Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Makna Salam Tiga Jari di The Hunger Games? Simbol Perlawanan?

5 min read
Apa Makna Salam Tiga Jari di The Hunger Games? Simbol Perlawanan?
The Hunger Games (dok. Lionsgate/The Hunger Games)
  • Dalam The Hunger Games, salam tiga jari awalnya berarti terima kasih, kekaguman, dan perpisahan, lalu berkembang menjadi simbol penghormatan serta perlawanan warga distrik terhadap penindasan Panem.
  • Simbol ini bukan ciptaan Suzanne Collins; bentuk serupa berasal dari salam Pramuka sejak 1908, sementara inspirasi klasik dan salam Romawi turut dikaitkan dengannya.
  • Di dunia nyata, salam tiga jari diadopsi dalam demonstrasi Thailand, Myanmar, dan Indonesia sebagai simbol kebebasan, demokrasi, serta protes terhadap ketidakadilan dan kebijakan pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dalam seri film The Hunger Games, yang diadaptasi dari novel karya Suzanne Collins, beberapa momen paling mengharukan di film terjadi saat Katniss Everdeen (diperankan Jennifer Lawrence) dan yang lainnya menggunakan simbol salam tiga jari. Seperti yang mungkin kamu tahu, banyak karakter dalam The Hunger Games yang hidup dalam ketidakadilan. Sebab, setiap tahunnya, seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan dari setiap distrik di Panem dipilih untuk berkompetisi dalam kompetisi realitas distopia. Hanya satu orang dari 24 kontestan terpilih yang akan bertahan dan menang. Itu berarti, pertandingan tersebut merupakan hukuman mati bagi banyak anak muda yang berasal dari distrik-distrik miskin. Mirip seperti alegori di dunia nyata, ketika masyarakat miskin diminta untuk bertahan hidup mati-matian di atas kesenangan para pejabat.

Salam tiga jari pertama kali terlihat di The Hunger Games (2012) ketika Katniss menggantikan adik perempuannya, Prim (diperankan Willow Shields), di Pengundian di Distrik 12. Kemudian dalam film itu, Katniss kembali menunjukkan salam tiga jari ke kamera yang sedang mengawasi mereka ketika Rue (diperankan Amandla Stenberg) meninggal. Para penonton yang menyaksikan dari kerumunan di Distrik 11, wilayah miskin dan tertindas lainnya, mengikuti salam tiga jari ala Katniss. Gak lama, terjadi kerusuhan karena memprotes kematian Rue dan ketidakberdayaan mereka di Panem.

Nah, rupanya, salam tiga jari dipakai juga oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil (tergabung dalam Komite Seruan Kedaulatan Rakyat atau Sadar) saat menggelar unjuk rasa (demonstrasi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran) di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Gak hanya itu, salam tiga jari juga pernah diadopsi oleh Thailand dan Myanmar saat berdemonstrasi.

Pertanyaannya, apa makna dari simbol salam tiga jari di The Hunger Games? Benarkah ini bentuk perlawan? Mari kita cari tahu!

  1. 1. Salam tiga jari awalnya merupakan rasa hormat dan perpisahan kepada orang yang dicintai, tapi juga punya makna mendalam bagi masyarakat yang tertindas

    The Hunger Games: Catching Fire
    The Hunger Games: Catching Fire (dok. Lionsgate/The Hunger Games: Catching Fire)

    Dalam buku The Hunger Games, Katniss memakai salam tiga jari tersebut ketika ia pertama kali melihat kerumunan orang memakai salam tiga jari untuk memberi hormat kepadanya di Pengundian. "Awalnya satu orang, lalu satu orang lagi, kemudian hampir setiap anggota kerumunan menyentuh tiga jari tangan kiri mereka ke bibir dan mengulurkannya kepadaku," tulis penulis Suzanne Collins dalam bukunya. "Itu adalah isyarat lama dan jarang digunakan di distrik kami, kadang-kadang terlihat di pemakaman. Itu berarti terima kasih, itu berarti kekaguman, itu berarti selamat tinggal kepada seseorang yang kalian cintai."

    Namun, sepanjang seri tersebut, simbol salam tiga jari punya makna yang lebih besar. Dalam film kedua, The Hunger Games: Catching Fire (2013), salam tiga jari digunakan setelah Katniss berpidato mengenang Rue. "Aku tidak bisa menyelamatkannya," katanya. Kalimat itu mendorong seorang laki-laki tua yang berdiri di kerumunan dan seketika bersiul nada lagu Rue, kemudian mengulurkan salam tiga jari. Kerumunan mengikuti, tetapi para polisi masuk ke kerumunan dan mengeksekusi laki-laki tua itu dengan menembak kepalanya.

    Jelas banget, jika kita lihat reaksi para penegak hukum tersebut, simbol salam tiga jari ini pun dipandang sebagai tanda perlawanan, pemberontakan terhadap kapitalisme, dan dukungan terhadap keadilan. Hal ini terlihat bagaimana penggunaan salam tiga jari ini membuat seseorang dihukum mati di tempat. Ini menunjukkan betapa berbahayanya simbol salam tersebut bagi para penguasa.

  2. 2. Salam tiga jari sebenarnya berasal dari mana?

    The Hunger Games: Mockingjay Part 2
    The Hunger Games: Mockingjay Part 2 (dok. Lionsgate/The Hunger Games: Mockingjay Part 2)

    Salam tiga jari bukanlah ciptaan Suzanne Collins. Sebenarnya, salam ini berasal dari salam serupa dari Pramuka Putri dan Pramuka Putra, yang digunakan saat mengucapkan Sumpah dan Hukum Pramuka. Kabarnya, salam ini sudah ada sejak tahun 1908. Namun, sejak saat itu, simbol salam ini punya makna baru. Apalagi setelah viral berkat trilogi The Hunger Games.

    Menariknya, Suzanne Collins memang terinspirasi oleh zaman klasik, dan khususnya permainan gladiator zaman Romawi. Sebagaimana yang dikutip The New York Times, ada spekulasi kalau salam tiga jari juga terinspirasi dari salam Romawi. Namun, dalam sebuah ironi, salam Romawi sebenarnya bukan berasal dari Roma. Salam itu berasal dari film dan drama tentang era sebelumnya. Salam ini juga pernah diadopsi sebagai simbol oleh rezim totaliter, seperti Fasis dan Nazi, sebagaimana yang dijelaskan International Journal of the Classical Tradition.

  3. 3. Simbol salam tiga jari diadposi ke dunia nyata sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan

    Para pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari di depan Monumen Demokrasi pada protes 16 Agustus 2020 di Thailand.
    Para pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari di depan Monumen Demokrasi pada protes 16 Agustus 2020 di Thailand. (commons.wikimedia.org/Milktea2020)

    Di Thailand, salam tiga jari digunakan pada tahun 2014 setelah kudeta militer. Nah, kemudian dilarang oleh junta militer yang berkuasa untuk membendung gelombang kemarahan yang mengikuti pengambilalihan kekuasaan tanpa pertumpahan darah. Para pengunjuk rasa mengatakan kepada The Guardian bahwa setiap jari melambangkan nilai-nilai revolusi Prancis: kebebasan, kesetaraan, persaudaraan. Pada dasarnya, tiga jari tersebut melambangkan kebebasan, pemilihan umum, dan demokrasi.

    Sirawith Seritiwat, seorang aktivis pro-demokrasi Thailand, secara langsung merujuk pada film The Hunger Games ketika membahas simbol salam tiga jari tersebut. Ia mengatakan, "Sebagian karena situasi anti-kudeta saat itu terasa mirip dengan adegan dalam film The Hunger Games, di mana orang-orang mengacungkan tiga jari ke arah Presiden Snow." Namun, seorang kolumnis The Guardian berkomentar bahwa mengambil simbol dari dunia hiburan menunjukkan adanya kematian keyakinan pada politik di abad ke-21.

    Awal tahun 2021, salam tiga jari juga digunakan dalam protes di Myanmar. Saat itu, pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi digulingkan oleh junta militer, karena pemilihannya dianggap penuh kecurangan pada November 2020. Jadi, salam tiga jari juga merupakan simbol untuk tanda perlawanan.

    Nah, di Indonesia sendiri, simbol salam tiga jari digunakan oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil dalam aksi demonstrasi pada Selasa (20/10/2026) di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Aksi ini digelar bertepatan dengan peringatan 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan membawa beberapa tuntutan. Tuntutannya adalah pemerintah harus menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir sebagai bencana nasional, kebijakan ekonomi dan biaya hidup yang tinggi, memperbaiki pendidikan, perlindungan hak dan kebebasan bagi warga sipil, serta evaluasi kebijakan pemerintah.

    Simbol salam tiga jari bukanlah simbol biasa. Simbol ini merupakan bentuk perlawanan yang seharusnya menyadarkan pemerintah betapa ketidakadilan itu sangat nyata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More