Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Adhisty Zara dan Ciccio Manassero Cerita Mimpi yang Pernah Diinginkan
Potret Zara Adhisty, Ciccio Manassero, dan Messi Gusti dijumpai saat content day film Rumah Singgah di Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
  • Adhisty Zara pernah ingin merasakan masa SMA seperti remaja pada umumnya, khususnya bersekolah di Bandung, tetapi menjalani homeschooling di Jakarta.

  • Ciccio Manassero sempat membayangkan karier di sepak bola sebagai pelatih, technical director, atau agent, tetapi kini tidak lagi ingin mewujudkan mimpi tersebut.

  • Setelah membintangi Rumah Singgah, Zara lebih memperhatikan diri dan pentingnya istirahat, sementara Ciccio semakin mensyukuri momen sederhana bersama keluarga dan anjingnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Setiap orang tentu memiliki mimpi yang ingin diwujudkan dalam hidupnya. Hal tersebut pun dirasakan oleh artis Adhisty Zara dan Ciccio Manassero. Di balik popularitas mereka di dunia hiburan, keduanya ternyata punya keinginan yang tidak sempat diwujudkan.

Cerita tersebut disampaikan selama perbincangan eksklusif bersama IDN Times beberapa waktu lalu. Selain mengungkapkan mimpi yang pernah mereka miliki, Zara dan Ciccio juga membagikan hal-hal sederhana yang kini lebih disyukuri setelah membintangi film Rumah Singgah. Seperti apa ceritanya?

1. Adhisty Zara pernah ingin merasakan masa SMA di Bandung

Potret Adhisty Zara dijumpai saat content day film Rumah Singgah di Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Adhisty Zara mengaku pernah memiliki keinginan sederhana yang belum sempat terwujud, yaitu merasakan masa sekolah SMA seperti anak-anak pada umumnya. Pasalnya, aktris 23 tahun itu menempuh pendidikan dengan menjalani homeschooling di Jakarta.

Bahkan, Zara menyebut secara spesifik kalau ia dulu ingin sekali SMA di Bandung. Keinginan itu rupanya muncul karena Zara melihat pengalaman saudara-saudaranya yang menjalani masa SMA di Bandung dan menganggapnya menyenangkan.

"Dulu aku cita-citanya pengin banget ngerasain masa-masa SMA seperti anak-anak biasa lainnya, dan spesifik di Bandung, karena aku lihat semua saudara-saudara aku yang SMA di Bandung itu kayak, 'Ih seru banget,' gitu," kata Zara dalam content day film Rumah Singgah di Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

2. Ciccio Manassero sempat ingin berkarier di dunia sepak bola

Potret Ciccio Manassero dijumpai saat content day film Rumah Singgah di Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Sementara itu, Ciccio Manassero memiliki mimpi yang berbeda dari Zara. Bila tidak berkarier di industri hiburan seperti sekarang, ia mengaku ingin menekuni dunia sepak bola.

Ciccio bahkan sudah membayangkan beberapa profesi yang mungkin dijalaninya, mulai dari pelatih sepak bola hingga technical director. Namun, ia mengaku sudah tidak lagi memiliki keinginan untuk mewujudkan mimpi tersebut.

"Kalau tidak berkarier di industri saya sekarang, aku penginnya berkarier di sepak bola, sih. Mungkin jadi pelatih bola atau technical director, atau why not agent, football agent," ujar Ciccio.

3. Zara dan Ciccio lebih mensyukuri hal sederhana usai bintangi Rumah Singgah

Potret Zara Adhisty, Ciccio Manassero, dan Messi Gusti dijumpai saat content day film Rumah Singgah di Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Setelah memerankan film Rumah Singgah, Zara dan Ciccio mengaku lebih mensyukuri banyak hal sederhana dalam kehidupan. Bagi Zara, pengalaman bermain di film tersebut membuatnya lebih memperhatikan kondisi diri sendiri dan mulai menyadari pentingnya beristirahat.

"Dulu aku termasuk seorang yang cuek banget kayak menurut aku hidup itu harus seru gitu, tapi kalau sekarang setelah main di Rumah Singgah, dan setelah ditinggal sama kakek aku yang memang punya penyakit yang sama dengan keadaan di Rumah Singgah ini, aku jadi lebih perhatiin diri aku sendiri," ucapnya.

Sementara itu, Ciccio lebih menghargai berbagai momen sederhana dalam kesehariannya yang selama ini dianggapnya sebagai hal biasa. Misalnya, makan bersama keluarga hingga mengajak anjing kesayangannya berjalan-jalan menjadi hal yang ia syukuri.

"Hal-hal yang tadinya mungkin I take it for granted, small things, tapi sekarang jadi lebih saya syukuri, lebih berterima kasih masih dikasih kesempatan untuk sehat dan bisa beraktivitas," tutur Ciccio.

Curated For You

Editorial Team

Related Article