Cerita Muhadkly Acho, Naskah Agak Laen: Menyala Pantiku! Sempat Kehapus

- Naskah film Agak Laen: Menyala Pantiku! yang sudah 70 persen rampung tanpa sengaja terhapus oleh Muhadkly Acho, menjelang deadline.
- Kejadian terjadi saat Acho sedang syuting film Tinggal Meninggal pada bulan puasa 2025, membuatnya merasa lemas dan hampir menyerah.
- Acho berhasil menulis ulang naskah film tersebut di malam takbiran setelah mendapat dukungan dari sang istri dan ide-ide mengalir deras selama tiga malam di rumah sakit.
Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025) resmi menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa. Di balik pencapaian tersebut, ada kisah 'horor' versi sang sutradara, Muhadkly Acho, yang ia bagikan tepat sebelum tahun 2025 berakhir.
Acho bercerita bahwa skenario film Agak Laen: Menyala Pantiku! yang sudah 70 persen rampung gak sengaja kehapus. Meski sempat panik, tapi Acho berhasil menyelesaikan naskah sesuai deadline. Simak cerita selengkapnya!
1. Naskah yang sudah jadi 70 persen tanpa sengaja kehapus, padahal sudah mendekati deadline

Muhadkly Acho menyampaikan cerita paling mengerikan yang ia hadapi di tahun 2025. Ternyata, saat proses praproduksi, naskah film Agak Laen: Menyala Pantiku! yang hampir selesai tidak sengaja terhapus.
"Bulan maret lalu, saya dengan bodohnya tanpa sengaja menghapus file yang berisi skenario AGAK LAEN: Menyala Pantiku! yang sudah 70% saya tulis, padahal deadline tinggal beberapa hari lagi. Iya, saya sebodoh itu," tulis Acho sembari menambahkan tiga emotikon menangis.
2. Kejadiannya saat sedang syuting film Tinggal Meninggal

Sebelum diceritakan kepada publik, hanya tim film Tinggal Meninggal (2025), yaitu Kristo Immanuel, Caesar Mario, Shindy Huang, dan Nada Novia yang mengetahui kisah ini. Pasalnya, insiden itu terjadi saat Acho sedang syuting film Tinggal Meninggal pada bulan puasa 2025.
"Kejadiannya begitu cepat, intinya, saya ceritanya berniat membuat opsi adegan dan ingin menyimpannya di file yang lain. Tapi dengan bodohnya, bukannya saya menyimpannya dengan nama file yang berbeda, tapi tanpa sengaja saya malah me-replace file skenario utama yang sudah saya tulis 70%," cerita Acho yang mengaku perasaannya bak tersambar petir di siang bolong.
Saat hal itu terjadi, Acho terdiam dan merasa lemas untuk beberapa menit. Acho menggambarkan perasaan di momen tersebut seperti ada batu besar yang tersangkut di tenggorokan sehingga membuatnya sulit bernapas.
"Pandangan rasanya gelap dan tubuh benar-benar lemas. Saya terdiam beberapa menit tanpa bicara sepatah pun kata. Malam itu, di kepala saya cuma ada 1 hal, "Mampus, gagal deh ini suting gara-gara gua,"" lanjutnya.
3. Acho coba tulis ulang dan selesai di malam takbiran

Saat yakin file itu tidak bisa kembali, Acho sempat menangis di pelukan sang istri. Berkat kata-kata afirmasi dari sang istri, Acho mulai menulis lagi narasi dan dialog yang masih ia ingat.
"Saya pun akhirnya memulai lagi menulis dari awal, bermodalkan ingatan ala kadarnya, satu demi satu, dialog demi dialog, adegan demi adegan. Sambil menjalani syuting film Tinggal Meninggal sebagai Pak Cokro," jelasnya yang masih merutuki diri sendiri.
Di saat yang sama, anak Acho dirawat di rumah sakit. Karena di pagi hari harus menjaga sang buah hati, Acho baru bisa menulis di malam hari sampai sahur. Sempat mau menyerah, tapi selama 3 hari menulis di rumah sakit, idenya justru mengalir deras.
"Rasanya mau nyerah. Tapi Tuhan berkata lain. Ternyata, di tiga malam saya nulis di rumah sakit, justru ide-ide mengalir deras, termasuk adegan masjid yang sangat religius itu," tulis Acho menjelaskan asal mula salah satu adegan ikonik di Agak Laen: Menyala Pantiku!
Usaha tidak mengkhianati hasil, Acho berhasil menyelesaikan draft pertama di malam takbiran. Saat draft pertama benar-benar selesai, Acho menangis sendirian di tengah malam.



















