Studi ini memang tidak menentukan jam sarapan yang “sempurna”. Namun, banyak ahli gizi merekomendasikan makan dalam 1–2 jam setelah bangun tidur untuk memutus puasa malam dan memberi energi bagi tubuh.
Selain itu, memulai hari dengan makan lebih awal juga dianggap bisa membantu membentuk pola makan yang lebih sehat dan keseimbangan metabolisme yang lebih baik.
Sarapan dalam dua jam setelah bangun tidur membantu menstabilkan gula darah, memicu metabolisme, dan menyelaraskan pola makan dengan ritme sirkadian tubuh.
Penelitian juga menunjukkan bahwa sarapan lebih awal dapat memperbaiki kadar glukosa darah dan meningkatkan respons hormon GLP-1, yang berperan dalam mengatur nafsu makan, pencernaan, dan kadar gula darah.
Saat mempertimbangkan waktu sarapan terbaik, konsistensi lebih penting daripada jam tertentu. Menurut para ahli, waktu sarapan terbaik adalah yang bisa kamu jalani secara konsisten sepanjang minggu dan membuat kamu merasa berenergi. Namun, sarapan terlalu dekat dengan waktu bangun tidur umumnya tidak disarankan.
Studi lain tentang pembatasan kalori jangka panjang juga menemukan bahwa konsistensi waktu sarapan berhubungan dengan penurunan berat badan dan kontrol kalori yang lebih baik.
Penelitian pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa sarapan teratur mendukung ritme sirkadian yang sehat. Sebaliknya, ritme sirkadian yang terganggu dapat menyebabkan kantuk, sulit konsentrasi, diabetes, hipertensi, hingga gangguan suasana hati.