Geluti Seni Peran, Devano Akui Sekarang Selektif Pilih Tawaran Film

Devano semakin serius menekuni seni peran dan mengaku kini selektif memilih project, dengan ambisi memerankan karakter yang berbeda-beda sambil terus belajar akting.
Ia memilih film Rumah Singgah karena menilai visinya jujur dan ingin memberi motivasi penonton, sementara peran sebagai Luki juga membuatnya lebih bersyukur.
Devano memasukkan penghargaan Festival Film Indonesia ke bucket list kariernya, yang ingin ia jadikan motivasi untuk terus berkarya dan bertahan di dunia perfilman.
Jakarta, IDN Times – Devano tidak hanya dikenal lewat kiprahnya di dunia musik, karena kini ia semakin serius menggeluti dunia seni peran. Selama ini, ia sudah membintangi berbagai judul film seperti Gowok: Kamasutra Jawa (2025), Pangku (2025), Check Out Sekarang, Pay Later (2026), hingga Rumah Singgah (2026).
Berbagai pengalaman tersebut turut membentuk cara pandang Devano dalam menjalani kariernya sebagai aktor. Ia pun mengaku selektif dalam memilih tawaran film. Terlebih lagi, aktor kelahiran 2002 ini juga ingin terus mengeksplorasi kemampuan aktingnya.
1. Akui selektif pilih tawaran film, Devano punya ambisi memerankan karakter yang berbeda-beda

Devano saat dijumpai dalam content day film Rumah Singgah di Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Saat berbicara mengenai karier keaktoran, Devano mengaku belakangan ini memiliki idealisme tersendiri. Ia pun ingin mendapatkan kesempatan untuk memerankan karakter yang berbeda-beda dalam setiap project film yang dibintanginya. Karena itu, ia tak menampik bahwa kini cukup selektif dalam memilih tawaran peran.
"Selektif? Sangat sih kayaknya. Aku mungkin belakangan sangat punya, ya lagi-lagi, pasti setiap manusia punya idealismenya masing-masing. Aku pengin banget punya film yang karakternya berbeda-beda. Aku pengin bisa jadi ini, pengin bisa jadi itu, dan aku merasa sangat punya ambisius sangat tinggi terhadap itu karena aku cinta banget sama film sekarang," katanya saat dijumpai secara eksklusif di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Hal tersebut pun tidak lepas dari kecintaan Devano terhadap film. Ia merasa, ketika sudah mencintai bidang ini, dirinya harus benar-benar terjun dan terus belajar untuk memahami dunia tersebut.
"Aku cinta banget dengan seni peran. Kalau aku sudah cinta, ngomongin soal cinta, aku pengin, aku sudah harus terjun dan belajar soal akting. Jadi, untuk urusan selektif dan memilah-milih, itu sudah pasti," tambahnya.
2. Devano pilih Rumah Singgah karena ingin membuat karya yang jujur

Devano saat dijumpai dalam content day film Rumah Singgah di Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Devano mengaku, bermain di film Rumah Singgah termasuk bagian dari selektivitas yang ia lakukan dalam memilih tawaran peran. Menurutnya, film ini memiliki visi untuk menghadirkan sebuah karya yang jujur, sekaligus memberikan motivasi kepada penonton.
"Kenapa aku ngambil ini, itu juga termasuk kayak selektivitas yang aku punya. Rumah Singgah itu justru jadi unik karena punya motivasi yang cukup organik dan jujur untuk bisa membuat penontonnya tidak merasakan kesedihan, tapi justru motivasi untuk tetap bertahan," katanya.
Tak sekadar berakting, Devano bahkan turut memetik pelajaran setelah memerankan karakter Luki dalam film Rumah Singgah. Ia mengaku jadi lebih mensyukuri banyak hal hingga menghubungi orang-orang terdekatnya.
"Banyak banget, ya lebih kayak apa ya, kadang-kadang sebagai manusia sering ngeluh-lah, sering apa, itu yang jadi berkurang, atau mungkin kayak ngabarin teman, sahabat, keluarga, itu jadi lebih sering sekarang," tambah Devano.
3. Penghargaan FFI jadi bucket list yang ingin diraih Devano

Devano saat dijumpai dalam content day film Rumah Singgah di Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) (IDN Times/Juan Dwi) Selain ingin terus mencoba berbagai karakter, putra pedangdut Iis Dahlia itu juga memiliki target yang ingin dicapai dalam perjalanan kariernya sebagai aktor. Ia mengaku, bucket list-nya saat ini adalah meraih penghargaan Festival Film Indonesia (FFI).
"Mungkin aku bisa bilang, aku kan karena sekarang lagi bergelut di dunia akting dan aku sangat cinta dunia ini, aku pengin menang FFI saja sih," kata Devano.
Walau begitu, ia menegaskan bahwa jika target tersebut tercapai, bukan berarti dirinya akan berhenti mengejar pencapaian lain atau merasa sudah puas. Baginya, penghargaan tersebut justru dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya di dunia perfilman.
"Itu bukan berarti aku akhirnya kalau setelah menang FFI kayak aku puas, gak mau main ini segala macam. Itu menjadi goal aku saja, supaya aku bisa punya motivasi yang cukup kuat untuk bisa tetap bertahan di film," tandasnya.



















