Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Abdur Arsyad Ungkap Sempat Ditawari Masuk Timses, Berani Bayar Rp2 M

3 min read
Abdur Arsyad Ungkap Sempat Ditawari Masuk Timses, Berani Bayar Rp2 M
Abdur Arsyad (instagram.com/abdurarsyad)
  • Komika Abdur Arsyad mengungkap dirinya, Arie Kriting, dan Mamat Alkatiri pernah bercanda menetapkan tarif Rp2 miliar, Rp1,5 miliar, dan Rp1 miliar untuk menjadi tim sukses Pilpres 2024.
  • Candaan itu berujung pada kontak dari pihak yang menawarkan tim siniar Titik Kumpul bergabung sebagai satu paket. Abdur menyebut penghubungnya figur besar dan kredibel, tetapi keseriusan tawaran belum dipastikan.
  • Tim Titik Kumpul menolak tawaran tersebut karena khawatir kehilangan kepercayaan penonton terhadap materi komedi sosial-politik mereka dan berdampak pada karier.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Komika Abdur Arsyad menceritakan pengalaman dirinya ditawari masuk tim sukses dalam Pilpres 2024. Gak sendiri, Abdur menjelaskan bahwa di kala itu ia mendapatkan tawaran bersama rekan-rekannya di siniar Titik Kumpul. Menariknya, tawarantersebut bermula dari obrolan bercanda di antara Abdur, Arie Kriting, dan Mamat Alkatiri soal tarif yang akan mereka patok jika diminta menjadi timses.

Dalam obrolan tersebut, Abdur menyebut angka Rp2 miliar sebagai bayaran yang ia inginkan. Sementara itu, Mamat mematok Rp1 miliar dan Arie Kriting menyebut Rp1,5 miliar. Cerita itu kemudian menjadi kenyataan ketika ada pihak yang menghubungi mereka dan menawarkan bayaran untuk bergabung sebagai satu paket. Bagaimana selengkapnya?

  1. 1. Abdur dan rekan-rekannya bercanda soal tarif menjadi timses

    Tangkapan layar terkait Abdur Arsyad dari akun Instagramnya, sesuai keterangan yang menyertai gambar.
    Abdur Arsyad (instagram.com/abdurarsyad)

    Saat menjadi bintang tamu dalam siniar Talk of LIFE - S2 E39 yang diunggah di channel YouTube NOTASLIMBOY TV, Abdur menceritakan tentang tawaran menjadi timses yang pernah datang kepadanya dan rekan-rekan di siniar Titik Kumpul. Obrolan mengenai tawaran menjadi tim sukses itu awalnya hanya candaan di antara para member. Saat itu, situasi politik menjelang pemilihan presiden belum terlalu memanas, sehingga mereka saling melontarkan angka bayaran yang diinginkan jika suatu saat diminta bergabung dalam timses.

    “Sebenernya kami tuh bercanda di Titik Kumpul. Bercanda pada waktu itu, pilpres belum terlalu panas lah. Kami bercanda, kalau misalkan disuruh jadi timses, berapa? Kami suka mengkhayal, kan. Terus masing-masing sebutin angka lah. Mamat bilang, ‘Kalau saya Rp1 M saya ambil.’ Arie Kriting, ‘Kalau saya Rp1,5 M.’ Terus kalau saya Rp2 M,” ujar Abdur dalam siniar yang diunggah pada Minggu, 18 Oktober 2026.

  2. 2. Abdur Arsyad buka-bukaan tim paslon mana yang kala itu menghubunginya

    Tangkapan layar unggahan Instagram yang memuat potret Abdur Arsyad dari akun @abdurarsyad pribadinya.
    Abdur Arsyad (instagram.com/abdurarsyad)

    Di luar dugaan, candaan tersebut berujung pada sebuah kontak dari pihak yang menawarkan mereka untuk bergabung sebagai tim sukses. Abdur mengatakan, pihak tersebut menghubungi mereka secara bersamaan sebagai satu paket tim Titik Kumpul. Angka yang ditawarkan pun gak main-main.

    “Obrolan bercanda itu ternyata ada pihak yang menghubungi. Menghubungi kami secara paket, jadi kami berempat. Lalu (ditawari) ‘Kalian mau berapa-berapa? Kami siap.’ Ada pihak yang menghubungi,” tutur Abdur.

    Meski begitu, Abdur menegaskan bahwa dirinya dan rekan-rekannya tidak mengetahui secara pasti apakah pihak tersebut benar-benar serius dengan tawaran tersebut. Meski begitu, kontak yang menghubunginya memang merupakan orang memiliki nama besar dan kredibel.

    "Kami juga tidak tahu, kalau kami terusin itu apakah beneran atau tidak. Kami juga tidak tahu," ujarnya.

  3. 3. Tim Titik Kumpul menolak tawaran tersebut

    Sejumlah anggota podcast Titik Kumpul berpose bersama dalam unggahan Instagram milik @abdurarsyad.
    para anggota podcast Titik Kumpul (instagram.com/abdurarsyad)

    Meski nominal yang dibicarakan terbilang besar, Abdur dan rekan-rekannya mempertimbangkan konsekuensi jika mereka menerima tawaran tersebut. Menurut Abdur, Arie Kriting sempat menyinggung bahwa uang sebesar itu memang bisa membantu melunasi rumah dan lain-lain. Namun, ada hal lain yang mereka khawatirkan, yaitu hilangnya kepercayaan penonton terhadap materi stand-up comedy mereka, terutama ketika membahas isu sosial dan politik.

    “Jadi kalau abis ini kita standup ngomongin sosial politik, orang gak akan percaya. Habis karier kita," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More