Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Arya Saloka Ngaji dari Iqro Lagi untuk Film Munafik: Melawan Iblis
Arya Saloka setelah konferensi pers film "Munafik: Melawan Iblis" di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (24/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
  • Arya Saloka belajar kembali membaca Al-Qur'an dari Iqro bersama Ustaz Adi demi memerankan Ustaz Adam, perukiah dalam film Munafik: Melawan Iblis.
  • Sebagian besar bacaan Al-Qur'an Arya direkam langsung saat syuting, dengan dubbing terbatas; ia juga mendalami praktik rukiah bersama Dimas Anggara.
  • Arya menilai film horor ini mengangkat keselarasan antara ucapan, perilaku, dan keimanan. Munafik: Melawan Iblis dijadwalkan tayang 3 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menjadi seorang ustaz di film horor ternyata membuat Arya Saloka harus kembali membuka buku Iqro. Demi berperan sebagai Adam dalam film Munafik: Melawan Iblis (2026), ia kembali belajar membaca Al-Qur'an dari dasar.

Persiapan tersebut dilakukan, karena karakter Adam merupakan seorang ustaz yang memiliki kemampuan merukiah. Bagi Arya, adegan-adegan keagamaan dalam film tidak bisa hanya mengandalkan akting sehingga ia merasa perlu memahami bacaan sekaligus proses rukiah dengan lebih serius.

1. Demi peran Ustaz Adam, Arya menonton ulang Munafik dan belajar ngaji dari Iqro

Arya Saloka setelah konferensi pers film "Munafik: Melawan Iblis" di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (24/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Saat pertama kali bergabung dalam proyek Munafik: Melawan Iblis, Arya Saloka menyadari film tersebut memiliki beban tersendiri. Pasalnya, film ini merupakan remake dari Munafik (2016), karya asal Malaysia yang sebelumnya telah memiliki basis penonton cukup besar.

Arya kemudian menonton film asal Negeri Jiran itu untuk mempelajari karakter Adam sekaligus memahami cerita yang akan diadaptasi. Setelah itu, proses pendalaman dilanjutkan melalui reading bersama para pemain. Namun, salah satu tantangan terbesar justru datang dari adegan ketika Adam harus membaca ayat-ayat Al-Qur'an dalam proses rukiah.

"Namun, yang membuat saya deg-degan adalah bagaimana saya bisa mempelajari dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi proses itulah yang sangat menyenangkan," kata Arya saat ditemui di XXI Epicentrum, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).

Dalam film tersebut, adegan rukiah menggunakan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu, Arya merasa perlu memastikan bacaan yang digunakan tidak hanya terdengar meyakinkan, tetapi juga tepat. Ia pun belajar langsung bersama Ustaz Adi untuk memahami bacaan sekaligus karakter seorang perukiah. Menariknya, Arya tidak ragu kembali memulai proses belajar dari dasar.

"Memang kami (Arya dan Dimas Aditya) belajar ulang dari Iqro, karena banyak obstacle dalam bacaan itu ya, baik itu panjang pendeknya, huruf-hurufnya dan sebagainya," tuturnya.

2. Minim dubbing, sebagian besar suara direkam langsung di lokasi syuting

Arya Saloka setelah konferensi pers film "Munafik: Melawan Iblis" di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (24/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Pendalaman tersebut juga membantu Arya ketika proses syuting berlangsung. Ia berharap kemampuan membaca Al-Qur'an dalam film Munafik: Melawan Iblis dapat terdengar natural sekaligus mendukung emosi yang sedang dibangun dalam setiap adegan.

Meski harus kembali mengulang pembelajaran dari dasar, Arya mengaku prosesnya berjalan cukup lancar. Ia bahkan tidak terlalu banyak mengalami kesalahan ketika melafalkan bacaan Al-Qur'an selama syuting, karena beberapa ayat sudah dihafalnya. Dengan begitu, Arya bisa lebih berkonsentrasi pada penghayatan emosi dan karakter Adam, terutama ketika harus menghadapi situasi-situasi intens dalam cerita.

"Selama syuting, kami benar-benar menggunakan suara yang direkam di lokasi. Hanya ada sedikit bagian yang memang di-dubbing, karena ada efek suara, tetapi mayoritas tidak," imbuhnya.

Selain belajar membaca Al-Qur'an, mantan suami Putri Anne itu juga mendalami praktik rukiah untuk semakin memahami karakter Ustaz Adam. Arya dan Dimas Anggara, yang memerankan Ustaz Anwar, mendapat bimbingan langsung dari seorang ustaz selama masa persiapan.

3. Tak cuma tentang horor, Arya soroti esensi film Munafik

Arya Saloka setelah konferensi pers film "Munafik: Melawan Iblis" di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (24/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Meski mengusung genre horor, Arya Saloka melihat Munafik: Melawan Iblis memiliki lapisan cerita yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan jump scare. Menurutnya, film ini menarik karena mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan manusia, terutama mengenai hubungan antara ucapan, perilaku, dan keimanan.

"Terkadang apa yang kita omongin tuh belum tentu sesuai dengan perilaku," tuturnya.

Bagi Arya, hal tersebut menjadi inti dari konsep munafik yang ingin disampaikan melalui film. Seseorang bisa saja mengatakan sesuatu, tetapi tindakannya justru menunjukkan hal yang berbeda.

Aktor 35 tahun itu berharap Munafik: Melawan Iblis tidak hanya memberikan pengalaman menonton film horor, tetapi juga menjadi pengingat bagi penonton untuk kembali melihat diri sendiri dan menjaga keselarasan antara perkataan serta perbuatan.

Film Munafik: Melawan Iblis dibintangi Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Faqih Alaydrus, Donny Damara, dan Nova Eliza. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article