Pertunjukan Ketika Nalar Bicara Usung Tema Tragedi Pemerkosaan Massal 98
- Ketika Nalar Bertanya, adaptasi cerpen Clara karya Seno Gumira Ajidarma, dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta pada 22–23 Agustus 2026 dengan durasi 98 menit.
- Berlatar 2048, kisah Clara dan cucunya, Nalar, menelusuri trauma tragedi Mei 1998 serta menyoroti bahaya pemutihan sejarah, penghapusan pelanggaran HAM, teknologi, dan kekuasaan.
- Salindia Teater dan BEKARYA Pertunjukan menggalang donasi melalui LBH APIK Jakarta untuk bantuan hukum gratis bagi perempuan penyintas kekerasan seksual yang mencari keadilan.
Ketika Nalar Bertanya (KNB) merupakan pertunjukan teater yang diadaptasi dari cerita pendek bertajuk Clara karya Seno Gumira Ajidarma. Pagelaran yang diprakarsai oleh Salindia Teater dan BEKARYA Pertunjukan itu dilangsungkan pada Jumat (22/8/2026) dan Sabtu (23/8/2026) di Gedung Kesenian Jakarta.
Pertunjukan berdurasi 98 menit ini menggugat upaya pemutihan sejarah terhadap kasus pemerkosaan massal pada Mei 1998, sekaligus mengajak penonton berdonasi untuk para penyintas yang membutuhkan keadilan. Berikut informasi lengkap tentang Ketika Nalar Bertanya.
1. Adaptasi cerita pendek Clara terkait tragedi Mei 98
Teater Ketika Nalar Bertanya (dok. Salindia Teater | dok. BEKARYA) Berlatar 2048, Ketika Nalar Bertanya mengisahkan tentang Clara yang menyerang sang cucu, Nalar, akibat demensia. Nalar pun berusaha mencari tahu apa alasan di balik perilaku sang oma lewat bantuan Reka, asisten belajar Akal Imitasi (AI).
"Melalui Ketika Nalar Bertanya, kami mengajak penonton melakukan sebuah perjalanan lintas waktu menuju tahun 2048," ujar Jason Wirjawan, produser BEKARYA Pertunjukan, dalam siaran pers yang dibagikan.
Penelusuran itu berujung pada tragedi Mei 1998 yang memicu trauma bagi Clara. Bukan hanya mengungkap sejarah keluarganya, Nalar juga menyadari seberapa besar kekuatan teknologi dan kekuasaan, serta upaya pemutihan sejarah.
"Dari sana, kita diajak menyaksikan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi ketika sejarah ditulis ulang, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia dihapus, diputihkan, atau dikecilkan dari ingatan kolektif, dan ketika sebuah narasi tunggal kemudian dijadikan acuan bagi generasi yang akan datang," tambahnya.
2. Karya berani yang berpadu dengan kesungguhan artistik
Teater Ketika Nalar Bertanya (dok. Salindia Teater | dok. BEKARYA) Lewat teater musikal berstandar internasional, BEKARYA Pertunjukan menciptakan ruang untuk karya berani dengan isu yang dekat dengan masyarakat. Selain itu, sentuhan artistik akan menghadirkan pertunjukan bernuansa realisme bagi penonton.
"Cara kami mencintai negeri ini dengan merawat ingatan, mempertanyakan, dan tidak membiarkan sejarah berhenti menjadi angka dan tanggal," jelas Nadine Nadilla, Sutradara Ketika Nalar Bertanya.
Menurut Pendiri Salindia Teater itu, Ketika Nalar Bertanya hadir untuk menyimpan suara bagi mereka yang masih menunggu keadilan. Pertunjukan tersebut merupakan bentuk cinta Nadine terhadap dunia teater yang ia tekuni selama 17 tahun terakhir.
3. Ajak berdonasi untuk memberi bantuan hukum gratis bagi perempuan korban pencari keadilan
Teater Ketika Nalar Bertanya (dok. Salindia Teater | dok. BEKARYA) Ketika Nalar Bertanya mengajak penonton merawat ingatan mereka tentang sejarah. Melalui pertunjukan ini, Salindia Teater dan BEKARYA Pertunjukan memupuk solidaritas dengan perempuan penyintas kekerasan seksual melalui donasi.
Donasi tersebut dilakukan melalui LBH APIK Jakarta, lembaga nonprofit yang memberikan bantuan hukum secara gratis bagi perempuan korban pencari keadilan. Ajakan tersebut dianggap selaras dengan misi Salindia Teater yang ingin memperkuat peran dan kedudukan strategis perempuan dalam dunia seni pertunjukan.
Buat kamu yang tinggal di Jakarta, apakah sempat menikmati pertunjukan Ketika Nalar Bertanya di akhir pekan lalu? Bagaimana pendapatmu tentang teater musikal yang ditulis oleh Deandra Syarizka dan Muhamad Habib Koesnady ini?
















![[QUIZ] Berdasar Kebiasaan di Rumah, Kamu Cocok Jadi Tetangga Baru Ayu Ting Ting Gak?](https://image.idntimes.com/post/20260824/foto-cover_307717f6-f5b8-487a-9bad-11b284e592b8.jpg)




