TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Benarkah Seks Bikin Kita Awet Muda? Ini Faktanya

Hanya butuh konsistensi, nih!

ilustrasi pasangan (Pixabay.com/Up-Free)

Sudah bukan rahasia kalau hubungan seksual memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Bahkan, sebuah studi menunjukkan jika dilakukan secara rutin, bisa saja seks membuat awet muda. 

Terdengar menarik, bukan? Untuk mendapatkan manfaat seks yang bisa memperlambat penuaan, ada hal-hal yang harus diperhatikan, nih. Simak fakta tentang bagaimana seks bisa mencegah penuaan berikut ini, ya.

1. Berdasarkan penelitian

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of California, Amerika Serikat, telah mengidentifikasi hubungan langsung antara aktivitas seksual dan proses memperlambat penuaan. Studi dalam jurnal Psychoneuroendocrinology tahun 2017 ini mengobservasi kehidupan seks 129 ibu dalam hubungan mereka.

Para partisipan memberikan laporan harian tentang kepuasan terhadap hubungan dan seberapa sering melakukan hubungan intim dengan pasangan. Sampel darah partisipan juga diambil untuk dianalisis indikator sel penuaannya. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berada dalam hubungan yang memuaskan secara fisik memiliki kromosom yang lebih sehat dan lebih terlindungi. Itu terjadi karena responden dan pasangan rutin berhubungan seks seminggu sekali.

2. Apakah itu berarti frekuensi seks menentukan pencegahan penuaan?

ilustrasi mencegah penuaan (freepik.com/cookie-studio)

Iya, bisa disimpulkan demikian. Responden yang berhubungan seks setidaknya seminggu sekali memiliki telomer yang jauh lebih panjang daripada yang tidak. Telomer adalah tutup protein di ujung DNA yang melindungi kromosom dari kerusakan dan penuaan, seperti dilansir Men's Health

Penelitian di atas hanya menunjukkan adanya keterkaitan positif dan tidak dapat membuktikan bahwa aktivitas seksual adalah penyebab tunggal telomer menjadi panjang. Namun, panjang telomer dianggap penting untuk kesehatan. 

Baca Juga: 7 Fakta Telomer, Kunci Rahasia Awet Muda di Kromosom Sel Kita

3. Pengaruh telomer pada penuaan yang sehat

ilustrasi gaya hidup sehat (pexels.com/Nathan Cowley)

Seiring bertambahnya usia, telomer bisa rusak dengan menjadi sedikit lebih pendek setiap kali sel mengalami pembelahan. Hal-hal tertentu dinilai bisa membuat telomer menjadi lebih cepat pendek, seperti pola makan yang buruk, kecanduan alkohol, dan proses alami penuaan.

Telomer yang lebih pendek memiliki hubungan dengan masalah kesehatan seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Hal ini menunjukkan bahwa telomer yang lebih panjang tampaknya membantu mencegah penyakit. 

Mengutip The Healthy, seks bisa bermanfaat untuk melindungi telomer yang mana sekaligus bisa membuat sel dapat hidup lebih lama. Namun, itu juga harus diimbangi dengan pola makan sehat dan olahraga rutin untuk membantu memperlambat efek penuaan.

4. Bagaimana seks membuat awet muda?

ilustrasi pasangan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Berdasarkan penuturan edukator seks Kait Scalisi kepada Get Maude, alasan mengapa seks bisa berguna untuk mencegah penuaan dengan lebih baik adalah dengan cara: 

  • Membantu detoks tubuh: Saat melakukan hubungan seks sebenarnya tubuh sedang diberi pijatan limfatik yang bermanfaat untuk proses detoksifikasi alami. Sistem limfatik adalah jaringan berfungsi membuang limbah dan racun tubuh. Limfatik melawan infeksi dan mengirimkan getah bening yang penuh akan sel darah putih ke seluruh tubuh. Beberapa aktivitas fisik, seperti seks, dapat membantu sirkulasi getah bening yang pada gilirannya memulai proses detoksifikasi sendiri. 
  • Mengurangi stres: Secara umum, mengalami orgasme telah terbukti mengurangi stres dalam tubuh. Itu juga membantu relaksasi lebih dalam dengan meningkatkan endorfin dan bekerja untuk mengeluarkan hormon stres kortisol.
  • Menghasilkan hormon sehat: Saat mencapai orgasme, tingkat hormon dehydroepiandrosterone (DHEA) melonjak di dalam tubuh. Hormon ini dapat meningkatkan fungsi otak, membantu memelihara dan memperbaiki jaringan, serta meningkatan kesehatan kulit. Melakukan seks secara rutin dalam hubungan dan lingkungan yang bebas stres dikaitkan dengan penampilan yang tampak lebih muda.
  • Memperkuat imun tubuh: Seks yang teratur dapat meningkatkan sel penangkal infeksi yang dapat membantu melawan flu dan penyakit umum lainnya. 
  • Membuat merasa bahagia: Saat mencapai klimaks, pelepasan hormon kebahagiaan saat seperti oksitosin meningkat pesat. Oksitosin berkaitan dengan hal seperti gairah, intuisi, dan kemampuan bersosialisasi. Ketika hormon ini dilepaskan, keadaan fisik dan emosional seperti diatur ulang. Melalui pelepasan hormon, penghilang stres, dan manfaat antipenuaan lainnya, seks yang sehat dapat berkontribusi pada peningkatan suasana hati dan kesehatan.

Baca Juga: 5 Manfaat Seks untuk Menggantikan Olahraga, Gak Cuma Merasa Nikmat

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya