Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alasan Dimas Djay Buat OST Warkop DKI "Ndokasin" Bergaya Vintage

Alasan Dimas Djay Buat OST Warkop DKI "Ndokasin" Bergaya Vintage
Dimas Djay saat konferensi pers OST Warkop DKI: Viralin Dong "Ndokasin" di Kuningan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Intinya Sih
  • Dimas Djay kembali menyutradarai video klip setelah sepuluh tahun vakum lewat OST 'Ndokasin', menghadirkan nuansa vintage untuk menghidupkan semangat komedi legendaris Warkop DKI.
  • Desta berperan penting membujuk Dimas agar mau menyutradarai proyek ini, didorong oleh rasa nostalgia dan persahabatan dengan para pemain seperti Vino G. Bastian dan Tora Sudiro.
  • Proses syuting berlangsung selama 11 jam di Taman Bunga Wiladatika, menonjolkan improvisasi spontan dan detail absurd khas Warkop yang memperkuat kesan era 1980-an.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Rumah produksi Falcon Pictures resmi merilis teaser video klip lagu "NDOKASIN" yang menjadi original soundtrack (OST) film Warkop DKI: Viralin Dong (2026). Cuplikan singkat tersebut langsung memantik nostalgia lewat visual jadul, humor absurd, hingga energi komedi khas trio Dono, Kasino, dan Indro.

Tak hanya sekadar video musik biasa, proyek ini juga menjadi penanda kembalinya sutradara Dimas Djay ke dunia video klip setelah vakum selama satu dekade. Dengan gaya visual vintage yang sengaja dibuat "tidak sempurna," Dimas mencoba menghadirkan kembali semangat Warkop DKI dalam kemasan yang lebih segar dan kontemporer.

1. Dimas Djay menyutradarai video klip OST "Ndokasin" setelah sepuluh tahun vakum

Dimas Djay menyutradarai video klip OST Ndokasin setelah sepuluh tahun vakum.jpg
Dimas Djay saat konferensi pers OST Warkop DKI: Viralin Dong "Ndokasin" di Kuningan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Dimas menyampaikan bahwa konsep video klip "Ndokasin" lahir dari keinginannya membawa semangat Warkop DKI ke dalam bahasa visual yang lebih modern, tanpa menghilangkan identitas lawakan legendaris mereka.

"Sudah 10 tahun saya tidak menyutradarai video klip. Kenapa saya mau kembali menyutradarai video klip Ndokasin ini, karena saya merasa dekat dengan Warkop DKI. Saya dari dulu sangat ngefans sama Warkop DKI. Dari kecil saya nonton film Warkop," ujarnya saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026).

Dimas juga menjelaskan bahwa proses syuting dilakukan menggunakan kamera lawas demi menciptakan tekstur visual yang terasa seperti rekaman era 1980-an. Dari teaser yang dirilis, terlihat Desta, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro tampil dengan busana vintage sambil memainkan alat musik dalam nuansa yang penuh warna dan jenaka.

"Awalnya sesimpel ingin merayakan film Warkop. Dari kecil nonton film Warkop dan hal itu yang ingin gue sampaikan. Ini memainkan sebuah legacy jadi gambarnya Warkop, lawakan Dono-Kasino-Indro dan itu yang gue coba visualkan dengan segala pengertian. Kita syuting dengan kamera yang tidak sempurna membuat gambarnya seperti itu," tambah Dimas.

Untuk memperkuat atmosfer nostalgia, Dimas memilih Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, sebagai lokasi syuting. Tempat tersebut dianggap memiliki kedekatan historis dengan Warkop DKI karena sering digunakan sebagai lokasi syuting film-film mereka dulu.

2. Cerita Dimas Djay dipaksa Desta untuk sutradarai OST "Ndokasin"

Cerita Dimas Djay dipaksa Desta untuk sutradarai OST Ndokasin.jpg
Dimas Djay saat konferensi pers OST Warkop DKI: Viralin Dong "Ndokasin" di Kuningan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Desta Mahendra ternyata menjadi sosok yang paling berjasa membujuk Dimas Djay kembali menyutradarai video musik setelah lama fokus di dunia iklan.

"Sudah lama tidak menyutradarai video musik. Dia (Dimas Djay) sudah idealis untuk fokus iklan. Waktu gue membujuk mas Dimas, dia bilang 'Des, kasih gua satu hari untuk mikir.' Besokannya mau," kata Desta.

Desta pun tak segan memuji kualitas penyutradaraan Dimas yang menurutnya selalu berhasil melahirkan visual kreatif dan detail-detail unik di setiap adegan.

"Pas syuting liat frame, gokil banget orang ini. Belum lagi ada scene yang genius dan menunjukkan karya Dimas Djayadiningrat. Buat gue, dia jenius," tegas Desta.

Dimas sendiri mengaku alasan lain yang membuatnya menerima proyek ini adalah karena faktor pertemanan dan rasa nostalgia yang kuat terhadap Warkop DKI.

"Sudah lama enggak bikin (video musik). Relate di Warkop-nya dan ini teman-teman lama gue kan, Vino-Tora-Desta," jelas Dimas.

3. Dimas Djay ungkap proses syuting OST "Ndokasin" memakan waktu 11 jam

Alasan Dimas Djay Buat OST Warkop DKI Ndokasin Bergaya Vintage.jpg
Dimas Djay saat konferensi pers OST Warkop DKI: Viralin Dong "Ndokasin" di Kuningan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Meski teaser video klip terlihat ringan dan penuh improvisasi lucu, proses pengambilan gambarnya ternyata berlangsung cukup panjang. Dimas menyebut syuting dilakukan hampir seharian penuh demi mencari momen-momen spontan yang terasa natural.

"Oh syutingnya sih cepet. Dari jam 10 (pagi) sampe jam 9 malem. Sebetulnya kan nyari-nyari dulu ya (konsepnya), dan memang ketemu pada akhirnya gimana yang universal gitu akhirnya. Ya kebetulan Warkop yang dulu kan emang suka nyanyi juga. Jadi yaudah cari scene nyanyinya aja," ujar Dimas.

Ia juga membahas salah satu adegan unik ketika seorang ibu menggoreng makanan menggunakan tangan kosong. Menurut Dimas, detail-detail absurd seperti itu justru lahir secara spontan di lokasi syuting.

"Kayak misalnya orang tadi goreng pake tangan, pake gitu aja gitu yang digoreng itu kan. Itu kan proses berjalan gitu. Pas syuting sih ya tiba-tiba kan. Tadi itu ada sutilnya, cuman kurang asik aja. Kan ibu-ibu pada jago gorengnya," tambahnya.

Tak hanya itu, Dimas juga menyinggung soal para figuran yang dipilih khusus agar terasa seperti orang-orang yang "nyangkut" di era 80-an. Desta bahkan sampai kagum karena Dimas bisa menemukan karakter wajah yang begitu autentik untuk kebutuhan video klip tersebut.

"Kuncinya memang itu satu. Sama jokes-nya itu justru gak terlalu pretentious. Jadi kalau ada satu jokes, makanya kayak misal kompor tadi tuh orang goreng gak akan gue close up. Orang biar aja keganggu gitu. Pada saatnya nanti dia akan ngulang-ngulang (adegannya)," pungkas Dimas.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N

Related Articles

See More