Apa Bedanya Film yang Diputar dengan yang Dibuat Menggunakan IMAX

- IMAX unggul lewat layar berukuran besar dengan rasio 1,90:1 pada IMAX digital dan 1,43:1 pada IMAX 70mm, memberi ruang visual lebih luas bagi pembuat film.
- Film yang ditayangkan di IMAX dirancang sejak pra-produksi hingga pascaproduksi untuk format tersebut, baik seluruhnya rasio 1,90:1 maupun hanya pada urutan adegan tertentu.
- Film yang dibuat dengan kamera IMAX direkam memakai kamera atau film IMAX untuk rasio asli 1,43:1; The Odyssey disebut film naratif pertama yang sepenuhnya menggunakan kamera film IMAX.
Saat ini, film Christopher Nolan berjudul The Odyssey (2026) sudah gak tersedia di IMAX, tapi filmnya masih bisa dilihat di bioskop reguler. Di sisi lain, bioskop format IMAX 70mm belum tersedia di Indonesia, dan hanya tersedia sistem proyeksi IMAX Digital atau IMAX Laser. Ketersediaan IMAX di Indonesia maupun di luar negeri sudah cukup membuktikan betapa populernya dan berpengaruhnya format penayangan IMAX.
Hal ini dipengaruhi oleh dukungann Christopher Nolan sejak rilisnya The Dark Knight (2008). Cara Hollywood merangkul format ini di atas format lainnya juga memengaruhi bagaimana permintaannya jauh lebih tinggi. Namun, pertanyaannya, apa bedanya film yang ditayangkan di IMAX dengan film yang dibuat menggunakan kamera IMAX? Mari kita cari tahu!
1. Apa keunggulan layar IMAX?

Meskipun studio, distributor, dan pemilik bioskop masih dengan senang hati mempromosikan penawaran premium non-IMAX atau layar reguler, alasan IMAX menjadi yang terdepan dalam layar PLF adalah karena daya tariknya bagi para pembuat film itu sendiri.
Ukuran layar eksklusif dalam format IMAX, baik dalam rasio 1.90:1 di layar digital IMAX (single laser), atau rasio 1.43:1 di layar IMAX 70mm (dual laser) menciptakan pengalaman menonton film yang gak mungkin direplikasi dalam rasio 1:1 di TV rumah kamu. IMAX juga memungkinkan para pembuat film untuk menggunakan frame yang luas tersebut secara maksimal. Itu berarti, bukan hal yang mustahil jika sutradara Hollywood memilih membuat film yang ditujukan untuk ditayangkan di IMAX.
2. Apa itu film yang ditayangkan di IMAX?

Menurut wawancara Variety dengan wakil presiden senior dan kepala pasca produksi IMAX, Bruce Markoe, perbedaan paling nyata antara memutar film di IMAX dan membuat film dengan kamera IMAX berkaitan dengan bagaimana sebuah film difilmkan. Film yang diputar di IMAX, artinya film tersebut ditujukan untuk ditayangkan di IMAX sejak pra produksi hingga pasca produksi. Itu berarti, frame IMAX-nya sesuai dengan ketentuan penayangan di IMAX. Jadinya, film tersebut disajikan sepenuhnya dalam rasio 1.90:1, seperti dalam film F1 (2026), atau film tersebut berisi urutan tertentu di mana rasio aspek diperluas menjadi 1.90:1.
3. Apa yang dimaksud film yang dibuat dengan kamera IMAX?

Lalu bagaimana film yang dibuat dengan kamera IMAX? Yap, film tersebut diproduksi menggunakan kamera merek IMAX. Nah, meskipun beberapa kamera digital IMAX bisa digunakan untuk metode ini, tapi hal ini merujuk pada saat sebuah produksi film merekamnya menggunakan film IMAX dengan kamera IMAX. Jadi, film tersebut direkam secara asli untuk rasio IMAX penuh 1.43:1. Meskipun begitu, film tersebut bisa dikonversi di pasca produksi agar sesuai dengan rasio yang diperluas 1.90:1 atau rasio standar, sebagaimana yang dijelaskan Britannica.
Film yang dibuat dengan kamera IMAX menunjukkan bahwa film tersebut akan memenuhi layar. Maka, gambar film akan memenuhi layar IMAX 1.90:1. Sedangkan gambar dengan rasio 1.43:1 akan memiliki bilah hitam di bagian atas dan bawahnya.
4. The Odyssey adalah film naratif pertama yang difilmkan dengan kamera film IMAX

Perilisan The Odyssey karya Christopher Nolan merupakan film yang sepenuhnya dibuat dengan kamera IMAX. Adapun, The Odyssey adalah film naratif pertama yang difilmkan dengan kamera film IMAX. Jadi, gak ada perubahan rasio aspek selama film berlangsung.
Mengingat kesuksesan The Odyssey dan pengembangan jenis kamera film IMAX baru yang gak terlalu berisik, kemungkinan kamu akan melihat lebih banyak film IMAX kelas atas di masa mendatang. Meskipun demikian, masih akan ada berbagai penawaran di bioskop IMAX yang beragam. Misalnya, film One Battle After Another karya Paul Thomas Anderson diputar dalam format IMAX 70mm. Namun, film tersebut difilmkan dalam VistaVision. Jadi, meskipun memenuhi rasio 1.43:1 di seluruh film, film tersebut gak difilmkan dengan atau untuk IMAX.
Namun, bagi kebanyakan orang, nonton film dalam format IMAX merupakan pilihan yang menarik untuk menikmati film apa pun. Jadi, apa pun label yang melekat pada sebuah film, IMAX akan membawa momen yang gak biasa dan tentu saja menyenangkan.




















