Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WHO: Obat Obesitas Tidak Dianjurkan untuk Anak Usia di Bawah 10 Tahun
ilustrasi anak doyan makan, rentan mengalami kegemukan atau obesitas (IDN Times/NRF)
  • WHO tidak merekomendasikan obat obesitas untuk anak usia 0–9 tahun karena bukti manfaat, keamanan, dan dampak jangka panjangnya masih terbatas.

  • Dari 37 uji klinis yang ditelaah, hanya delapan melibatkan anak usia 6–9 tahun dan tidak ada untuk usia di bawah 6 tahun; risiko pertumbuhan serta kesehatan mental perlu diperhatikan.

  • WHO menganjurkan perawatan terpadu berupa pola makan, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku yang disesuaikan dengan kondisi anak serta melibatkan orang tua dan tenaga kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam panduan terbarunya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak merekomendasikan farmakoterapi, yaitu penggunaan obat untuk menangani obesitas, pada anak usia 0–9 tahun.

Menurut WHO, bukti obat obesitas pada anak usia di bawah 10 tahun belum cukup untuk memastikan keseimbangan antara manfaat dan risikonya, terutama dalam jangka panjang.

Berikut beberapa alasan di balik rekomendasi tersebut.

1. Studi yang melibatkan anak di bawah 10 tahun masih sedikit

Dari 37 uji klinis yang ditelaah dalam panduan WHO, 8 melibatkan anak usia 6–9 tahun. Sebanyak 7 di antaranya meneliti metformin dan satu lagi meneliti liraglutide. WHO tidak menemukan studi yang melibatkan anak di bawah usia 6 tahun.

Jumlah studi yang terbatas membuat kesimpulan tentang keamanan dan manfaat obat sulit diterapkan pada semua anak usia 0–9 tahun.

WHO juga mempertimbangkan bahwa obat dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, fungsi tubuh, dan kesehatan mental—dampak yang perlu diteliti khusus pada anak.

Panduan tersebut menyebutnya sebagai potensi risiko yang perlu diperhitungkan.

2. Hasil gabungan dari berbagai usia belum menjawab manfaatnya untuk anak kecil

Tinjauan Cochrane 2026 mencakup anak dan remaja. Jika dibandingkan dengan plasebo, obat penurun berat badan mungkin mengurangi indeks massa tubuh (IMT/BMI) rata-rata sekitar 1,8 kg/m² dan berat badan sekitar 5,47 kilogram. Namun, kepastian bukti untuk hasil tersebut rendah dan angka gabungan itu tidak secara khusus menggambarkan manfaat pada anak di bawah 10 tahun.

Pertanyaan penting lainnya adalah apakah obat memberi manfaat tambahan ketika digunakan bersama intervensi pola makan dan aktivitas fisik, dibandingkan intervensi tersebut saja. Disimpulkan bahwa bukti untuk perbandingan ini masih tidak pasti. Tinjauan itu juga menyoroti kurangnya penelitian jangka panjang yang mengukur kesejahteraan fisik dan mental anak.

3. Liraglutide turunkan IMT dalam studi, tetapi buktinya belum luas

ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Novaya Siantita)

Salah satu penelitian yang relevan menguji liraglutide pada 82 anak usia 6 hingga di bawah 12 tahun. Setelah 56 minggu, rata-rata IMT turun 5,8 persen pada kelompok yang menerima liraglutide bersama intervensi gaya hidup, sementara IMT kelompok plasebo naik 1,6 persen. Namun, rentang usia penelitian itu mencakup anak usia 10–11 tahun, sehingga hasilnya tidak khusus menunjukkan dampak pada anak di bawah 10 tahun.

Efek samping juga perlu dicermati. Efek samping saluran cerna dilaporkan pada 80 persen anak dalam kelompok liraglutide dan 54 persen dalam kelompok plasebo. Penelitian ini didanai Novo Nordisk, perusahaan yang memproduksi liraglutide. Hasilnya memberi informasi penting, tetapi satu uji klinis dengan 82 peserta dan masa pengobatan 56 minggu belum dapat menjawab seluruh pertanyaan tentang keamanan dan dampak jangka panjang.

4. WHO menganjurkan perawatan terpadu yang disesuaikan dengan anak

Sebagai pendekatan utama, WHO merekomendasikan intervensi terstruktur yang memadukan pola makan, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku.

Perawatan perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, minat, serta latar budaya anak, dan melibatkan orang tua atau pengasuh.

Penanganan pola makan secara terstruktur untuk anak berusia lebih dari 2 tahun perlu diawasi tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan gizi.

Dengan pendekatan ini, anak tidak dibebani tanggung jawab untuk mengatasi obesitas sendirian. Tenaga kesehatan dapat menilai kondisi anak dan keluarganya, lalu menentukan bentuk dukungan yang sesuai.

Referensi

World Health Organization, "WHO Guideline on the Integrated Management of Obesity in Children (Geneva: World Health Organization, 2026)", diakses 8 Oktober 2026.

Chiara Gerardi et al., “Pharmacological Interventions for the Treatment of Obesity in Children and Adolescents,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 5 (2026): CD015986, https://doi.org/10.1002/14651858.CD015986.

Claudia K. Fox et al., “Liraglutide for Children 6 to <12 Years of Age with Obesity—A Randomized Trial,” New England Journal of Medicine 392, no. 6 (2025): 555–65, https://doi.org/10.1056/NEJMoa2407379.

Curated For You

Editorial Team

Related Article