press conference film Harusnya Horor di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Dalam sesi doorstop interview bersama awak media di Plaza Senayan, Senin (20/7/2026), Jot menceritakan bahwa semua pemain film Harusnya Horror, terutama para member AAA Clan sempat mengikuti acting class. Saat itu, mereka diberi tugas dari acting coach untuk melakukan observasi. Menariknya, observasi tersebut dilakukan dengan pendekatan yang unik karena mengharuskan mereka untuk berinteraksi langsung dengan orang-orang di Pasar Lama Tangerang.
“Pasar Lama Tangerang. Waktu itu, gue disuruh ngobrol sama 10 orang. Terus habis itu entar diceritain, ini orang siapa? Masalahnya apa?” ungkap Jot sambil mengingat kembali momen observasinya.
Yukatheo kemudian menjelaskan secara detail bahwa dalam proses observasi tersebut, mereka diharuskan untuk mengamati lima orang hanya dari gestur dan ekspresi, lalu menebak emosi yang sedang mereka rasakan. Sementara lima orang lainnya harus diajak mengobrol lebih dalam, dengan menanyakan kesulitan yang dihadapi hingga hal-hal yang disyukuri dalam hidup mereka.
Menurut Garry Ang, observasi tersebut memang awalnya terasa sedikit aneh karena mereka harus tiba-tiba menanyakan hal personal kepada orang lain yang baru ditemui, termasuk tentang hal yang disyukuri dalam hidup mereka. Namun, lama kelamaan, mereka jadi menikmati prosesnya dan belajar banyak dari situ.
“Emang agak aneh sih tiba-tiba nanya ke orang, apa yang disyukuri di hidupnya,” kata Garry sambil bercanda.