ilustrasi mengecek suhu pada anak (magnific.com/jcomp)
Merawat anak di rumah bukan berarti orang tua cukup menunggu sampai batuk dan pileknya hilang sendiri. Perhatikan apakah demam mulai mereda, anak kembali aktif, dan pola makan serta minumnya berangsur membaik. Jika gejalanya semakin berat, demam menetap, atau anak sempat membaik lalu kembali sakit, sebaiknya periksakan kondisinya ke dokter.
Orang tua juga perlu waspada kalau anak terlihat kesulitan bernapas, napasnya jauh lebih cepat dari biasanya, bibirnya tampak kebiruan, atau sulit dibangunkan. Khusus bayi berusia di bawah tiga bulan, demam dengan suhu 38°C atau lebih perlu segera diperiksakan ke dokter, ya. Jadi, meski ISPA bisa dirawat di rumah pada kondisi tertentu, jangan ragu mencari bantuan medis kalau kondisi si kecil terlihat makin mengkhawatirkan.
Merawat anak yang terkena ISPA di rumah bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memastikan si kecil cukup istirahat, minum, dan mendapat makanan bergizi sesuai kebutuhannya. Selama masa pemulihan, perhatikan juga perubahan gejalanya agar orang tua tahu apakah kondisi anak mulai membaik atau justru memburuk. Kalau keluhan gak kunjung mereda atau muncul tanda bahaya, segera bawa anak ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat, ya.
Referensi
“Nasal Irrigation With Saline Solution for Pediatric Acute Upper Respiratory Infections: A Systematic Review.” Cureus. Diakses Oktober 2026.
“Saline nasal irrigation for acute upper respiratory tract infections.” Cochrane Database of Systematic Reviews. Diakses Oktober 2026.
“Predicting poor outcomes in children aged 1–12 with respiratory tract infections: A systematic review.” BMJ Open. Diakses Oktober 2026.
“Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) set of distance learning modules.” World Health Organization. Diakses Oktober 2026.
“Integrated Management of Childhood Illness: Caring for Newborns and Children in the Community.” World Health Organization. Diakses Oktober 2026.