Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Mei Mei Layak Menyandang Predikat Murid Terpintar di Tadika Mesra?
apakah Mei Mei layak mendapat predikat murid terpintar di Tadika Mesra? (youtube.com/Les' Copaque Production)

Dunia Upin & Ipin selalu punya banyak hal menarik untuk dibahas. Gak cuma dari keseruan bocah-bocah Kampung Durian Runtuh saat memainkan beragam permainan tradisional, tetapi juga momen-momen kehidupan sekolah mereka yang begitu heartwarming dan bikin nostalgia masa kecil. Salah satu topik yang cukup sering menjadi perbincangan di kalangan penggemar adalah soal siapa sebenarnya murid paling pintar di Tadika Mesra.

Biarpun Upin dan Ipin merupakan karakter utama yang paling sering mendapat sorotan, nyatanya mereka tidak digambarkan sebagai tokoh yang terlalu overpowered (OP) hingga menutupi semua karakter lain. Justru, sosok yang selama ini identik sebagai murid paling cerdas adalah Mei Mei. Mulai dari penampilannya yang berkacamata, sifatnya yang rajin belajar, hingga kemampuannya yang sering diperlihatkan unggul di kelas, semuanya benar-benar sesuai kriteria. Namun, benarkah Mei Mei memang menjadi murid terpintar di Tadika Mesra tanpa memiliki pesaing sama sekali? Yuk, cari tahu jawabannya lewat pembahasan berikut!

1. Mei Mei ditunjukkan memang gemar membaca buku

Mei Mei suka membaca hingga bertumpuk-tumpuk buku (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Hal pertama yang menjadi petunjuk kuat sekaligus alasan banyak orang menganggap Mei Mei sebagai murid terpintar di Tadika Mesra adalah karena ia memang diperlihatkan sangat gemar membaca buku. Gak cuma terlihat begitu antusias saat masuk ke perpustakaan mobil keliling, Mei Mei juga selalu semangat tiap kali membahas hal-hal yang berkaitan dengan buku. Bahkan, pada episode "Seronoknya Membaca", ia bercerita kalau dirinya sudah terbiasa membaca buku yang isinya penuh teks tanpa gambar sama sekali.

Lalu, di episode "Jaga dan Hargai Mata", Mei Mei kembali mengaku kalau ia sering membaca bertumpuk-tumpuk buku hingga larut malam, sampai kebiasaan tersebut ikut memengaruhi kesehatan matanya. Sementara itu, pada episode "Jambatan Ilmu", diperlihatkan pula kartu bacaan miliknya yang sudah terisi penuh hingga nomor 10 dengan berbagai judul buku yang berhasil ia tamatkan. Hal ini tentu menunjukkan bahwa wawasan Mei Mei jauh lebih luas dibanding kebanyakan teman sebayanya. Tambahan lagi, berbeda dari stereotip karakter si cerdas pada umumnya, Mei Mei gak cuma digambarkan sibuk belajar dan membaca buku sepanjang waktu. Ia juga tetap aktif bermain bersama teman-temannya, sehingga dirinya tumbuh menjadi anak yang ceria, supel, dan jauh dari kesan pendiam.

2. Selalu aktif mengerjakan tugas dari guru termasuk rajin menjawab ketika ditanya

Mei Mei rajin mengerjakan setiap tugas yang diberikan gurunya dan selalu all-out dalam segala hal, termasuk dari segi kreativitas (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Kecerdasan Mei Mei gak cuma dibuktikan dari hobinya membaca aneka genre buku, termasuk buku-buku tebal seperti Kisah Nenek Kebayan atau Kisah Raja Pemburu. Di sekolah, ia juga dikenal sebagai murid yang sangat aktif. Mei Mei selalu berusaha mengerjakan setiap tugas yang diberikan guru dan gak pernah ragu mengangkat tangan ketika Cikgu Jasmin atau Melati melemparkan pertanyaan kepada murid-muridnya. Bahkan, pernah ada episode ketika teman-teman sekelasnya beralasan tak bisa mengerjakan PR karena listrik padam, padahal di saat yang sama Mei Mei tetap berhasil menyelesaikannya tanpa kendala.

Hebatnya lagi, Mei Mei gak cuma unggul dalam mata pelajaran yang sifatnya teori. Ia juga punya sisi kreatif yang cukup menonjol. Hal ini terlihat saat ia membuat kartu ucapan Hari Ibu dengan desain yang menarik, memiliki tulisan tangan yang rapi dan enak dibaca, hingga pandai menggambar karikatur sederhana berupa potret dirinya sendiri. Di kesempatan lain, Mei Mei juga pernah membawa kotak kaca yang dihias dengan batu-batu kecil, bunga, potongan kayu, serta miniatur lanskap alam sebagai habitat kumbang kura-kura yang dipakainya untuk presentasi materi serangga di kelas. Dari berbagai tugas yang diperlihatkan sepanjang serial, Mei Mei memang selalu berusaha all-out untuk proyeknya.

3. Mei Mei diperlihatkan juga tak melulu tahu segala hal

Mei Mei dengan polos bertanya pada Cikgu Melati apakah kangkung juga bisa dibuat jadi jus atau tidak? (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Nah, meski dua poin sebelumnya sudah jelas memperlihatkan bahwa Mei Mei memang layak menyandang predikat sebagai murid paling pintar di Tadika Mesra. Sebenarnya, kalau kamu jeli mengikuti tiap episode Upin & Ipin, kamu bakal sadar bahwa Mei Mei tetaplah anak kecil seperti pada umumnya. Di beberapa kesempatan, ia masih punya sisi lugu dan ketidaktahuan, bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya cukup sederhana.

Misalnya saat pelajaran tentang sayuran, Mei Mei dengan polos bertanya apakah kangkung yang dibawanya juga bisa diolah menjadi jus atau tidak. Pertanyaan yang terdengar begitu polos itu sampai membuat Cikgu Melati sedikit terkejut dan Mail langsung menertawakannya. Selain itu, Mei Mei juga pernah menunjukkan bahwa dirinya gak selalu unggul dalam setiap situasi. Pada episode "Belajar Sambil Main", ketika murid-murid diminta mengerjakan soal Matematika interaktif lewat tablet, Mei Mei justru malah menjawab asal-asalan. Bukan karena tak bisa menghitung, melainkan karena ia kurang menyukai karakter yang muncul di layar, sehingga memilih menjawab sembarangan daripada mengikuti instruksi dengan serius. Dari sini terlihat bahwa meski sangat cerdas, Mei Mei tetap punya sifat kekanak-kanakan seperti teman-temannya yang lain.

4. Beberapa kali pernah kedapatan berbuat "kenakalan" kecil di sekolah

Mei Mei dengan terang-terangan memamerkan mainan alat masak-masakan pada Cikgu, padahal ada larangan untuk membawa mainan apa pun ke Tadika Mesra (youtube.com/Les' Copaque Production)

Biarpun kebanyakan dari kita pernah punya teman pintar dan mengenal mereka sebagai sosok anak yang sangat patuh pada aturan sekolah dan nyaris tak pernah berbuat onar. Mei Mei ternyata gak sepenuhnya masuk kategori murid pintar yang seperti itu. Memang, ia tetap dikenal sebagai bocah perempuan yang disiplin. Ia tak pernah terlambat datang ke kelas, selalu mengenakan seragam dengan rapi, dan bersikap baik dan perhatian kepada guru maupun teman-temannya.

Namun, di beberapa episode, Mei Mei juga pernah kedapatan melakukan "kenakalan" kecil yang menunjukkan kalau ia tetaplah bocah yang polos. Misalnya, saat ia tanpa sengaja mencoret area dinding belakang sekolah menggunakan pensil warna cair hingga dirinya panik karena takut dimarahi Cikgu Besar yang terkenal "killer". Selain itu, pada episode "Beli, Pakai, Suka", Mei Mei juga pernah membawa mainan masak-masakan berupa frying pan plastik berwarna ungu ke sekolah, padahal murid-murid sudah diingatkan untuk tak membawa mainan ke sekolah. Meski kenakalannya tergolong sepele, momen-momen seperti ini membuktikan bahwa Mei Mei bukan sosok murid sempurna yang selalu menaati semua aturan tanpa pernah berbuat salah.

5. Mei Mei punya cita-cita mulia menjadi seorang guru

Mei Mei punya cita-cita mulia menjadi seorang guru (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Di balik segala sisi plus dan minus Mei Mei sebagai murid Tadika Mesra, ia tetaplah memiliki cita-cita yang begitu mulia, yakni menjadi seorang guru. Dilihat dari kepribadiannya yang memang cukup sabar untuk ukuran anak kecil karena tak mudah tantrum, suka menasihati temannya, mengingatkan untuk mengerjakan PR dulu sebelum bermain, menegur temannya yang lalai saat berpuasa atau mencoba mokel, serta sukarela mengajari perihal metode berkebun yang baik serta hal-hal yang perlu dihindari agar tak gagal panen, Mei Mei sudah terlihat jelas sekali sebagai anak perempuan yang cerdas dan layak sekali bila di masa depan menjadi pengajar.

Meski menjadi guru memang bukan pekerjaan yang mudah, mengingat seseorang dituntut untuk terus belajar, memperkaya wawasan, sekaligus mampu menyampaikan pelajaran dengan cara yang seru dan interaktif agar murid mudah memahaminya. Tapi, kalau mengamati kebiasaan Mei Mei yang gemar membaca, aktif di kelas, dan selalu antusias mempelajari hal-hal baru, tentu cita-cita tersebut sudah sangat sesuai dengan karakter dirinya.

Jadi, apakah Mei Mei layak menyandang predikat sebagai murid terpintar di Tadika Mesra? Jawabannya, kemungkinan besar memang iya. Meski ia tetap punya sifat polos, pernah melakukan kenakalan kecil, dan gak selalu mengetahui semua hal, kemampuan akademiknya tetap paling sering ditonjolkan dibanding murid lainnya. Ditambah kebiasaannya yang gemar membaca, rajin mengerjakan tugas, aktif bertanya maupun menjawab di kelas, membuat Mei Mei cocok sekali dilabeli murid paling cerdas di Tadika Mesra. Walaupun serial Upin & Ipin sendiri tak pernah secara resmi menyebut adanya sistem peringkat atau murid ranking satu, kalau melihat semua petunjuk yang diperlihatkan sepanjang serial, Mei Mei tetap menjadi kandidat terkuat untuk menyandang predikat tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article