Comscore Tracker

Gejala Gonore Pada Laki-Laki dan Perempuan, PMS yang Menakutkan

Penyakit menular seksual yang sulit terdeteksi tubuh!

Gejala gonore bisa terjadi pada siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan. Gonore adalah salah satu Penyakit Menular Seksual (PMS) yang dapat membuat kamu mengalami kencing nanah.

Hal ini tentu akan menimbulkan perasaan tidak nyaman di area kelamin. Adapun penyebab dari penyakit ini adalah adanya infeksi dari bakteri. Tidak hanya organ vital, tetapi bakteri ini juga menyerang organ tubuh lainnya seperti mata dan tenggorokan.

Meski gonore bisa menyerang laki-laki dan perempuan, tetapi gejala pada keduanya memiliki beberapa perbedaan. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini mengenai gejala gonore pada laki-laki dan perempuan.

Apa itu gonore?

Gejala Gonore Pada Laki-Laki dan Perempuan, PMS yang Menakutkanilustrasi penderita gonore (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Dilansir Everlywell gonore adalah Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae. Perlu untuk kamu ketahui, IMS ini bisa menular pada laki-laki maupun perempuan. 

Umumnya, gonore terjadi pada orang muda di usia 15–24 tahun. Di Amerika Serikat sebanyak 1,14 juta per tahun kasus gonore terbaru, setengahnya berasal dari kelompok usia muda. 

Jadi bagaimana seseorang bisa tertular gonore? Adapun penularan IMS ini bisa terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita gonore baik secara vaginal, anal, maupun oral. Bahkan, seseorang sebelumnya telah menjalani pengobatan gonore juga bisa tertular kembali, apabila berhubungan intim dengan penderita gonore.

Bakteri yang menyebabkan gonore ini cenderung menginfeksi uretra, rektrum, serta tenggorokan. Neisseria gonorrhoeae juga menyerang leher rahim pada perempuan. Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi gonore, dapat menularkan penyakit ini pada bayinya pada saat melahirkan.

Gejala gonore pada laki-laki dan perempuan berbeda, bahkan beberapa orang tidak mengalami gejala gonore dan terlihat sama seperti orang normal. Orang-orang ini disebut dengan pembawa tanpa gejala atau pembawa asimtomatik. Adapun pembawa tanpa gejala ini mungkin menyebarkan penyakit pada pasangan melalui aktivitas seksual.

Baca Juga: Pahami Perbedaan Chlamydia dan Gonore, Gejalanya Bisa Serupa

Gejala gonore pada perempuan

Gejala Gonore Pada Laki-Laki dan Perempuan, PMS yang Menakutkanilustrasi gonore pada perempuan (unsplash.com/Sasun Bughdaryan)

Penderita gonore perempuan umumnya tidak memiliki gejala gonore yang nyata. Apabila ada, maka gejala yang dihasilkan cenderung ringan atau membuat keliru karena mirip dengan gejala infeksi penyakit lainnya.

Adapun gejala gonore meliputi sebagai berikut:

  • Infeksi jamur, infeksi bakteri lain, atau infeksi saluran kemih
  • Mengalami keputihan yang tidak normal. Keputihan menjadi encer, berwarna krem, atau bahkan hijau
  • Sering buang air kecil
  • Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Bercak yang muncul dengan tidak biasa atau tidak sesuai periodenya
  • Merasakan sakit saat berhubungan seksual
  • Rasa sakit yang tajam pada bagian bawah perut
  • Membuat demam atau sakit pada tenggorokan
  • Anus menjadi gatal
  • Anus terasa sakit serta mengeluarkan cairan, pendarahan, dan buang air besar yang menyakitkan.

Apabila perempuan yang mengidap gonore ini tidak segera ditangani, maka hal ini dapat merusak sistem reproduksi serta meningkatkan risiko PMS atau bahkan menularkan HIV. Selain itu, gonore juga memicu penyakit radang panggul atau infertilitas. Bahkan, dalam beberapa kasus, gonore dapat menyebar ke aliran darah dan persendian atau dikenal dengan nama Gonore diseminata.

Gejala gonore pada ibu hamil

Gejala Gonore Pada Laki-Laki dan Perempuan, PMS yang Menakutkanilustrasi hamil (unsplash.com/Suhyeon Choi)

Tidak semua ibu hamil yang terinfeksi dapat menunjukkan gejala menderita gonore. Akan tetapi, selain gejala gonore perempuan yang telah disebutkan di atas, ibu hamil dengan gonore yang tidak diobati dapat berpengaruh pada kondisi kandungannya. Mulai dari keguguran, kelahiran prematur, hingga ektopik (kondisi yang mengancam jiwa).

Selain itu, bisa jadi ibu hamil yang menderita gonore akan menularkan ke bayinya pada saat proses persalinan terjadi. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius pada bayi baru lahir seperti pneumonia.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ibu hamil di bawah 25 tahun harus melakukan screening untuk mendeteksi gonore dan IMS lainnya. Hal ini membantu menurunkan risiko IMS yang menyebabkan berbagai komplikasi pada masa kehamilan dan membahayakan kesehatan bayi nantinya.

Gejala gonore pada laki-laki

Gejala Gonore Pada Laki-Laki dan Perempuan, PMS yang Menakutkanilustrasi sakit gonore (pexels.com/Cottonbro)

Gejala gonore pada laki-laki pada awalnya mungkin tidak terlihat. Bahkan, beberapa dari mereka sama seperti perempuan, yaitu tidak mengalami gejala yang berarti. Adapun gejala gonore pada laki-laki di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Buang air kecil lebih sering dibanding sebelumnya
  • Keluarnya cairan seperti nanah berwarna putih, kuning, krem, ataupun hijau pada penis
  • Pembengkakan atau kemerah di ujung penis
  • Terasa nyeri di salah satu atau kedua testis.

Selain itu, gonore juga bisa menginfeksi kamu atau pasangan yang melakukan seks anal. Dalam hal ini, gejala yang biasa terjadi, di antaranya:

  • Anus menjadi gatal dan sakit
  • Keluarnya cairan atau pendarahan pada anus
  • Buang air besar yang menyakitkan.

Itulah tadi gejala gonore pada laki-laki dan perempuan. Apabila kamu merasakan atau mengalami gejala di atas, segera untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan demikian, kemungkinan perkembangan bakteri tersebut bisa diatasi dengan cepat.

Baca Juga: Membandingkan Manfaat dan Risiko Anal Seks, Apakah Sepadan?

Topic:

  • Nadia Agatha Pramesthi

Berita Terkini Lainnya