7 Adaptasi Manga Netflix Terbaik Berdasarkan Rating Rotten Tomatoes

- Netflix sukses menghadirkan sejumlah adaptasi manga ke live-action dengan sambutan positif, seperti One Piece, Parasyte: The Grey, dan Yu Yu Hakusho yang meraih rating tinggi di Rotten Tomatoes.
- Parasyte: The Grey mencatat skor sempurna 100 persen berkat kombinasi horor, drama, dan aksi yang solid, sementara One Piece menonjol lewat skala produksi besar serta akting para pemainnya.
- Alice in Borderland, Zom 100, Bet, dan The Makanai juga mendapat apresiasi beragam; beberapa dipuji karena visual dan cerita uniknya meski tak semua adaptasi Netflix berhasil memikat kritikus.
Proyek manga yang diadaptasi jadi live action oleh Netflix kerap menerima sambutan meriah dari penggemar. Misalnya, One Piece (2023) yang sukses besar dengan menduduki posisi pertama tayangan Netflix di 84 negara selama minggu pertama.
Meski gak semuanya, sebagian adaptasi tersebut juga sukses menarik respons positif dari kritikus Rotten Tomatoes. Nah, kalau kamu lagi cari tontonan alternatif yang diangkat dari cerita manga di Netflix, daftar rekomendasi ini cocok banget buat kamu pertimbangkan.
1. Parasyte: The Grey

Kamu mungkin mengira kalau Parasyte berasal dari Korea Selatan. Tapi, cerita drakor tersebut aslinya berasal dari manga Jepang karya Hitoshi Iwaaki. Drama Korea ini sukses meraih rating sempurna sebesar 100 persen dari review kritikus di Rotten Tomatoes.
Parasyte: The Grey sukses dapat rating tinggi, karena bisa menggabungkan horor, drama, dan action dengan penceritaan yang mulus. Sosok Yeon Sang Ho, sutradara di balik kesuksesan Train to Busan, tentu juga jadi faktor utama.
Bayangkan jika ada parasit kecil yang jatuh ke Bumi, lalu tiba-tiba masuk ke tubuh manusia dan mengambil alih otaknya. Setelah itu, makhluk yang terinfeksi berubah menjadi makhluk berbahaya dan menyerang orang lain. Tapi, ada satu perempuan bernama Jeong Su In yang berhasil hidup berdampingan dengan parasit tersebut.
2. One Piece

Manga sensasional milik Eiichiro Oda ini bukannya tamat walau sudah berlangsung selama puluhan tahun, tapi dunianya malah makin meluas setelah diadaptasi serial live-action pada 2023. Serial yang baru saja merilis Season 2 ini meraih skor rating sebesar 93 persen.
Banyak yang menilai, adaptasi ini solid dalam mengangkat apa yang ada dalam versi komiknya. Skala produksi yang besar juga membuat penghidupan dunia One Piece ke versi nyata terlihat gak main-main. Casting dan penampilan para aktornya pun jadi faktor serial ini banjir pujian.
Di dunia One Piece, hidup seorang laki-laki bernama Monkey D. Luffy. Lahir dan besar di era bajak laut besar, Luffy terobsesi banget sama legenda One Piece yang dicetuskan oleh Gol D. Roger. Berbekal modal nekat, LUffy membentuk kelompok bajak lautnya sendiri yang diberi nama Straw Hat Pirates. Ia mengumpulkan kru satu per satu, hingga bertemu Zoro, Nami, dan Usopp untuk mencari keberadaan One Piece.
3. Yu Yu Hakusho

Netflix Jepang juga dianggap berhasil ketika mengadaptasi mang Yu Yu Hakusho ke dalam serial live-action. Serial ini mendapat rating sebesar 83 persen di Rotten Tomatoes. Adaptasi serial ini terasa digarap dengan serius, tapi tetap seru untuk ditonton. Buat fans lama, serial ini dianggap berhasil membawa nuansa dari manga karya Yoshihiro Togashi tanpa terasa kaku sama sekali.
Yu Yu Hakusho ini kisahkan remaja berandalan bernama Yusuke Urameshi. Gak disangka dia mati gara-gara menyelamatkan seorang anak dari kecelakaan. Karena dianggap kematiannya tidak biasa, Yusuke diberi kesempatan hidup lagi namun ia direkrut sebagai Spirit Detective, semacam penyelidik yang menangani masalah dari dunia roh dan iblis.
4. Alice in Borderland

Alice in Borderland live-action terdiri dari tiga musim, setiap musimnya selalu ditunggu-tunggu fans dan berhasil menjadi salah satu serial hits Netflix. Dari tiga musim tersebut, Alice in Borderland mendapat rata-rata rating sebesar 78 persen dari para kritikus.
Gak heran kalau adaptasi Alice in Borderland ini dapat rating dan antusiasme tinggi. Skala produksinya gede dan efek visualnya juga meyakinkan banget. Ditambah dengan ujung ceritanya yang bikin penasaran dan permainan seru nan mematikan, bikin penonton gak bisa berhenti untuk terus nonton episode-episode selanjutnya sekaligus.
Di kehidupan Ryohei Arisu, dia mengalami kejadian mengejutkan di mana Tokyo yang biasanya ramai tiba-tiba sepi nyaris tak berpenghuni. Terjebak di semesta yang berbeda, Arisu diwajibkan untuk mengikuti permainan kematian demi bertahan hidup di sana. Jika memenangi setiap game, Arisu dan kawan-kawan bisa bertahan. Tapi mereka akan mati untuk selamanya kalau sekali aja mengalami kekalahan.
5. Zom 100: Bucket List of the Dead

Manga dengan cerita yang cukup unik ini juga sempat diadaptasi pada 2023. Oleh para kritikus, film bergenre komedi horor ini dinilai rating sebesar 75 persen. Nonton serial tentang zombie gak pernah se-fun ini. Zom 100: Bucket List of the Dead punya pendekatan cerita zombie yang berbeda, lebih ringan, seru, dan juga penuh tawa. Wajar jika dapat rating yang cukup tinggi, keunikannya sulit dilawan.
Akira Tendo adalah seorang karyawan yang hidup penuh tekanan dari pekerjaannya. Tiba-tiba, ada wabah zombie menyerang. Bukannya takut, Tendo justru senang karena ia tidak lagi harus berangkat ke kantor. Ia akhirnya membuat list 100 hal yang ingin dilakukan sebelum berubah menjadi zombie.
6. Bet

Konsep kompetisi mematikan juga diusung oleh manga Bet yang diciptakan oleh mangaka Homura Kawamoto. Serial ini mendapat nilai rating sebesar 67 persen di Rotten Tomatoes. Keunggulan Bet ada di permainan-permainan judi-nya yang bukan cuma masalah uang, tapi di sana juga ada soal gengsi, strategi, dan perang psikologis antar siswa. Nuansa dramanya intens banget apalagi dengan karakter utama yang ambisius dan penuh intrik.
Bet berlatar di sebuah sekolah elit yang jadi tempat perjudian untuk menentukan status sosial para siswa. Siapa yang menang taruhan bisa naik posisi, sementara yang kalah akan kehilangan segala-galanya.
7. The Makanai: Cooking for the Maiko House

Netflix juga sempat merilis serial adaptasi manga berjudul The Makanai: Cooking for the Maiko House. Serial ini meraih rating tinggi di Rotten Tomatoes sebesar 93 persen. Alurnya sebenarnya cukup sederhana, tapi itu justru yang terasa bikin dekat. Banyak momen soal persahabatan, keseharian, dan juga bahkan menonjolkan soal makanan, bikin penonton ngerasa nyaman banget waktu menontonnya.
Ceritanya tentang dua sahabat, Sumire dan Nozuki, yang pindah ke Kyoto untuk mengejar mimpi mereka menjadi maiko (calon geisha). Tapi, cuma Sumire yang berhasil meneruskan pelatihannya. Sementara itu, Nozuki menemukan peran lain di sana yakni sebagai makanai, orang yang memasak makanan sehari-hari untuk para maiko.
Sayangnya gak semua film dan serial adaptasi manga yang dibuat Netflix sukses. Ada juga judul populer, seperti City Hunter dan Fullmetal Alchemist, yang justru dapat rating busuk di Rotten Tomatoes.


















