spa Among Former Spa Clients—New Mexico, 2018–2023,” Morbidity and Mortality Weekly Report 73, no. 16 (2024): 372–76, https://doi.org/10.15585/mmwr.mm7316a3.
Centers for Disease Control and Prevention, “How HIV Spreads,” diakses 13 Oktober 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Healthy Habits: Nail Hygiene,” diakses 13 Oktober 2026.
Occupational Safety and Health Administration, “Health Hazards in Nail Salons: Biological Hazards,” diakses 13 Oktober 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Guidance for PEP,” diakses 13 Oktober 2026.
HIV Bisa Menular lewat Peralatan Manikur, Pedikur, dan Nail Art?

Ada laporan kasus dari Brasil yang menduga HIV mungkin menular melalui alat kuku yang dipakai bersama, meski laporan ini tidak menyebut alat tersebut merupakan sumber infeksi.
Penularan HIV secara teori hanya dapat terjadi jika darah yang mengandung HIV masuk melalui luka atau kulit yang rusak. Menggunakan kuteks atau nail art pada kuku dan kulit yang utuh tidak menularkan HIV.
Alat perawatan kuku yang digunakan bergantian harus disterilkan dengan benar. Jika kulit terluka oleh alat yang tampak tercemar darah, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan karena PEP, jika diperlukan, harus dimulai dalam waktu maksimal 72 jam setelah paparan.
Seorang perempuan berusia 22 tahun di Brasil didiagnosis human immunodeficiency virus (HIV) setelah infeksinya berlangsung cukup lama. Saat tenaga kesehatan menelusuri kemungkinan paparan, ia mengingat pernah berbagi alat manikur dengan sepupunya sekitar 10 tahun sebelumnya. Sepupu tersebut belakangan diketahui hidup dengan HIV.
Peneliti membandingkan bagian materi genetik virus dari keduanya dan menemukan urutan yang sangat mirip. Analisis genetik menunjukkan virus pada keduanya sangat mirip dan diperkirakan berasal dari garis virus yang sama. Waktu perkiraan itu berdekatan dengan masa mereka diduga berbagi alat manikur, tetapi tidak membuktikan alat tersebut menjadi sumber penularan.
Table of Content
Temuan laporan kasus
Laporan kasus tersebut diterbitkan pada 2014 dalam jurnal AIDS Research and Human Retroviruses. Perempuan itu tidak melaporkan faktor risiko penularan HIV yang diketahui saat diperiksa. Tim peneliti mencatat bahwa sepupunya belum mengalami supresi virus pada masa yang diperkirakan menjadi waktu paparan.
Namun, riwayat berbagi alat itu diingat kembali bertahun-tahun kemudian. Peneliti tidak dapat memastikan kapan penularan terjadi atau membuktikan bahwa alat tersebut benar-benar menjadi perantaranya. Karena itu, penulis menyebutnya sebagai kasus yang mungkin terkait dengan perawatan manikur, bukan bukti pasti bahwa HIV menular lewat alat salon. Laporan satu pasien juga tidak cukup untuk menghitung seberapa besar risikonya bagi pelanggan salon pada umumnya.
Kasus ini juga berbeda dari investigasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di New Mexico yang dilaporkan pada 2024. Investigasi itu menemukan dugaan penularan HIV terkait prosedur microneedling dengan plasma kaya akan trombosit di sebuah spa tak berizin, bukan layanan manikur atau nail art.
Kapan peralatan kuku bisa menjadi jalur penularan HIV?

ilustrasi manikur di salon kuku (magnific.com/magnific) HIV dapat menular melalui cairan tubuh tertentu, termasuk darah, jika masuk ke aliran darah, mengenai selaput lendir, atau jaringan yang terluka. Namun, HIV tidak bertahan lama di luar tubuh dan tidak dapat berkembang biak di permukaan benda. Karena itu, duduk di kursi salon yang sama, menyentuh peralatan yang tidak terkena darah, atau menggunakan kuteks pada kulit dan kuku yang utuh tidak menularkan HIV.
Risiko penularan secara teori dapat terjadi dalam situasi yang sangat spesifik, misalnya jika alat tajam tercemar darah yang mengandung HIV, digunakan bergantian, lalu menyebabkan luka pada orang berikutnya. Alat seperti gunting kutikula memang dapat menimbulkan luka kecil, meski kadang tidak terlihat.
Meski demikian, penularan HIV melalui alat manikur dianggap sangat jarang, dan hingga saat ini tidak ada angka pasti yang dapat memperkirakan risiko khusus dari penggunaan alat tersebut.
Cara mengurangi risiko penularan HIV saat manikur, pedikur, dan nail art
Kebersihan alat salon kuku tetap penting untuk mencegah berbagai infeksi, meski risiko penularan HIV melalui layanan manikur, pedikur, ataupun nail art sehari-hari sangat rendah.
Alat perawatan kuku yang digunakan bersama harus disterilkan atau didisinfeksi sesuai prosedur sebelum dipakai pada pelanggan berikutnya. Alat sekali pakai juga sebaiknya tidak digunakan ulang.
Saat memilih salon kuku, perhatikan apakah alat yang digunakan telah diproses dengan benar, bukan cuma disimpan di dalam wadah. Jika terjadi perdarahan saat perawatan, hentikan prosedur sampai luka ditangani dan alat yang digunakan dibersihkan sesuai standar.
Para ahli juga menyarankan agar kutikula tidak dipotong karena berfungsi sebagai pelindung alami terhadap infeksi.
Jika kulit terluka oleh alat yang tampak terkontaminasi darah, segera datangi fasilitas kesehatan. Tenaga kesehatan akan menilai jenis paparan dan kemungkinan risikonya, termasuk apakah diperlukan obat pencegahan pascapaparan (PEP). Jika memang diperlukan, PEP harus diberikan sesegera mungkin, idealnya dalam 24 jam dan tidak lebih dari 72 jam setelah paparan.
Jadi, penularan HIV melalui alat manikur, pedikur, atau nail art secara teori mungkin terjadi, tetapi belum terbukti sebagai jalur penularan yang umum. Risiko utamanya berkaitan dengan paparan darah melalui alat yang tidak diproses dengan benar. Karena itu, memastikan kebersihan alat dan menghindari kontak dengan darah tetap menjadi langkah pencegahan terpenting.
























