Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Kekuatan Militer Pemerintah Dunia di One Piece, Absolut?

4 min read
7 Fakta Kekuatan Militer Pemerintah Dunia di One Piece, Absolut?
World Government (dok. Shueisha/One Piece)
  • Pemerintah Dunia mempertahankan dominasi melalui Reverie dan Heavenly Tribute, membuat negara sekutu merasa dilibatkan meski keputusan utama tetap dikendalikan Gorosei dan Imu.

  • Kekuatan mereka tidak sepenuhnya absolut: New World didominasi Yonko, sementara Shichibukai dibentuk untuk menjaga keseimbangan karena Angkatan Laut tak cukup menumbangkan mereka.

  • Pemerintah Dunia menghadapi Revolusioner, underworld, serta musuh yang lahir dari sistem penindasan, namun Mary Geoise dilindungi pertahanan berlapis dari Angkatan Laut hingga Imu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu menyadari bahwa dominasi Pemerintah Dunia di One Piece bukan hanya soal jumlah pasukan militer? Oda Sensei merancang sistem geopolitik yang amat terstruktur. Di balik kedok pelindung kedamaian, Imu mengendalikan segalanya untuk memonopoli lautan.

Melihat cara Pemerintah Dunia mempertahankan hegemoninya, akan membuat kamu memahami betapa licik taktik mereka. Mulai dari manipulasi geografi dunia hingga eksploitasi politik, semua diatur agar tidak ada negara yang berani melawan. Penasaran apa saja faktanya? Mari langsung bedah daftar lengkapnya di bawah ini.

  1. 1. Eksploitasi negara aliansi lewat sistem Reverie

    Reverie
    Reverie (dok. Toei Animation/One Piece)

    Dari 170 lebih negara sekutu, hanya sekitar 50 penguasa yang berhak hadir di konferensi Reverie. Negara-negara rela melakukan apa saja demi posisi bergengsi ini, seperti Kerajaan Vodka yang menyerahkan Kaido saat kecil agar bisa membayar Heavenly Tribute.

    Konferensi Reverie memberi panggung bagi para raja untuk bersuara, padahal keputusan akhir tetap berada di tangan Gorosei dan Imu. Sistem ini dirancang agar negara-negara merasa memiliki kuasa, padahal faktanya mereka terus dieksploitasi untuk mendanai gaya hidup Mary Geoise.

  2. 2. Kualitas individu lebih penting dibanding kuantitas pasukan

    Kerajaan Alabasta
    Kerajaan Alabasta (dok. Toei Animation/One Piece)

    Dalam geopolitik One Piece, jumlah tentara yang banyak tidak menjadi penentu kemenangan. Kerajaan Alabasta punya 600 ribu tentara aktif, tapi negara itu bisa hancur berantakan dari dalam lewat taktik sabotase musuh.

    Kekuatan militer yang paling menentukan bertumpu pada segelintir individu pengguna Buah Iblis dan Haki tingkat tinggi. Buktinya, Luffy bisa menumbangkan 50 ribu Fishman hanya dengan pancaran Haoshoku Haki. Kuantitas pasukan tidak ada artinya jika berhadapan dengan kualitas individu.

  3. 3. Kelemahan Pemerintah Dunia di area New World

    Dunia Baru
    Dunia Baru (dok. Toei Animation/One Piece)

    Kekuasaan Pemerintah Dunia ternyata tidak menjangkau seluruh belahan lautan, terutama di area New World. Wilayah berbahaya ini lebih banyak dikuasai oleh sistem teritorial dan armada militer para Yonko.

    Angkatan Laut tidak bisa leluasa bergerak karena tingginya ancaman dari penguasa lautan tersebut. Kondisi ini membuat banyak pulau di sana memilih merdeka atau berada di bawah perlindungan Yonko dibanding berafiliasi dengan Pemerintah Dunia.

  4. 4. Pembentukan Shichibukai untuk menciptakan stalemate

    Shichibukai
    Shichibukai (dok. Toei Animation/One Piece)

    Banyak pihak mengira Angkatan Laut tidak terkalahkan, padahal eksistensi Three Great Powers membuktikan fakta sebaliknya. Pemerintah Dunia merekrut bajak laut kuat sebagai Shichibukai untuk menyeimbangkan kekuatan dan mencegah kekalahan dari Yonko.

    Langkah strategis ini menunjukkan bahwa Pemerintah Dunia tidak punya cukup armada untuk menumbangkan para Yonko di New World. Mereka lebih memilih taktik pertahanan dan mempertahankan situasi stalemate agar keseimbangan dunia tetap terjaga.

  5. 5. Ancaman dari Pasukan Revolusioner dan pergerakan underworld

    Pasukan Revolusioner
    Pasukan Revolusioner (dok. Toei Animation/One Piece)

    Pemerintah Dunia harus menghadapi taktik ofensif Pasukan Revolusioner yang menyerang jalur suplai logistik Celestial Dragon. Strategi ini sangat merepotkan karena langsung memutus sumber kekayaan dan pasokan makanan utama di Mary Geoise.

    Di sisi lain, kekuatan underworld seperti Doflamingo bisa menekan Pemerintah Dunia melalui pengaruh politik. Doflamingo bahkan membuat Imu dan Gorosei bungkam karena dia memegang rahasia harta karun nasional, membuat Pemerintah Dunia semakin kesulitan menjaga kendali atas musuh-musuhnya.

  6. 6. Ironi sistem yang justru melahirkan musuh terburuk

    Shirohige
    Shirohige kecil (dok. Toei Animation/One Piece)

    Kebijakan Pemerintah Dunia yang menindas terus menciptakan ancaman terbesar bagi mereka sendiri. Shirohige lahir dari kemiskinan di Pulau Sphinx akibat tidak mampu membayar pajak, sedangkan Big Mom diasuh oleh penjual budak afiliasi pemerintah.

    Sistem eksploitasi ini secara tidak sengaja melahirkan musuh baru yang membahayakan kekuasaan mereka. Doflamingo yang jatuh ke jurang penderitaan juga menjadi produk langsung dari kebobrokan sistem Celestial Dragon yang korup.

  7. 7. Pertahanan berlapis di Mary Geoise yang mustahil ditembus sendirian

    Mary Geoise
    Mary Geoise (dok. Toei Animation/One Piece)

    Jika ada pihak yang ingin menjatuhkan Imu, penyerang harus melewati pertahanan berlapis yang luar biasa ketat. Mereka harus berhadapan dengan armada Angkatan Laut, menembus agen rahasia Cipher Pol, lalu mendaki Red Line.

    Sesampainya di atas, mereka masih harus melawan God Knights, Gorosei, hingga bertemu Imu yang abadi. Sistem pertahanan ini dirancang sangat defensif sehingga bajak laut sekelas kru Topi Jerami dipastikan tidak akan mampu meruntuhkannya tanpa bantuan aliansi skala besar.

    Menelusuri fakta kekuatan militer Pemerintah Dunia di One Piece menimbulkan satu pertanyaan penting, apakah kekuasaan mereka benar-benar absolut? Melihat berbagai lapisan pertahanan dan geopolitik korup di atas, perang final kelak dipastikan tidak akan berjalan satu arah. Butuh gempuran serentak dari Pasukan Revolusioner, Grand Fleet Topi Jerami, hingga faksi Yonko lainnya untuk menjebol kekuasaan Imu. Apakah kamu setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More