Arya Saloka setelah konferensi pers film "Munafik: Melawan Iblis" di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (24/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Saat pertama kali bergabung dalam proyek Munafik: Melawan Iblis, Arya Saloka menyadari film tersebut memiliki beban tersendiri. Pasalnya, film ini merupakan remake dari Munafik (2016), karya asal Malaysia yang sebelumnya telah memiliki basis penonton cukup besar.
Arya kemudian menonton film asal Negeri Jiran itu untuk mempelajari karakter Adam sekaligus memahami cerita yang akan diadaptasi. Setelah itu, proses pendalaman dilanjutkan melalui reading bersama para pemain. Namun, salah satu tantangan terbesar justru datang dari adegan ketika Adam harus membaca ayat-ayat Al-Qur'an dalam proses rukiah.
"Namun, yang membuat saya deg-degan adalah bagaimana saya bisa mempelajari dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi proses itulah yang sangat menyenangkan," kata Arya saat ditemui di XXI Epicentrum, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).
Dalam film tersebut, adegan rukiah menggunakan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu, Arya merasa perlu memastikan bacaan yang digunakan tidak hanya terdengar meyakinkan, tetapi juga tepat. Ia pun belajar langsung bersama Ustaz Adi untuk memahami bacaan sekaligus karakter seorang perukiah. Menariknya, Arya tidak ragu kembali memulai proses belajar dari dasar.
"Memang kami (Arya dan Dimas Aditya) belajar ulang dari Iqro, karena banyak obstacle dalam bacaan itu ya, baik itu panjang pendeknya, huruf-hurufnya dan sebagainya," tuturnya.