Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

World Osteoporosis Day 2026: Tulang Sehat Dimulai Sejak Kecil

4 min read
World Osteoporosis Day 2026: Tulang Sehat Dimulai Sejak Kecil
ilustrasi mengajarkan anak pola makan sehat bergizi seimbang (vecteezy.com/Sunan Wongsa-nga)
  • Hari Osteoporosis Sedunia 2026 mengusung tema membangun, melindungi, dan memperkuat tulang sepanjang hidup, dengan perhatian kesehatan tulang dimulai sejak masa kanak-kanak.

  • Osteoporosis sering tanpa gejala hingga terjadi patah tulang; IOF memperkirakan 500 juta orang terdampak dan risiko patah tulang meningkat pada perempuan maupun laki-laki seiring usia.

  • Pencegahan mencakup asupan kalsium-protein, latihan beban dan penguatan otot, serta menghindari rokok dan alkohol; kelompok berisiko dapat berkonsultasi untuk pemeriksaan DXA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Osteoporosis sering tidak memberi tanda saat kepadatan tulang mulai berkurang. Seseorang bisa tetap menjalani kegiatan sehari-hari tanpa merasa ada masalah, sampai patah tulang terjadi setelah jatuh yang tampak ringan. Karena itu, osteoporosis kerap disebut penyakit senyap, yang biasanya baru diketahui setelah tulang menjadi rapuh dan patah.

Setiap 20 Oktober, International Osteoporosis Foundation (IOF) mengajak masyarakat memberi perhatian pada kesehatan tulang melalui World Osteoporosis Day atau Hari Osteoporosis Sedunia. Kampanye tahun ini menekankan bahwa menjaga tulang bukan hanya urusan orang lanjut usia. Perhatian terhadap tulang dibutuhkan sejak masa kanak-kanak hingga dewasa dan usia lanjut.

  1. Tema 2026: bangun, lindungi, perkuat tulang

    Tema kampanye tahun ini adalah “Build, Protect, Strengthen Your Bones for Life”—bangun, lindungi, dan perkuat tulang sepanjang hidup.

    Pesannya mengajak masyarakat melihat kesehatan tulang sebagai perjalanan panjang, yaitu membangun kekuatan tulang sejak dini, mempertahankannya selama dewasa, lalu mencegah patah tulang dan menjaga mobilitas seiring bertambahnya usia.

    Tulang yang kuat mulai dibangun sejak masa kanak-kanak. Asupan gizi dan aktivitas fisik membantu anak mencapai potensi massa tulang puncak—jumlah massa tulang tertinggi yang dicapai seseorang.

    Pada orang dewasa, pola hidup sehat membantu mempertahankan tulang. Bagi orang yang sudah mengalami osteoporosis atau patah tulang, diagnosis dan penanganan yang tepat dapat membantu menurunkan risiko patah tulang berikutnya.

  2. Angka yang menunjukkan besarnya beban osteoporosis

    Ilustrasi perbandingan struktur tulang normal yang padat dengan tulang osteoporosis yang lebih keropos dan berpori.
    ilustrasi perbedaan tulang normal dan tulang yang mengalami osteoporosis (magnific.com/brgfx)

    IOF memperkirakan sekitar 500 juta laki-laki dan perempuan di dunia mungkin mengalami osteoporosis. Pada orang berusia lebih dari 50 tahun, perkiraan risikonya adalah 1 dari 3 perempuan dan satu dari lima laki-laki akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis.

    Beban patah tulang juga besar. Diperkirakan hingga 37 juta patah tulang akibat kerapuhan tulang terjadi setiap tahun pada orang berusia di atas 55 tahun, setara sekitar 70 kasus per menit.

    Sebuah analisis Global Burden of Disease yang terbit dalam jurnal The Lancet Rheumatology pada 2025 memperkirakan bahwa kepadatan mineral tulang rendah berkontribusi pada 477.000 kematian dan 17,2 juta tahun hidup dengan disabilitas (DALY) secara global pada 2020, pada orang berusia 40 tahun ke atas.

  3. Bukan hanya perempuan atau lansia

    Risiko osteoporosis meningkat seiring bertambahnya usia dan lebih tinggi pada perempuan, terutama setelah menopause. Namun, laki-laki juga dapat mengalami pengeroposan tulang dan patah tulang akibat kerapuhan.

    Patah tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan termasuk lokasi yang umum terdampak.

    Osteoporosis tidak selalu terasa sebagai nyeri sebelum tulang patah. Karena itu, orang dengan faktor risiko—misalnya pernah mengalami patah tulang, memiliki riwayat osteoporosis dalam keluarga, atau menggunakan obat tertentu dalam jangka panjang—dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai penilaian risiko dan pemeriksaan kepadatan tulang.

    Pemeriksaan DXA, yang mengukur kepadatan mineral tulang, merupakan salah satu cara dokter menilai osteoporosis.

    Menjaga tulang dapat dimulai dari kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, seperti:

    • Mengonsumsi makanan dengan kalsium dan protein yang cukup.
    • Melakukan latihan menahan beban dan latihan penguatan otot.
    • Hindari merokok dan konsumsi alkohol.

    Pada usia lanjut, menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh juga penting.

    Langkah-langkah ini mendukung kesehatan tulang, meski tidak menggantikan pemeriksaan atau pengobatan jika seseorang berisiko atau telah didiagnosis osteoporosis.

  4. Cara berpartisipasi dalam World Osteoporosis Day

    Seorang ibu dan anak perempuan melakukan olahraga bersama di rumah untuk membiasakan gaya hidup aktif sejak dini.
    ilustrasi mengajarkan anak gaya hidup aktif sedini mungkin (pexels.com/Valeria Ushakova)

    Kamu bisa ikut menyebarkan pesan kesehatan tulang melalui kanal digital maupun kegiatan komunitas.

    Beberapa cara berpartisipasi antara lain:

    • Membagikan materi kampanye dengan pesan “Build, Protect, Strengthen Your Bones for Life.”
    • Mengadakan diskusi atau kegiatan edukasi di sekolah, kantor, komunitas, atau fasilitas kesehatan.
    • Cek faktor risiko osteoporosis yang tersedia secara online untuk meningkatkan kesadaran.
    • Mencari kegiatan lokal terkait osteoporosis.

    World Osteoporosis Day adalah pengingat bahwa tulang menopang gerak dan kemandirian sepanjang hidup. Menjaganya dimulai jauh sebelum seseorang merasakan keluhan dan tetap penting setelah diagnosis atau patah tulang.

    Referensi

    National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, “Osteoporosis: Causes, Risk Factors, & Symptoms,” diakses 19 Oktober 2026.

    International Osteoporosis Foundation (IOF), "World Osteoporosis Day", diakses 19 Oktober 2026.

    IOF, “Prevention,” diakses 19 Oktober 2026.

    IOF, “Epidemiology of Osteoporosis and Fragility Fractures,” diakses 19 Oktober 2026.

    GBD 2021 Low Bone Mineral Density Collaborators, “The Global, Regional, and National Burden Attributable to Low Bone Mineral Density, 1990–2020: An Analysis of a Modifiable Risk Factor from the Global Burden of Disease Study 2021,” The Lancet Rheumatology 7, no. 12 (2025): e873–e894, https://doi.org/10.1016/S2665-9913(25)00105-5.

    World Health Organization, “Fragility Fractures,” diakses 19 Oktober 2026.

    National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, “Exercise for Your Bone Health,” diakses 19 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More