Afgan Rayakan 18 Tahun Bermusik Lewat Konser Retrospektif

- Afgan akan menggelar konser tunggal bertajuk Retrospektif: The Concert pada 18 Juli 2026 di JICC, menandai 18 tahun perjalanan kariernya di industri musik Indonesia.
- Konser ini menggandeng Erwin Gutawa dengan konsep Grand Symphonic Universe, menghadirkan perpaduan musik orkestra megah, visual, dan kisah personal Afgan yang terasa intim bagi penggemar.
- Afgan akan menampilkan seluruh fase kariernya, termasuk era album berbahasa Inggris seperti Wallflower dan Sonder, dengan tantangan menggabungkan elemen RnB serta hiphop ke format orkestra.
Jakarta, IDN Times - Penyanyi Afgan Syahreza resmi mengumumkan konser tunggal terbarunya bertajuk Retrospektif: The Concert yang akan digelar pada 18 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center. Konser ini bakal menjadi perayaan besar atas perjalanan karier Afgan yang kini telah menginjak 18 tahun di industri musik Tanah Air.
Dalam konser tersebut, Afgan akan berkolaborasi bersama maestro Erwin Gutawa untuk menghadirkan konsep Grand Symphonic Universe. Nantinya, penonton akan diajak menikmati pertunjukan megah yang memadukan musik, visual, dan cerita personal Afgan dalam satu panggung yang terasa intim dan tak terlupakan.
1. Makna konser Retrospektif, lebih personal bagi Afgan

Sebagai pembuka, Afgan menjelaskan alasan di balik pemilihan kata "Retrospektif" sebagai tema besar konsernya kali ini. Menurutnya, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga perjalanan untuk melihat kembali berbagai fase kehidupan dan karier yang sudah dilaluinya.
"Artinya sendiri 'Retrospective' adalah melihat kembali ke belakang untuk mengambil nilai-nilai yang bisa kita pelajari dari semua hal yang sudah terjadi di hidup kita supaya, kita ke depannya bisa lebih clear lagi," ujar Afgan dalam jumpa pers di Midaz Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Meski dikemas megah, Afgan tetap ingin konser ini terasa intim dengan para penggemarnya, Afganisme. Ia mengaku bakal membagikan cerita perjalanan karier hingga sisi personal yang selama ini jarang diketahui publik. Karena itu, konser ini diibaratkan seperti membuka halaman demi halaman buku harian miliknya sendiri.
"Jadi feel-nya lebih personal gitu. Memang konsep dari konser ini lebih seperti baca buku jurnalnya Afgan," imbuh pemilik penyanyi kelahiran Jakarta 36 tahun silam ini.
Tak hanya Afgan, Erwin Gutawa yang ikut terlibat dalam konser ini juga membagikan pandangannya. Ayah dari Gita Gutawa tersebut ingin konser ini menjadi ruang bagi Afgan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai seorang performer.
"Jadi Afgan tanggal 18 Juli nanti lagi ber-statement mengenai dia, cerita retrospektif, dalam konteks musik. Nah, saya akan mengawal, untuk men-challenge dia, 'Okey, keluarkan kemampuan Anda sebaik-baiknya'," tambahnya.
2. Alasan gelar konser orkestra, meski album Retrospektif berisi lagu-lagu akustik

Afgan juga menjelaskan alasan dirinya kembali memilih format konser orkestra. Keputusan tersebut cukup menarik perhatian, mengingat album Retrospektif justru banyak diisi lagu bernuansa akustik dan instrumen sederhana.
"Kenapa? Karena saya kangen sih. Jadi sempet waktu itu bikin live Instagram terus nanya fans, 'Kalau bikin konser lagi, maunya apa?' Semua hampir bilangnya orkestra. Terakhir saya bikin pake orkestra juga 10 tahun yang lalu. Saya rasa it's about time saya bisa kembali lagi dan menampilkan satu suguhan musik yang megah," jelasnya.
Menurut Afgan, membawakan lagu dalam format orkestra memberikan energi yang berbeda dibanding versi rekaman biasa. Senada dengan Afgan, Erwin Gutawa juga menilai karya-karya Afgan memang cocok dibawakan secara orkestra. Meski begitu, tantangannya terletak pada bagaimana menyusun perjalanan musik Afgan dari awal karier hingga sekarang agar tetap terasa utuh.
"Retrospektif itu kan kayak perjalanan melihat ke belakang untuk ke depan. Jadi pada intinya konser ini adalah menapilkan hampir semua bagian-bagian penting Afgan dari awal kariernya sampai sekarang. Jadi itu bagian yang harus kita atur dengan baik, karena masing-masing punya ceritanya sendiri. Lagi-lagi kalau soal orkestra, statement saya mudah-mudahan cocok dengan temen-temen di sini, bahwa lagu-lagunya Afgan dari pertama sampai sekarang kalau diorkestrain bakal cocok bahkan enak," ucap Erwin.
3. Bakal gabungkan genre RnB dengan orkestra

Selain membawakan lagu-lagu populernya, Afgan juga memastikan era album berbahasa Inggris seperti Wallflower (2021) dan Sonder (2024) tetap akan masuk ke dalam konser nanti. Padahal, menurutnya, materi dari dua album tersebut cukup menantang untuk diadaptasi ke format orkestra. Menggabungkan genre dari kedua album tersebut dengan orkestra jelas bukan perkara mudah.
"Lumayan challenging karena itu musiknya RnB, elektronik, hiphop, (bahkan) ada trap-nya. Gimana caranya kita bisa menggabungkan RnB hiphop itu dengan orkestra. Itu pun saya sampai sekarang masih bingung. Tapi gapapa biar Om Erwin yang pusing," candanya.
Meski begitu, Afgan tetap ingin seluruh fase kariernya mendapat tempat dalam konser ini. Baginya, era album full bahasa Inggris tersebut tetap menjadi bagian penting dari perjalanan musiknya. "Iya itu ada. Era itu ada dan tetap harus di-appreciate," tegasnya.

















![[QUIZ] Siapa Karakter Mortal Kombat 2 yang Bakal Bertarung sama Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20260511/upload_4444a89c6248e6ec12a49abbd57cf250_2a322d34-bc3f-40f7-97f9-b4373212ec24.png)

