Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemulihan Setelah Kuret, Apa yang Normal dan Kapan Perlu Waspada?
ilustrasi beristirahat di rumah (pexels.com/Thirdman)
  • Kram ringan dan perdarahan atau bercak darah umumnya muncul setelah kuret; lama dan banyaknya bisa berbeda pada tiap orang.

  • Istirahat pada hari tindakan, kembali beraktivitas secara bertahap, dan ikuti arahan dokter soal penggunaan tampon serta kapan boleh berhubungan seksual.

  • Perdarahan sangat banyak, demam, nyeri berat, atau cairan berbau tidak sedap perlu segera dikonsultasikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuret adalah prosedur medis untuk membersihkan atau mengambil jaringan dari dalam rahim. Tindakan ini dapat dilakukan setelah keguguran, untuk mengatasi perdarahan tertentu, atau mengambil sampel jaringan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah kuret, sebagian pasien bisa pulang pada hari yang sama. Namun, sesampainya di rumah, beberapa perempuan bertanya-tanya apakah kram dan perdarahan masih wajar? Kapan boleh kembali bekerja atau beraktivitas seperti biasa, dan kapan harus menghubungi dokter?

Pemulihan setiap orang berbeda. Kondisi sebelum tindakan dan instruksi dokter dapat memengaruhi perawatan setelahnya. Panduan dari dokter yang melakukan tindakan tetap menjadi acuan utama.

1. Kenali keluhan yang lazim muncul

Kram ringan seperti nyeri haid dan perdarahan ringan atau bercak biasanya dapat terjadi setelah kuret.

Pada sebagian orang, perdarahan ringan bisa berlangsung lebih lama daripada beberapa hari. Siklus menstruasi berikutnya juga mungkin datang lebih awal atau lebih lambat karena lapisan rahim perlu kembali terbentuk.

Sebuah studi kohort prospektif pada 2023 memberi gambaran tentang pemulihan setelah aspirasi uterus rawat jalan untuk tindakan aborsi. Di antara peserta yang menyelesaikan seluruh pengamatan, waktu median untuk kembali ke kondisi fungsional seperti sebelum tindakan adalah satu hari; perdarahan berlangsung delapan hari dan penggunaan obat pereda nyeri empat hari. Namun, studi ini meneliti aspirasi uterus—bukan semua jenis kuret—dan hanya 86 dari 250 peserta yang memiliki data lengkap.

2. Istirahat dulu, lalu kembali beraktivitas bertahap

Pada hari tindakan, beristirahatlah dan minta seseorang mengantar pulang, terutama jika kamu mendapat bius umum atau obat penenang. Efeknya bisa membuat tubuh mengantuk dan konsentrasi menurun.

Selama 24 jam setelah anestesi umum atau sedasi, panduan kesehatan menyarankan untuk tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin. Hindari juga alkohol.

Setelah itu, aktivitas ringan dapat dimulai kembali sesuai kondisi tubuh. Banyak pasien bisa kembali ke sebagian besar kegiatan rutin dalam satu atau dua hari, tetapi jangan memaksakan diri jika masih pusing, nyeri, atau lemas.

Tanyakan kepada dokter kapan aman kembali berolahraga, mengangkat beban berat, atau menjalani aktivitas yang lebih intens.

3. Gunakan pembalut dan ikuti arahan dokter soal aktivitas seksual

ilustrasi pembalut (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Untuk memantau perdarahan, gunakan pembalut terlebih dahulu. Dokter mungkin meminta pasien menghindari tampon, menstrual cup, memasukkan benda ke vagina, atau berhubungan seksual sementara waktu.

Anjuran dan durasinya bisa berbeda, jadi ikuti instruksi pulang dari rumah sakit dan tanyakan kapan aktivitas tersebut aman untuk kembali dilakukan.

4. Redakan kram sesuai petunjuk dokter

Kompres hangat dapat membantu meredakan kram ringan. Jika butuh obat pereda nyeri, gunakan obat yang disarankan oleh dokter dan ikuti dosis pada resep atau kemasannya.

Nyeri yang memberat atau tidak membaik setelah minum obat perlu dikonsultasikan dengan dokter.

Makan dan minum seperti biasa saat sudah tidak mual, kecuali dokter memberikan pantangan khusus.

Jika jaringan dari rahim dikirim ke laboratorium, tanyakan kapan dan bagaimana hasilnya akan disampaikan. Jangan melewatkan kontrol apabila dokter menjadwalkannya.

5. Beri ruang untuk pemulihan emosional

Jika kuret dilakukan setelah keguguran, pemulihan tidak hanya menyangkut kondisi fisik. Perasaan sedih, lega, bingung, atau campuran dari berbagai emosi bisa muncul, dan waktunya berbeda pada setiap orang.

Berbagi dengan orang yang dipercaya atau meminta dukungan tenaga kesehatan dapat membantu. Jika kesedihan terasa berat atau mengganggu keseharian, sampaikan kepada dokter.

Segera cari bantuan medis jika perdarahan membasahi sekitar dua pembalut besar setiap jam selama dua jam berturut-turut, muncul demam sekitar 38 derajat Celcius atau lebih, menggigil, nyeri perut berat yang tidak membaik, atau cairan vagina berbau tidak sedap.

Pingsan juga perlu mendapat penanganan segera.

Segera cari pertolongan medis jika keluhan memburuk.

Referensi

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), “Dilation and Curettage (D&C),” diakses 6 Oktober 2026.

Cleveland Clinic, “Dilation and Curettage (D&C): Treatment, Risks & Recovery,” diakses 6 Oktober 2026.

Mayo Clinic, “Dilation and Curettage (D&C),” diakses 6 Oktober 2026.

Richard D. Neal, Carrie Cwiak, Peggy Goedken, dan M. Lawley, “O17—Functional Recovery after Surgical Uterine Evacuation,” Contraception 127 (November 2023): 110163, https://doi.org/10.1016/j.contraception.2023.110163.

Healthdirect Australia, “Dilatation and Curettage,” diakses 6 Oktober 2026.

MedlinePlus, “D and C,” Medical Encyclopedia, diakses 6 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article